Brilio.net - Caitlin Galiinger, seorang model berusia 24 tahun terancam mengalami kebutaan permanen lantaran membuat tato di matanya. Wanita asal Kanada itu membuat tato pada bulan September di bola mata kanannya di Ottawa.

foto-foto mata hampir buta 1-5 © 2017 Facebook

foto: Facebook.com/Catt Callinger

Menurut Caitlin, artis tato yang menato matanya tidak mencairkan tinta dan menggunakannya terlalu banyak untuk tatonya. Matanya mulai mengeluarkan cairan warna ungu sesaat setelah dia mendapat tato itu.

foto-foto mata hampir buta 1-5 © 2017 Facebook

Loading...

foto: Facebook.com/Catt Callinger

Dilansir brilio.net dari Dailymail, Rabu (6/12), beberapa minggu kemudian mata Caitlin membengkak dan mulai kehilangan penglihatannya secara permanen.

"Aku harus menemui spesialis dan berisiko jadi buta jika tak segera ditangani," tulis Caitlin di Facebook.

foto-foto mata hampir buta 1-5 © 2017 Facebook

foto: Facebook.com/Catt Callinger

Caitlin membagikan kisahnya ini untuk berbagi pengalaman dan agar orang lain lebih hati-hati lagi.

"Aku tidak membagikan ini untuk menyebabkan masalah, aku berbagi untuk memperingatkan kamu untuk melakukan riset terlebih dahulu sebelum melakukan prosedur apapun. Tolong untuk berhati-hati dan lakukan riset, aku tak ingin hal ini terjadi pada siapapun," peringat Catt lagi.

foto-foto mata hampir buta 1-5 © 2017 Facebook

foto: Facebook.com/Catt Callinger

Caitlin juga tak segan memberikan penjelasan penyebab gagalnya tato di matanya.  "Ini disebabkan oleh tinta yang mengental, injeksi berlebihan, kurangnya jarak pandang injeksi," jelasnya.

foto-foto mata hampir buta 1-5 © 2017 Facebook

foto: Facebook.com/Catt Callinger

Padahal sebenarnya ada seorang dokter yang sudah pernah dokter memperingatkan bahwa tato mata, yang pertama kali dilakukan sekitar satu dekade yang lalu dapat memiliki risiko serius.

"Ada sejumlah besar risiko jangka pendek yang terkait dengan prosedur ini," tulis sebuah laporan April di American Journal of Ophthalmology.

Efek jangka panjang pada mata dan penglihatan masih belum diketahui, namun dalam skenario terburuk bisa termasuk hilangnya penglihatan atau kerusakan permanen pada mata.