Brilio.net - Perusahaan rekaman musik di Indonesia memang sudah banyak dan diwarnai nama-nama besar. Tapi ada satu perusahaan musik paling legendaris, lho. Adalah Lokananta Records yang berlokasi di Surakarta, Jawa Tengah yang merupakan perusahaan rekaman atau studio musik pertama di Indonesia.

Dibangun sejak tahun 1956 atas semangat Bung Karno yang ingin menunjukkan Indonesia juga bisa memiliki dan memproduksi Piringan Hitam (PH) sendiri. Soalnya kala itu lagu-lagu barat dalam bentuk PH begitu 'menguasai' siaran materi Radio Republik Indonesia (RRI). Hal itu tentu membuat masyarakat resah dan tak mau kalah.

Jadi ceritanya, semula Lokananta adalah pabrik resmi PH berisi materi suara untuk RRI. Sebagaimana dikutip brilio.net dari situs resminya, www.lokanantamusik.com, Selasa (9/8), Lokananta awalnya bernama Pabrik Piringan Hitam Lokananta Jawatan Radio Kementerian Penerangan Republik Indonesia.

Nah, pada tahun 1961, bidang usaha Lokananta berkembang menjadi label rekaman dengan spesialisasi lagu daerah, pertunjukan kesenian, dan penerbitan buku dan majalah.

Tak cuma itu, rekaman lagu kebangsaan Indonesia Raya, pidato Bung Karno saat Konferensi Asia Afrika pertama pada tahun 1955 di Bandung, Jawa Barat sampai lagu Genjer-genjer yang identik dengan G30S/PKI juga masih tersimpan rapi di Lokananta.

Loading...

Meskipun kini sudah banyak label rekaman digital bergengsi, Lokananta masih konsisten berdiri. Sampai sekarang Lokananta masih menjadi tempat rekaman musik, produksi kaset pita dan CD, dan tempat penyimpanan PH-PH bersejarah. Kamu sudah pernah ke sana belum, hayo?

Berikut 10 foto sudut-sudut area Lokananta beserta info singkat yang dikutip brilio.net dari situs resmi Lokananta.

1. Ini adalah isi dari ruang penyimpanan mesin yang mengubah hasil rekaman analog lagu ke dalam bentuk kaset.

galeri Lokananta  © 2016 brilio.net

galeri Lokananta -© 2016 brilio.net/brilio.net

2. Salah satu sisi dinding di lorong teras bangunan Lokananta ada foto-foto pegawainya mau pun memori Harmoko. Seperti diketahui, Harmoko kala itu menjabat Menteri Penerangan. Nah, pada tahun 1985, Harmoko-lah yang meresmikan studio seluas 14x31 meter Lokananta yang memungkinkan menggelar rekaman live dengan tata akustik ruangan yang mumpuni.

galeri Lokananta  © 2016 brilio.net

galeri Lokananta -© 2016 brilio.net/brilio.net

3. Ruang penyimpanan koleksi PH produksi Lokananta. Ada sekitar 40 ribu lebih keping PH disimpan dalam ruang ini. AC dalam ruangan ini harus selalu menyala untuk menjaga kualitas PH, salah satunya menghindari bau apek ruangan.

galeri Lokananta  © 2016 brilio.net

galeri Lokananta -© 2016 brilio.net/brilio.net

BACA JUGA: Mengenal Post Dangdut Electronika ala Libertaria, hok ya!

4. Ada kalanya cover PH mengalami kerusakan akibat dimakan rayap. Namun Lokananta telah bekerja sama dengan pihak-pihak yang membuat cover PH, lho. Seperti dari Galeri Malang Bernyanyi berikut ini.

galeri Lokananta  © 2016 brilio.net

galeri Lokananta -© 2016 brilio.net/brilio.net

5. Lokananta menyimpan rekaman lagu kebangsaan Indonesia Raya versi instrumental yang digubah oleh Jos Cleber.

galeri Lokananta  © 2016 brilio.net

galeri Lokananta -© 2016 brilio.net/brilio.net

Keren kan, guys? Cek foto-foto selanjutnya.. Ternyata banyak seniman musik Indonesia masa kini yang sudah rekaman di Lokananta juga. Salah satunya pasti idolamu banget.. KLIK NEXT