Brilio.net - Jika biasanya orang-orang baru mengakhiri pesta perayaan tahun baru pada pukul 1 hingga 2 malam, maka kali ini ada yang berbeda. Di jam tersebut, sebagian orang justru baru mulai beranjak dari tempat tidur untuk bersiap menghadiri suatu konser dan menyambut matahari pertama di tahun 2024.

Ya, di tahun baru 2024 ini Kunto Aji menggelar konser bertajuk Urup pada Senin (1/1), tepatnya dimulai pukul 5 pagi. Benar-benar beda dan membawa kesan. Pukul 3 dini hari, jalanan di Kota Yogyakarta tampak lengang.

Semacam kertas confetti berhamburan di jalanan, menunjukkan dua jam sebelumnya jalanan di kota ini ramai dipadati orang-orang yang sedang menikmati perayaan tahun baru. Walau masih terhitung gelap, namun kumpulan kendaraan di depan warung gudeg yang ada di beberapa sudut kota ini cukup memecahkan keheningan pagi.

Konser Urup 2024 ini berlokasi di Amphitheater Asram Edupark yang tak begitu jauh dari Lapangan Denggung, Sleman. Lokasi ini berada di sudut pedesaan sehingga nuansanya begitu asri, berdekatan dengan persawahan dan pohon-pohon rindang. Tak heran, pertunjukkan kali ini memang mengusung konsep yang selaras dengan alam.

Suara jangkrik menyambut penonton yang berdatangan di venue konser. Jam 4 pagi, seribuan penonton sudah mengantri untuk menukarkan tiket yang dibanderol mulai Rp 175 ribu sampai Rp 275 ribu ini. Walau masih subuh dan matahari belum menampakkan sinarnya, namun penonton yang rata-rata adalah muda-mudi ini tampak siap untuk mempersilahkan diri mereka menikmati pertunjukkan magis dari Kunto Aji.

Alih-alih berwajah kumal sisa bangun tidur, ribuan penonton ini justru terlihat fresh dengan dandanan necis, menunjukkan kalau mereka memang telah mempersiapkan diri sejak dini hari. Usai mendapatkan tiket yang berbentuk gelang, penonton langsung menuju ke venue dan menggelar tikar yang sudah dibawa dari rumah.

Suara jangkrik masih menghiasi sekitar venue. Tak ada suara iringan alat musik menandakan sound check telah dilakukan sebelum para peserta datang. Walau seribuan orang telah berada di venue ini, namun kesunyian tetap terjaga. Bahkan sesama penonton tampak sengaja berbicara dengan lirih tak ingin memecah keheningan. Waktu subuh pun tiba, suara adzan bersahutan dengan suara-suara jangkrik, langkah kaki, dan bisikan para penonton.

Konser ini bahkan memberi jadwal bagi penonton yang beragama Islam untuk menunaikan salat subuh di masjid yang sudah disediakan. Sebagian penonton pun beranjak ke masjid untuk menjalankan salat subuh secara bergantian. Tepat pukul 5, penonton sudah kembali ke tikar masing-masing.

Bukan diiringi dengan irama musik, konser Urup 2024 justru dibuka dengan nuansa magis oleh sosok Adjie Santosoputro yang dikenal sebagai praktisi kesehatan mental. Dengan pencahayaan yang remang, ia duduk di atas batu besar dan mengajak seluruh penonton untuk bermeditasi bersama.

“Sadari perutmu, sadari dada, sadari kepalamu, dan sadari seluruh tubuhmu. Beristirahatlah,” ucapnya di tengah keheningan ribuan penonton.

Konser Kunto Aji pukul 5 pagi © 2024 brilio.net

foto: Instagram/@dhiodhaha

Tak lama setelah itu, sosok yang ditunggu-tunggu pun datang. Kunto Aji hadir ke tengah kerumunan penonton. Ia dituntun oleh pria bercaping yang membawa dupa dan menaburi bunga di sekitar kerumunan. Dengan suara-suara jangkrik dan cahaya langit fajar, Kunto Aji menyapa warga Urup.

"Selamat pagi teman-teman semua, kita menyambut harapan baru ini menjadi rejeki, menjadi harapan, menjadikan kita manusia yang lebih baik lagi," kata Kunto Aji membuka babak pertama dengan lagu Urup.

"Kita mati setiap malam, untuk bangkit saat pagi...," suara lembut Kunto Aji mulai terdengar merapal lirik lagu Urup yang juga diikuti oleh penonton yang mengelilinginya.