Brilio.net - Kebakaran akibat limbah atau tumpukan plastik sering terjadi di berbagai dunia. Hal itu juga terjadi di Lostock Gralam, Inggris, tempat bermukim seorang kolektor boneka, Appleton (87). Nahasnya, pihak berwenang menilai bahan-bahan dari boneka Teddy bear hingga boneka Star Wars koleksinya rawan terbakar. Alhasil, dirinya diusir dari tempat tinggalnya tersebut.

Dengan menggunakan palu dan linggis, pihak pengadilan berhasil membongkar paksa rumah Appleton. Nenek renta ini dipaksa meninggalkan rumahnya tanpa membawa satu pun barang koleksinya. Padahal, Appleton telah menempati rumah itu selama 61 tahun dan memulai pengumpulan koleksi bonekanya sejak usianya masih 20 tahun.

Appleton © 2016 brilio.net

Kini berbagai barang penuh kenangan itu harus dilepaskannya begitu saja. Appleton menatap sedih saat menyaksikan pembongkaran rumahnya dan pengangkutan barang-barang kesayangan yang telah bersamanya selama puluhan tahun.

"Kami diusir sekitar pukul 9.30 pagi ini. Ibuku sempat menjerit dan tidak percaya harus dipisahkan dari barang koleksinya, bahkan kami harus meminta bantuan ambulans untuk menenangkan ibu," cerita Brian, anak Appleton kepada Mail Online sebagaimana dilansir brilio.net dari Daily Mail, Kamis (24/3).

Appleton © 2016 brilio.net

Appleton memang termasuk kolektor boneka tertua di dunia. Berbagai koleksinya seperti boneka langka dan mahal dari Star Wars, Action Man dan berbagai boneka bintang Hollywood beserta tanda tangan artis era 1930an.

"Ini bukan soal benda yang banyak orang khawatirkan. Apa yang aku punya di rumah itu adalah 61 tahun kenangan dan tidak semudah itu melepasnya," ujar Appleton.

Keluarga mengaku ibunya tidak pernah menunggak sewa atau pajak. Tapi pengusiran itu murni karena ketakutan adanya bencana yang ditimbulkan dari barang-barang yang dimiliki Appleton.

"Kami telah mencoba setiap pilihan, termasuk tawaran untuk menginstal sistem sprinkler dan membersihkan atau menyimpan barang-barang milik nyonya Appleton di tempat yang aman dan mereka menolak. Demi keamanan warna inilah cara satu-satunya yang bisa kami lakukan," terang Mark Cashin, wakil kepala di Cheshire Fire and Rescue.