Brilio.net - Tak lama lagi Hari Raya Natal akan datang. Namun begitu, atmosfer Natal telah bisa dirasakan beberapa minggu sebelum hari dirayakan. Hal tersebut dapat dilihat dari seringnya lagu-lagu Natal diputar di pusat perbelanjaan dan film-film bertema Natal yang diputar di bioskop maupun televisi.

Nah, adapun salah satu film bertemakan Natal yang saat ini sedang diputar di bioskop ialah Last Christmas. Film tersebut berkisah tentang Kate (Emilia Clarke) yang bekerja di toko peranti Natal milik Santa (Michelle Yeoh).

Singkat cerita, suatu hari Kate pun bertemu dengan pemuda tampan, Tom (Henry Golding). Perkenalan Kate dan Tom kemudian menjelma menjadi sebuah ikatan pertemanan. Namun tak disangka, Kate perlahan justru jatuh cinta dengan pemuda tersebut.

Sekilas, ide cerita film ini memang biasa saja. Akan tetapi, naskah film ini bisa dipastikan tidak receh. Pasalnya, penulisan skrip dilakukan oleh Emma Thompson yang mana merupakan penulis naskah yang telah diakui Oscars.

Nah, buat kamu yang sudah tak sabar untuk menonton film ini di bioskop, yuk simak dulu sejumlah fakta terkait Last Christmas yang brilio.net rangkum berikut ini, dilansir dari berbagai sumber, Kamis (12/12).

Loading...

1. Naskah dikerjakan selama 8 tahun.

film Last Christmas © 2019 brilio.net

foto: etonline.com

Film Last Christmas terinspirasi dari lagu berjudul Last Christmas karya George Michael. Lagu tersebut lalu dikonversi dalam bentuk naskah oleh Emma Thompson dan Greg Wise sejak tahun 2010. Sewindu berlalu, tepatnya pada September 2018, Paul Feig pun didapuk untuk menyutradarai film tersebut.

2. Syuting pada pukul 2 pagi.

film Last Christmas © 2019 brilio.net

foto: icantunseethatmovie.com

Proses syuting film ini dimulai pada 26 November 2018 hingga Februari 2019. Dilansir dari Liputan6, terdapat banyak catatan menarik selama proses produksi. Salah satunya ialah sejumlah adegan film yang diambil sekitar jam 2 pagi di London. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari keramaian yang berpotensi mengganggu jalannya syuting.

3. Paul Feig sempat tak mau menggarap film Last Christmas.

film Last Christmas © 2019 brilio.net

foto: yahoo.com

Paul Feig, sang sutradara sempat tak mau menggarap Last Christmas yang bertemakan hari raya. Pasalnya, pada tahun 2006, ia pernah membuat film bertema hari raya yang kemudian dicaci-maki kritikus dan tak laris di pasaran. Namun, dirinya berubah pikiran setelah membaca naskah yang dikirimkan secara pribadi oleh Emma Thompson.

4. Telah meraup Rp 953 M.

film Last Christmas © 2019 brilio.net

foto: thetimes.co.uk

Diproduksi dengan biaya 30 juta dolar AS atau setara sekitar Rp 420 miliar, kini Last Christmas telah meraup 68 juta dolar AS atau sekitar Rp 953 miliar dari seluruh dunia.

5. Mengapa diangkat dari lagu Last Christmas?

film Last Christmas © 2019 brilio.net

foto: imdb.com

Lagu Last Christmas diangkat menjadi sebuah film karena ia masuk di daftar lagu Hari Raya klasik. Pada Desember 2018 lalu, lagu ini bahkan didengar lebih dari 7 juta kali di Spotify. Pencapaian tersebut tak pelak menempatkan "Last Christmas" sebagai lagu era 1980-an paling didengar.