Brilio.net - Konflik yang terjadi di Afghanistan masih belum mereda. Pasca dikuasai Taliban, negara itu tampak masih dalam keadaan cukup kacau. Kerumunan orang terlihat untuk menyelamatkan keadaan masing-masing. Namun di samping itu, terlihat momen yang cukup memilukan beredar di media sosial Twitter. Dalam cuplikan itu tampak seorang bayi Afghanistan diangkat melewati kawat berduri untuk diselamatkan.

Momen yang terjadi di bandara internasional Kabul pada (19/8) lalu itu, menunjukkan segerombolan orang yang sedang berdesak-desakan. Dalam situasi tersebut terlihat seorang bayi diangkat untuk diserahkan kepada Marinir AS. Kemudian salah seorang tentara menerima bayi itu menggunakan satu tangan saat melalui kawat berduri.

Dilansir brilio.net dari mothership pada Minggu (22/8), menurut Agence France-Presse (AFP), juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan bayi tak dikenal itu tengah sakit. Sehingga, pasukan tentara diminta untuk merawat bayi itu oleh orang tuanya.

Potret bayi Afghanistan © Istimewa


foto: Instagram/@auroraIntel

Kejadian ini pun tampak memilukan, pasalnya orang tua bayi itu terlihat bersusah payah untuk menyerahkan sang buah hati. Popok yang dikenakan pun juga sempat terlepas. Namun pada akhirnya Marinir AS itu dapat menerima bayi tersebut dengan sigap. Rupanya bayi itu kemudian dibawa ke rumah sakit bandara, dan dirawat oleh para profesional medis di lokasi.

Setelah kejadian itu, Mayor James Stenger, juru bicara Marinir AS, mengabarkan ke New York Times melalui email, mengatakan bahwa bayi mungil itu telah berkumpul kembali dengan orang tuanya.

"Saya dapat mengonfirmasi bayi itu dipersatukan kembali dengan ayah mereka dan aman di bandara," begitu ujarnya.

Potret bayi Afghanistan © Istimewa


foto: Instagram/@auroraIntel

Menurut Karby, tidak diketahui identitas dari keluarga sang bayi. Selain itu juga tidak ada informasi apakah mereka telah diterima untuk berimigrasi ke tempat yang aman atau belum.

Namun kejadian penyerahan bayi kepada para tentara bukanlah kali pertama terjadi. The Independent melaporkan bahwa beberapa ibu mulai melemparkan bayi melalui kawat berduri ke tentara Inggris. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menyelamatkan anak-anak mereka dari kekacauan yang sedang berlangsung.