Brilio.net - Abu jenazah bagi beberapa keyakinan sangat dihormati. Biasanya abu jenazah disimpan di tempat dan ruangan khusus. Tapi bagaimana jadinya jika abu jenazah justru digunakan sebagai adonan kue?

Seorang gadis Sekolah Menengah Atas (SMA) di Davis, California membuat geger teman-temannya sekolahnya. Dilansir brilio.net dari independent.co.uk Jumat (19/10), gadis yang bersekolah di Da Vinci Charter Academy ini membagikan biskuit dengan adonan tak biasa kepada teman-temannya. Adonan yang digunakan untuk membuat biskuit tersebut ialah abu jenazah kakeknya.

Total ada sembilan orang yang ikut mengonsumsi biskuit tersebut. Teman sekelas gadis itu mengakui tidak tahu menahu perihal bahan yang digunakan untuk membuat biskuit. Namun, salah seorang siswa bernama Andy Knox mengaku bahwa gadis tersebut sempat menyebut bahan pembuat biskuit.

"Sebelumnya ia menyebut tentang abu jenazah kakeknya. Ia bilang kepada saya, bahwa ada bahan spesial di dalam biskuit ini," jelas Andy Knox, Jumat (19/10).

Gadis tersebut akhirnya tertawa dan menyatakan biskuit yang buat mengandung abu jenazah kakeknya. Mendengar hal tersebut, Andy Knox mengaku cukup ketakutan. Ia menjelaskan bagaimana rasa biskuit yang mengandung abu jenazah tersebut.

Loading...

"Jika kamu pernah makan pasir sewaktu kecil, kamu akan tahu, kamu dapat merasakannya (abu jenazah) berderak di antara gigimu. Seperti itu rasanya," ujar Andy Knox dilansir brilio.net dari independent.co.uk, Jumat (19/10).

Kasus ini masih dalam penyidikan kepolisian. Kepolisian kota Davis, Letnan Doroshow mengatakan bahwa penyidik tidak bisa mengidentifikasi motif dari kejadian ini. "Mereka remaja dan itu bukan kejahatan keji atau serius," ujar Letnan Doroshow, Jumat (19/10).

Letnan Doroshow menambahkan kejadian ini tidak bisa dikaitkan dengan kasus kriminal. Penyidik masih menyeseuaikan undang-undnag yang tepat dikenakan untuk kejadian ini. Namun mereka tidak mendapati undang-undang yang menyalahakan kejadian ini.

Kepala sekolah Tyler Millsap juga turut memberi komentar. "Kejadian ini sangat menantang, kami telah menanggapi dengan cara paling tepat, terhormat, dan bermartabat," ujar Tyler Millsap.