Brilio.net - Ada banyak karya seni unik yang kini bermunculan, mulai dari menggunakan media yang tak biasa, memanfaatkan barang sehari-hari, hingga membuat karya seni dengan ukuran yang tak biasa. Diferensiasi itu seakan menjadi ciri khas seniman dengan seniman lainnya. Nah, salah satu seniman Indonesia yang mempunyai karya seni menarik adalah I Wayan Gd Smara Pradipta. Cowok kelahiran Kuta Bali, 26 tahun yang lalu itu konsisten membuat miniature painting atau lukisan mini sebesar uang koin sejak Oktober 2014.

Ara, panggilan akrab I Wayan Gd Smara Pradipta, mengungkapkan ide membuat lukisan yang hanya berukuran 2-3 cm itu muncul saat rumahnya direnovasi oleh ayahnya. Kala itu ia terpikir untuk mencari lukisan untuk menjadi hiasan dinding kamarnya yang baru agar tak terasa sepi. Sehari-dua hari mencari ternyata tak ditemukan hiasan dinding atau lukisan yang cocok.

"Kalaupun ada yang menurut saya bagus, ukurannya terlalu besar dan makan tempat kalau cuma dipajang satu lukisan. Akhirnya saya bikin lukisan kecil-kecil biar muat banyak," terang Ara kepada brilio.net beberapa waktu yang lalu.

Mulai dari saat itu, Ara akhirnya tertarik untuk terus membuat lukisan mini, meskipun pada akhirnya tak satu pun lukisan buatannya itu dipajang di kamarnya. Ia unggah hasil karyanya itu pada Instagram @talkingtothewalls. Sampai saat ini ia sudah punya lebih dari 11 ribu followers.

Lulusan Sastra Jepang Universitas Udayana ini menyatakan jika ide objek membuat lukisannya bisa muncul dari mana saja. Mulai dari film yang sedang rilis di bioskop, binatang, landscape, dan lain sebagainya. Ia mengaku spontan saja dalam membuat karya.

"Kalau sudah terpikirkan ya ambil pensil, buat sketch kasarnya lalu saya selesaikan dengan watercolor," ungkapnya.

Meski begitu, ia mengaku menemui kendala saat pewarnaan karena mengidap buta warna parsial. Ia menjadi susah untuk mendefinisikan beberapa warna. Beruntunglah ada color identifier, aplikasi penunjuk warna di handphone yang ia manfaatkan untuk mendefinisikan warna yang tak mampu didefinisikan oleh matanya. Satu lukisan biasanya diselesaikan Ara dalam waktu 2-3 jam. Tapi ada pula yang membutuhkan waktu lebih karena detail yang lebih rumit.

Selain itu, akibat kegemarannya dengan Dewi 'Dee' Lestari, Ara sering sekali membuat lukisan buku-buku dan beberapa hal tentang novelis itu dalam bentuk miniature painting. Karyanya itu ternyata membuat Dee kepincut. Ia diundang dalam peluncuran buku Supernova seri terakhir, 'Inteligensi Embun Pagi', 28 Februari lalu.

"Mbak Dewi mengundang saya untuk meramaikan acara launching bukunya dan meminta saya membawa lukisan-lukisan yang berhubungan dengan karyanya untuk dipamerkan di acara tersebut," pungkasnya.

(brl/fen)