Brilio.net - Dubai saat ini menjadi salah satu kota dengan perkembangan paling pesat di dunia. Bukan saja dari segi ekonominya, para kota ini kini bertransformasi menjadi surga dunia.

Karya-karya yang mungkin dulu hanya menjadi wacana semata terutama di bidang arsitektur mulai menjadi kenyataan bermula di Dubai. Mulai dari pulau buatan hingga bentuk gedung-gedung tinggi yang mengagumkan.

Baru-baru ini, ada satu proyek baru yang lagi dalam masa pengembangan di Dubai, namanya Floating Seahorse yang merupakan ide untuk membangun rumah di bawah laut. Keren banget kan?

Rumah Bawah Laut © 2017 brilio.net

foto: metro.co.uk

Dilansir dari Metro, Minggu (13/8), proyek yang dikembangkan oleh Kleindienst Group ini ingin mengembangkan hunian, tidak hanya satu, melainkan "sebuah perkampungan futuristik dengan vila-vila dibangun di bawah laut."

Seperti namanya, Floating Seahorse, perumahan ini mengusung ide untuk ikut melestarikan kuda laut dengan membangun taman terumbu karang sebagai tempat berkembang biak mereka. Dengan begitu, tidak hanya membantu melestarikan alam, pihak pengembang dapat menawarkan kepada calon pemilik rumah pengalaman melihat banyak kuda laut dinding rumahnya.

Rumah Bawah Laut © 2017 brilio.net

foto: homecrux.com

Ukuran rumah ini tidak terlalu besar dan bahkan tergolong kecil namun telah didesain dengan sempurna lewat 20 ribu jam penelitian dan proses desain.

Rumah Bawah Laut © 2017 brilio.net

foto: homecrux.com

Walaupun disebut rumah di bawah laut, tidak semua bangunan berada di bawah laut. Kamar tidur dan kamar mandi utama yang terletak di dek bawah lah yang terendam. Ruang tamu dan ruang-ruang lain akan terletak di atas permukaan air laut.

Rumah Bawah Laut © 2017 brilio.net

foto: homecrux.com

Karena berkonsep rumah di bawah laut, maka lokasi rumah ini cukup jauh dari pesisir pantai, yakni 3,2 kilometer dari pulau terdekat. Transportasinya? Untuk tetap bisa terhubung ke daratan, pemilik dapat menggunakan perahu atau jet ski.

Rumah Bawah Laut © 2017 brilio.net

foto: metro.co.uk

Untuk harganya sendiri, hunian unik ini dihargai lebih dari Rp 30 miliar. Walaupun dijual dengan harga yang fantastis, pengembang Kleindienst optimis bahwa calon pembeli akan sangat tertarik dengan pengalaman alam liar yang mereka tawarkan. Mereka bahkan menyebutkan bahwa 60 rumah telah terjual sebelum peluncuran pertama kali di tahun 2016 kemarin.

Saat ini, Kleindienst Group sedang membangun proyek yang lebih besar lagi, yakni Signature Edition. Konsepnya sama dengan rumah Seahorse, namun dengan ukuran yang lebih besar yang mampu menampung 16 orang.

Rumah Bawah Laut © 2017 brilio.net

foto: metro.co.uk

Sekitar 125 rumah diperkirakan akan dibangun di akhir tahun depan.