Brilio.net - Etos kerja adalah totalitas kepribadian, serta cara mengekspresikan, memandang, meyakini, dan cara memberikan makna adanya sesuatu yang mendorong dirinya untuk bertindak dan bekerja secara optimal.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), etos kerja adalah semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok. Etos kerja menjadi bagian dari tata nilai yang juga diyakini menjadi landasan kerja untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Etos kerja penting di dalam dunia kerja karena pandangan mendasar ini dinilai sebagai suatu hal yang positif untuk peningkatan kualitas kehidupan sehingga memengaruhi perilaku kerja seseorang di dalam organisasi. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai etos kerja, berikut ulasan brilio.net  dari berbagai sumber pada Selasa (28/6).

Pengertian etos kerja

 pengertian dan karakteristik etos kerja © berbagai sumber

foto: Unsplash/Hunters Race

Kata etos berasal dari bahasa Yunani "ethos" yang berarti sikap, kepribadian, watak, karakter, serta keyakinan atas sesuatu. Dalam istilah bahasa Inggris, etos juga dapat diartikan sebagai watak atau semangat fundamental suatu budaya atau ungkapan yang menunjukkan kepercayaan, kebiasaan, dan perilaku suatu kelompok masyarakat. Sikap ini tidak hanya dimiliki oleh individu tetapi juga dalam masyarakat.

Berikut penjelasan mengenai etos kerja menurut para ahli:

1. Menurut Sinamo, etos kerja merupakan seperangkat perilaku kerja yang positif yang berakar pada kesadaran, keyakinan, fundamental, dan komitmen total pada paradigma kerja yang integral. Jika seorang individu atau organisasi mengimplementasikan paradigma kerja tersebut, maka akan melahirkan perilaku kerja yang khas.

2. Mulyadi mengatakan bahwa etos kerja merupakan wujud dari jiwa dan semangat kerja yang dipengaruhi oleh cara pandang terhadap pekerjaan. Cara pandang ini bersumber dari nilai yang tumbuh, berkembang, dan dianut oleh individu atau masyarakat.

3. Menurut Tebba, etos kerja adalah semangat dan sikap batin individu atau kelompok yang di dalamnya terdapat tekanan moral.

4. Anoraga mengemukakan bahwa etos kerja adalah suatu pandangan dan sikap suatu bangsa terhadap pekerjaan. Apabila individu yang ada di dalam organisasi memandang pekerjaan sebagai hal yang luhur bagi eksistensi manusia, maka ia memiliki etos kerja yang tinggi.

5. Menurut Gaol, etos kerja adalah respons yang unik dari individu atau kelompok terhadap kehidupan atau tindakan yang muncul dari keyakinan. Respons tersebut berkembang menjadi kebiasaan atau karakter individu atau kelompok.

6. Menurut Priansa, etos kerja merupakan seperangkat sikap atau pandangan mendasar yang dipegang pegawai untuk menilai pekerjaan sebagai suatu hal yang positif bagi peningkatan kualitas kehidupan sehingga memengaruhi perilaku kerja di dalam organisasi.

Berdasarkan definisi menurut para ahli dapat disimpulkan bahwa etos kerja adalah sebuah sikap atau cara pandang individu atau kelompok secara positif dan bermakna sehingga diwujudkan dengan perilaku kerja yang maksimal.

(brl/lea)