×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
10 Pejuang hutan dari Indonesia, mereka menjaga paru-paru dunia

View Image

0

BRILIO » Sosok

10 Pejuang hutan dari Indonesia, mereka menjaga paru-paru dunia

Sosok-sosok berikut ini tergerak untuk menyelamatkan hutan dari ancaman kehilangan fungsinya.

(brl/swh)

22 / 06 / 2016

Brilio.net - Salah satu manfaat hutan adalah menjadi paru-paru bagi dunia. Apa jadinya bila fungsi hutan tersebut rusak? Tentunya dunia tak akan bisa mendapatkan udara yang bersih, dan akan mengancam kelangsungan hidup umat manusia di dunia.

Selain itu, ketersediaan air pun bisa dibilang sangat bergantung pada hutan. Hal itulah yang membuat sosok-sosok berikut ini tergerak untuk menyelamatkan hutan dari ancaman kehilangan fungsinya.

Siapa saja pahlawan hutan dari Indonesia tersebut? Berikut adalah 10 pejuang hutan yang akan menginspirasimu untuk lebih peduli kepada lingkungan, sebagaimana dihimpun brilio.net dari berbagai sumber, Rabu (22/6).

1. Hilman Jaya Putra.

Pejuang Hutan © 2016 brilio.netfoto: pelitajabaronline.com

Hilman Jaya Putra dikenal sebagai penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) teladan nasional dari Desa Sukakarya, Cianjur, Jawa Barat. Ia juga adalah seorang yang sangat inovatif dan telah berhasil menggandeng masyarakat baik yang tua maupun pemuda untuk melestarikan hutan. Ia juga membentuk suatu wadah untuk pemuda-pemuda, yakni Komunitas Motor Peduli Hutan (KMPH) Agro Bikers.

2. Doni Latuperissa.

Pejuang Hutan © 2016 brilio.netfoto: kemangteer.org

Sarjana Antropologi FISIP USU ini memiliki kecintaan terhadap lingkungan. Di awal tahun 2014 yang lalu ia mendirikan sebuah komunitas peduli hutan mangrove. Komunitas itu bernama Kelompok Mangrove Volunteer Medan (KeMANGTERR MEDAN). Ia mendirikan komunitas peduli hutan ini dengan maksud menjaga ekosistem mangrove di Sumatera Utara.

3. Drs. Raichul Amar, MPd.

Pejuang Hutan © 2016 brilio.netfoto: mongabay.co.id

Ia adalah seorang pendakwah dan dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat.  Selain itu, ia juga dikenal sebagai ulama lingkungan peraih penghargaan Kalpataru 2000. Sejak tahun 1984, ia telah mengabdikan kecintaannya terhadap lingkungan dan hutan. Ia kerap menulis artikel, opini dan puisi-puisi lingkungan yang dimuat di berbagai media cetak, majalah dan jurnal ilmiah di Padang. Saat ini ia telah menghasilkan 100 buah lebih artikel dan 28 buah buku pembelajaran mengenai lingkungan dan hutan.

4. AKBP Singgamata S.IK.

Pejuang Hutan © 2016 brilio.netfoto: memo-x.com

AKBP Singgamata S.IK dikenal sebagai sosok yang peduli lingkungan. Hal itu terbukti saat ia turun langsung melihat pembakaran hutan di lereng gunung Lemongan, saat ia masih menjabat Kapolres Lumajang. Selain turun langsung ke lapangan, ia juga memberi komando kepada anak buahnya untuk segera menyelesaikan kasus pembakaran tersebut agar tidak terus membuat kerusakan lingkungan yang lebih besar.

5. Sutaji.

Pejuang Hutan © 2016 brilio.netfoto: belangsumatra.wordpress.com

Sosok yang satu ini disebut sebagai penyelamat hutan di Lereng Wilis. Ketua Kelompok Tani Sidodadi, Desa Bajulan ini pernah melobi sejumlah instansi pemerintah agar diikutkan pelatihan mengenai tanaman. Dari pelatihan itulah Sutaji mendapatkan pengetahuan tentang jenis tanaman dan cara bercocok tanam di kawasan hutan.

Sutaji lalu mengajak petani lainnya membuat sistem persawahan terasering di lereng-lereng pegunungan yang curam untuk menahan aliran air yang sangat deras pada musim hujan. Setelah menyelamatkan hutan, ia kemudian berpikir bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan yang tidak memiliki lahan pertanian produktif.

6. DJ Ninda.

Pejuang Hutan © 2016 brilio.netfoto: mongabay.co.id

Menjadi seorang disc jockey atau DJ tak membuat kecintaan Ninda pada hutan berkurang. Gadis manis ini kemudian bergabung dengan lembaga pecinta lingkungan Greenpeace. Sebagai aktivis Greenpeace, ia terbiasa berada di tengah hutan beberapa hari. Ia juga pernah bersama aktivis lainnya bahu-membahu memadamkan api di hutan gambut Riau, dan memberikan penyuluhan kepada para pembakar hutan.

7. Natanael.

Pejuang Hutan_7 © 2016 brilio.net

foto: istimewa

Mahasiswa Perguruan Tinggi Raharja Tangerang ini memiliki caranya tersendiri untuk menjadi seorang pejuang hutan. Ia yang mendalami bidang IT ini membuat penggalangan dana dengan tema #savehutankita sebagai bentuk aksi yang ia lakukan untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan yang sering diberitakan baik di televisi maupun di Youtube.

Program Save Hutan Kita memiliki tujuan mulia yakni agar program ini terdanai sehingga dapat untuk membuat sebuah alat yang dapat menanggulangi bencana kebakaran secara cepat dan efektif. Yang mana alat tersebut kini sedang dalam pengerjaan, dan masih dalam bentuk prototype. Bersama Intel & Me, Natanael menggali dana lewat program Kita Bisa. Karya Natanael bisa ditemukan di website kitabisa.com/savehutan.

8. Iwan Darmawan.

Pejuang Hutan © 2016 brilio.netfoto: sesamamedia.blogspot.com

Iwan Darmawan, mantan preman di Jakarta ini kini menjadi pendamping masyarakat Desa Sendang Asih, Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah. Meskipun tidak tamat SD dan bekas preman di Jakarta, Iwan kini bisa menjadi pendorong dan inspirator bagi banyak warga desa di Sendang Asih, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah untuk menjaga hutan lindung Register 22 Way Waya.

9. Mbah Sadiman.

Pejuang Hutan © 2016 brilio.netfoto: infobekasi.co.id

Sosoknya sangat menginspirasi lewat kegiatannya menanam pohon beringin hingga ribuan yang akhirnya dapat menyelamatkan sumber air di lereng Gendol Bukukerto, Wonogiri. Di masa mudanya ia begitu rajin datang ke hutan untuk menanam pohon meskipun tak ada yang menyuruh dan membayarnya. Kesadaran itu tumbuh dari hati nuraninya untuk menyelamatkan air.

10. Daniel.

Pejuang Hutan © 2016 brilio.netfoto: hello-pet.com

Daniel adalah relawan termuda pemadam kebakaran hutan dan lahan di Tumbang Nusa, Pulang Pisau. Bila anak-anak seusianya sekarang sedang sibuk menuntut ilmu atau sedang asyik bermain dengan gadgetnya, Daniel justru lain. Anak yang berusia 16 tahun ini memang lahir di area lahan gambut dan memilih untuk berjuang bersama dalam gerakan 100 sumur bor di lahan gambut Tumbang Nusa bersama Sekolah Relawan dan Jumpun Pambelom dan juga masyarakat setempat.



Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    50%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    50%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

MORE
Wave more