Brilio.net - Usia muda menjadi waktu yang tepat untuk berproses memulai kehidupan dan meraih impian. Sebab di masa-masa itu, potensi diri dan kesiapan mental sudah mulai terbentuk, sehingga sudah sepatutnya memanfaatkan waktu secara efisien dan terkontrol agar mendapatkan masa depan yang lebih cerah.

Meski demikian, bukan perkara mudah mencapai kesuksesan terutama di usia muda. Butuh doa tiada putus, tekad kuat, kejelian mengambil langkah, serta kerja keras yang tidak sebentar. Bahkan tak sedikit yang harus menerima pil pahit kesalahan serta jatuh bangun terlebih dulu sebelum mampu bangkit kembali.

Ada yang nekat mengadu nasib di ibukota, meski rela jauh dari keluarga dan sanak saudara. Bahkan tekanan kerja yang tinggi serta penyesuaian yang tidak mudah, menjadi tantangan tersendiri untuk anak muda yang ingin mencoba mandiri dan mencari kesuksesannya.

Seperti kisah dari seorang pemuda asal Gunungkidul yang sempat berbagi pengalamannya melalui akun TikTok pribadinya @aloevera_marvera. Pengalamannya dalam mencapai kesuksesan membuat kami tertarik dan berkesempatan untuk mengulik kisahnya.

Siang itu, saat matahari sedang terik-teriknya, di depan rumah yang berada di sebuah gang kecil Padukuhan Ngijorejo, RT 03 RW 02, Desa Gari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, brilio disambut dengan ramah oleh seorang pemuda bernama Marcus Nanang Setiawan (26). Rupanya ia adalah owner atau pemilik usaha budidaya lidah buaya serta produk olahan lidah buaya yang ia beri nama 'Marvera'.

Pemuda bisnis lidah buaya omzet puluhan juta brilio.net

foto: brilio.net/Anindya Kurnia

"Marvera sendiri adalah nama saya sendiri "Marcus" dan aloe vera," jelas Nanang.

Pemuda kelahiran 18 Maret 1997 ini sukses membudidayakan tanaman lidah buaya jenis Chinensis Baker di halaman rumahnya. Tumbuhan jenis ini adalah komoditas yang bisa masuk dalam banyak sektor, seperti sektor pertanian, kosmetik, farmasi, bahkan olahan makanan dan minuman.

Meski kini sudah sukses, nyatanya Nanang sempat melalui perjalanan hidup yang tidak mudah. Berawal di tahun 2015 saat dirinya lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan, Nanang memiliki mimpi untuk menjadi seorang karyawan tetap yang mapan dan berpenghasilan tetap pula. Sampai pada tahun 2017, sang ayah sempat meneleponnya dan mengungkapkan keinginannya untuk budidaya lidah buaya.

Ini karena teman sang ayah menjual bibit lidah buaya dan menawarkannya sebagai ladang bisnis. Sehingga ia memulai dengan modal bibit lidah buaya Rp 7 juta dan persiapan lahan sekitar Rp 3 juta. Namun setelah lidah buaya siap panen, ternyata hanya mangkrak dan dibiarkan begitu saja.

Pemuda bisnis lidah buaya omzet puluhan juta brilio.net

foto: brilio.net/Anindya Kurnia

"Jadi saya yang modalin awal, padahal posisi saya masih merantau. Sejak 2017 itu bapak saya beli 1.000 bibit langsung ditanam di halaman rumah ini," ungkapnya.

"Konsepnya itu, dulu ditawari investasi suruh beli bibit, suruh nanam, nanti panen mau 'dikulaki' gitu. Tapi dari 2017-2018 sudah bisa panen ternyata mangkrak. Dianggurin jadi kayak hutan gitu," celetuk Nanang.