Brilio.net - Saat ini, media sosial memang cara yang paling ampuh untuk bisa membuat karya dikenal oleh banyak orang. Karena saat ini hampir setiap orang memiliki akun di mediia sosial. Hal itulah juga dimanfaatkan oleh Popomangun, seorang desainer muda yang memiliki aliran art deco.

Desainer di salah satu perusahaan swasta ini mengaku media sosial memang memudahkan dirinya untuk bisa berinteraksi dengan banyak orang. Apalagi dirinya yang seorang desainer, dengan media sosial bisa memperkenalkan hasil desain miliknya.

Namun sayangnya, media soaial terkadang merugikan pihak desainer, karena pasti tidak sedikit orang yang menggunakan karyanya dan bisa saja diakui oleh orang lain.

"Itu sebuah risiko ketika gue sudah memposting karya gue, tandanya sudah menjadi milik semua," katanya kepada brilio.net di Jakarta, beberapa hari lalu.

Namun ia meyakini seorang desainer harus memiliki karakteristik. Jika ada yang mengambil karyanya itu tanda mereka mengakui kulitas dirinya.

Loading...

"Kalau gue, ketika karya gue di plagiat, artinya orang itu sadar bahwa karya gue bagus. Kalau merugikan tergantung, dia pakai gambar gue untuk sekadar posting dan diganti watermarknya atau buat bisnis," jelasnya.

Ia pun sempat memiliki pengalaman karyanya digunakan oleh orang lain di Jogja dan dijadikan bisnis clothing. "Gue gambar tidak cari duit, tapi ini yang bisa gue dapetin di luar dari kerja kantoran yang tiap hari gue jalanin. Jadi kalau emang mau ambil karya gue silakan, asal izin dulu," jelasnya.