Brilio.net - Memiliki warna mata yang berbeda, seperti hijau, biru, atau abu-abu rupanya menempatkan kamu pada risiko lebih tinggi terkena kanker mata, lho. Peningkatan risiko ini rupanya terkait dengan gen pigmentasi yang mendikte warna mata. Kanker mata adalah salah satu jenis kanker yang cukup langka di dunia, seperti yang dilansir brilio.net dari dailymail.co.uk, Senin (22/8). Biasanya penyakit ini  menyerang oleh orang-orang yang berusia di atas 50 tahun, memiliki warna kulit yang pucat dan bermata biru.

Terkena paparan matahari yang berlebihan merupakan salah satu faktor risiko yang pasti untuk kanker mata. Mengapa demikian? Hal tersebut karena adanya mutasi pada gen BAP1 yang juga dianggap meningkatkan risiko kanker kulit dan kanker lainnya. Penelitian di Amerika Serikat adalah yang pertama untuk menemukan bukti hubungan yang kuat antara gen terkait dengan warna mata dan pengembangan melanoma uveal. Tak hanya itu, faktor lain juga karena faktor genetik yang terkait dengan mata dan pigmentasi kulit yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita melanoma uveal.

Asisten Profesor, Dr Mohamed Abdel-Rahman dari Ohio State University mengatakan, "Ini adalah penemuan yang sangat penting yang akan memandu upaya penelitian masa depan untuk mengeksplorasi interaksi gen pigmentasi dengan faktor risiko genetik dan lingkungan lainnya pada kanker yang tidak terkait dengan paparan sinar matahari, seperti contohnya kanker melanoma mata".

Lebih lanjut, peneliti bilang studi mereka menunjukkan bahwa dalam melanoma mata perbedaan pigmentasi mungkin memainkan peran kanker dapat berkembang dan tidak terkait dengan perlindungan sinar matahari.

Mata Biru Kanker  © 2016 brilio.net

Loading...

Penelitian kanker mata terbatas dilakukan karena kelangkaannya sehingga penelitian hanya menganalisa sampel dari 270 pasien dengan melanoma uveal, yang sebagian besar dirawat di Ohio State. Ada hubungan klinis yang dikenal antara melanoma mata dan kanker kulit, itu sebabnya para ilmuwan berusaha menentukan apakah ada yang hubungan antara faktor genetik kedua penyakit tersebut.

Tim ini juga menganalisa 29 mutasi genetik sebelumnya yang dikaitkan dengan kanker kulit untuk menentukan apakah ada risiko yang terkait kanker mata. Hasilnya, tiga asosiasi genetik paling signifikan terjadi di wilayah genetik yang menentukan warna mata.