Brilio.net - Chia seed saat ini sedang populer dikalangan masyarakat yang sedang melakukan program diet atau hidup sehat. Sekilas, chia seed memiliki bentuk yang mirip dengan biji selasih yang biasanya digunakan untuk campuran es buah atau es campur.

Meski mirip, chia seed dan biji selasih merupakan dua tanaman yang berbeda. Chia Seed adalah tanaman yang berasal dari gurun Salvia hispanica yang masih satu famili dengan tanaman mint. Chia seed tumbuh dan ditemukan di Amerika Tengah di mana biji-bijian tersebut dimanfaatkan sebagai makanan suku Aztec kuno. 

Chia seed memiliki beberapa kandungan nutrisi seperti omega-3. Chia seed per onsnya memiliki serat yang baik untuk tubuh. Selain itu, chia seed juga mengandung protein, kalsium, mineral, dan berbagai vitamin. Dengan kandungan nutrisi dan gizinya yang lengkap, biji chia ini dapat digolongkan sebagai superfood.

Dilansir dari Medical News Today, chia seed merupakan sumber omega-3, serat, antiokdisan, dan kalsium 28 gram atau sekitar 2 sdt chia seed mengandung 5,6 gram protein.

Dengan kandungan nutrisi yang banyak, tak heran jika chia seed termasuk makanan sehat yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Berikut 10 manfaat chia seed untuk kesehatan, dilansir brilio.net dari healthline dan sumber lainnya pada Selasa (29/9).

Loading...

1. Mencukupi kebutuhan nutrisi dengan sedikit kalori.

Manfaat chia seed © 2020 brilio.net

foto: freepik

Chia seed adalah makanan penting bagi suku Aztec dan Maya pada masa itu. Mereka mengonsumsi chia seed sebagai makanan pokok kala itu. Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat di Indonesia mulai mengenal chia seed sebagai makanan sehat yang baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan tubuh.

Di dalam chia seed terkandung serat, protein, omega-3, kalsium, mangan, magnesium, fosfor, zinc, vitamin B3, B1, serta B2. Dalam 1 ons chia seed, setara dengan 28 gr atau 2 sdm chia seed. Dengan jumlah yang kecil, chia seed hanya memasok 137 kalori dan satu gram karbohidrat yang dapat dicerna. Selain itu, chia seed hanya mengandung 101 kalori per onsnya.

2. Melawan radikal bebas.

Manfaat chia seed © 2020 brilio.net

foto: freepik

Chia seed mengandung antioksidan yang tinggi. Kandungan antioksidan ini dapat melawan produksi radikal bebas, yang dapat merusak molekul sel dan berkontribusi pada penuaan dan penyakit seperti kanker.

Mengonsumsi chia seed, kamu dapat mencegah tanda penuaan pada kulit sekaligus menurukan risiko terkena penyakit kanker yang disebabkan oleh penumpukan radikal bebas dalam tubuh.

3. Menurunkan risiko penyakit jantung.

Manfaat chia seed © 2020 brilio.net

foto: freepik

Chia seed mengandung serat, protein, dan omega-3 yang tinggi, sehingga membuatnya dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa chia seed secara signifikan mengurangi tekanan darah pada penderita hipertensi, yang merupakan faktor risiko kuat untuk penyakit jantung.

4. Membantu menurunkan berat badan.

Manfaat chia seed © 2020 brilio.net

foto: freepik

Banyak ahli kesehatan percaya bahwa chia seed dapat membantu menurunkan berat badan. Serat larutnya menyerap banyak air dan mengembang dalam perut, sehingga meningkatkan rasa kenyang lebih lama dan memperlambat penyerapan makanan.

Beberapa penelitian telah meneliti glukomanan serat larut, yang bekerja dengan cara yang sama, menunjukkan bahwa hal itu dapat menyebabkan penurunan berat badan. Selain itu, protein dalam chia seed bisa membantu mengurangi nafsu makan dan asupan makanan.

Sebuah penelitian selama 6 bulan pada orang obesitas dengan diabetes tipe 2 dan diet rendah kalori, menemukan bahwa makan chia seed setiap hari menyebabkan penurunan berat badan yang jauh lebih besar daripada plasebo atau obat lainnya.

5. Menjaga kesehatan tulang.

Manfaat chia seed © 2020 brilio.net

foto: freepik

Kandungan kalsium, fosfor, magnesium dan protein pada chia seed dapat menjaga kesehatan tulang apabila dikonsumsi secara rutin. Kandungan kalsiumnya sangat mengesankan yaitu 18% dari RDI dalam satu ons (28 gram).

Data tersebut menunjukkan bahwa kandungan kalsium pada chia seed lebih tinggi daripada produk susu. Oleh karena itu, chia seed dianggap sebagai sumber kalsium yang sangat baik bagi orang yang tidak mengonsumsi produk olahan susu.

6. Mengurangi kadar gula darah.

Manfaat chia seed © 2020 brilio.net

foto: freepik

Kadar gula darah yang tinggi adalah gejala khas diabetes tipe 2 yang tidak bisa diobati. Kadar gula darah tinggi secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa penyakit kronis, termasuk penyakit jantung.

Namun kadar gula tinggi yang diakibatkan karena mengonsumsi makanan dengan glukosa berlebihan juga dapat memicu masalah kesehatan.

Suatu penelitian yang dilakukan pada hewan telah membuktikan bahwa salah satu manfaat chia seed ialah dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan kontrol gula darah, serta menstabilkan kadar gula darah setelah makan.

Beberapa penelitian pada manusia mendukung hal ini dengan menunjukkan bahwa makan roti yang mengandung chia seed, dapat menurunkan kenaikan gula darah dibandingkan dengan roti tanpa chia seed.

7. Mengurangi peradangan kronis.

Manfaat chia seed © 2020 brilio.net

foto: freepik

Peradangan adalah respons normal tubuh terhadap infeksi atau cedera. Kulit merah dan bengkak adalah contohnya. Meskipun peradangan membantu tubuh menyembuhkan dan melawan bakteri, virus, dan agen infeksius lainnya, terkadang peradangan dapat menyebabkan kerusakan tubuh. Utamanya berlaku untuk peradangan kronis yang dikaitkan dengan peningkatan risiko jantung dan kanker.

Peradangan kronis sering kali tidak menunjukkan tanda-tanda yang terlihat, tetapi dapat dinilai dengan mengukur penanda peradangan dalam darah. Satu studi selama 3 bulan pada 20 orang dengan diabetes, menunjukkan bahwa makan 37 gram chia seed setiap hari dapat mengurangi penanda inflamasi hs-CRP sebesar 40%.

-8. Sebagai menu makanan diet.

Manfaat chia seed © 2020 brilio.net

foto: freepik

Chia seed terkenal sebagai salah satu makanan untuk orang yang sedang menjalani program diet. Hal ini dikarenakan chia seed mengandung banyak serat dan dapat menurunkan berat badan.

Rekomendasi dosis umum mengonsumsi chia seed untuk diet adalah 20 gram (sekitar 1,5 sendok makan) biji chia, dua kali sehari. Kamu dapat mencampurkan chia seed ke dalam makanan atau minuman sehatmu.

9. Melawan pertumbuhan kanker.

Manfaat chia seed © 2020 brilio.net

foto: freepik

Chia seed kaya asam alfa-linolenat (ALA), sejenis asam lemak omega-3 yang ditemukan di banyak makanan nabati. Pada 2013, sebuah studi in-vitro yang diterbitkan dalam Journal of Molecular Biokimia menemukan bahwa ALA membantu membatasi pertumbuhan sel kanker payudara dan leher rahim.

Para peneliti menemukan bahwa senyawa mampu melawan sel-sel kanker tanpa merusak sel-sel sehat normal dalam tubuh. Sementara penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan untuk mengetahui implikasi yang lebih dalam dari ALA pada jenis kanker lainnya.

Penemuan ini menjadi kabar bagus untuk wanita yang berjuang melawan kanker payudara dan leher rahim. Penemuan ini juga membuat chia seed berpotensi menjadi makanan penangkal kanker.

10. Membantu mengontrol nafsu makan.

Manfaat chia seed © 2020 brilio.net

foto: freepik

Chia seed mengandung protein dalam jumlah yang cukup. Menurut beratnya, chia seed mengandung sekitar 14% protein, yang sangat tinggi dibandingkan dengan kebanyakan tumbuhan. Chia seed juga memiliki keseimbangan asam amino esensial yang baik.

Protein memiliki berbagai manfaat kesehatan dan sejauh ini merupakan nutrisi makanan yang paling ramah untuk penurunan berat badan. Asupan protein tinggi menurunkan nafsu makan dan telah terbukti mengurangi pikiran obsesif tentang makanan hingga 60% dan keinginan untuk ngemil malam hari sebesar 50%.