Brilio.net - Sebagian orang mungkin masih awam dengan penyakit hernia. Hernia merupakan salah satu penyakit yang biasanya ditandai dengan menonjolnya atau guratan usus di bagian tertentu. Penyakit ini juga dikenal dengan istilah turun berok. Hernia umumnya menyerang laki-laki terutama pada anak kecil.

Meskipun penyakit hernia tidak mengancam jiwa, namun memang membutuhkan perawatan serius. Terkadang orang juga tak memperhatikan penyakit hernia ini sejak dini.

Hernia biasanya dimulai dengan benjolan kecil yang terjadi di balik kulit perut. Nah, untuk kamu yang belum mengenali dan mengerti menganai penyakit hernia langsung saja simak rangkuman di bawah ini.

Berikut brilio.net rangkum dari berbagai sumber mengenai penyakit hernia, gejala, penyebab & cara mengobati, Selasa (26/11).

Jenis penyakit hernia

Loading...

Kenali penyakit hernia, gejala, penyebab, & cara mengobati freepik.com

foto: freepik.com

Penyakit hernia ini terbagi menjadi beberapa jenis.

- Hernia inguinalis, terjadi ketika usus atau jaringan lemak di rongga perut mencuat ke selangkangan. Jenis penyakit hernia ini sering terjadi dan pria memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya.

- Hernia femoralis, terjadi ketika jaringan lemak, atau sebagian usus mencuat ke paha atas bagian dalam. Untuk penyakit ini risiko lebih tinggi terjadi pada wanita, terutama wanita hamil ataupun obesitas.

- HerniauUmbilikus, bagian usus menembus dinding perut di sekitar pusar. Kondisi ini biasanya terjadi pada bayi yang baru saja lahir dan bayi di bawah 6 bulan.

- Hernia insisional, ini terjadi ketika usus menembus dinding otot perut pada lokasi operasi yang pernah dilakukan. Hernia tipe ini kerap terjadi apabila luka operasi tidak sembuh sempurna, misalnya pernah mengalami infeksi setelah operasi. Hernia insisional biasanya terjadi dalam waktu 2 tahun setelah operasi dan kerap ditemukan pada orang lanjut usia atau dengan berat badan berlebih.

- Hernia epigastrik, terjadi ketika jaringan lemak mencuat melalui dinding perut bagian atas, tepatnya dari ulu hati hingga pusar.

- Hernia hiatus, agak berbeda dengan tipe hernia lainnya. Pada hernia tipe ini, bagian atas lambung menonjol melalui hiatus, sebuah lubang pada diafragma.

Gejala hernia

Penyakit hernia juga ditandai beberapa gejala yang mungkin mirip dengan penyakit lainnya.

1. Gangguan pencernaan dan sakit perut

Kenali penyakit hernia, gejala, penyebab, & cara mengobati freepik.com

foto: freepik.com

Hernia dapat menyebabkan masalah perut seperti kesulitan dalam mencerna makanan, masalah pencernaan, sembelit, hingga gangguan usus lainnya. Terkadang penyakit hernia juga akan menyebabkan rasa sakit di perut yang parah hingga harus dilakukan dengan bantuan medis.

2. Ketidaknyamanan di perut atau selangkangan

Kenali penyakit hernia, gejala, penyebab, & cara mengobati freepik.com

foto: freepik.com

Umumnya gejala hernia adalah benjolan atau tonjolan yang dihasilkan di bagian tubuh yang sakit atau akan menimbulkan rasa sakit pada selangkangan dikenal dengan kondisi hernia inguinalis atau femoralis. Rasa sakit itu akan terasa ketika atau setiap kali duduk atau membungkuk untuk mengangkat sesuatu.

3. Gangguan saraf

Kenali penyakit hernia, gejala, penyebab, & cara mengobati freepik.com

foto: freepik.com

Hernia juga menyebabkan rasa nyeri pada bagian syaraf. Misalnya hernia inguinalis yang dapat menyebabkan nyeri kaki, skrotum (untuk pria) atau labia (untuk perempuan). Mungkin kamu juga harus mewaspadai dan segera datang ke UGD ketika mengalami gejala-gejala seperti nyeri hebat dan tiba-tiba ada benjolan hernia, mual dan muntah sulit buang air besar atau buang angin.

Penyebab hernia

Kenali penyakit hernia, gejala, penyebab, & cara mengobati freepik.com

foto: freepik.com

Hernia ini terjadi akibat adanya tekanan, lubang atau kelemahan pada otot. Tekanan ini akan mendorong jaringan melalui lubang atau titik lemah tersebut. Kelemahan pada otot dapat dialami karena bawaan lahir, meskipun lebih sering terjadi pada kemudian hari. Karena itu, semua hal yang meningkatkan tekanan di dalam perut dapat menyebabkan penyakit hernia, seperti:

- Mengangkat benda berat.

- Kondisi berat badan berlebih.

- Batuk atau bersin terus menerus.

- Konstipasi yang membuat penderitanya harus mengejan saat buang air besar.

- Diare atau sembelit.

- Kehamilan yang akan meningkatkan tekanan dalam dinding perut.

- Berat badan meningkat secara tiba-tiba.

- Penumpukan cairan di dalam rongga perut.

- Kekurangan gizi serta merokok.

Cara mengobati hernia

Untuk mengetahui atau mendiagnosis penyakit hernia ini dilakukan pemeriksaan fisik secara medis oleh dokter. Umumnya dokter akan meraba bagian tonjolan atau benjolan yang dirasakan sakit oleh pasien yang dapat terlihat ketika penderita di posisi duduk atau batuk.

Pasien bisa juga dianjurkan untuk melakukan beberapa pemeriksaan seperti USG perut, pemeriksaan dengan menggunakan gelombang suara frekuensi untuk membuat gambar struktur dalam perut. Ada juga CT scan, pemeriksaan dengan menggunakan sinar-X untuk menghasilkan gambar. Tes MRI hingga endoskopi, pemerikasaan menggunakan perangkat kamera kecil yang melewati tenggorokan hingga masuk ke perut.

Nah, jika sudah dideteksi memang penyakit hernia umumnya dilakukan dengan operasi. Namun tidak semua hernia harus dioperasi. Operasi ini dilakukan jika benjolan menimbulkan gejala yang menganggu atau semakin membesarnya benjolan. Ada beberapa metode yang dapat dilakukan dokter, yakni:

1. Terapi obat.

Kenali penyakit hernia, gejala, penyebab, & cara mengobati freepik.com

foto: freepik.com

Untuk pasien hernia hiatus, biasanya dokter akan memberikan obat untuk menurunkan asam lambung, untuk meredakan gejala dan rasa sakit tidak nyaman.

2. Operasi.

Kenali penyakit hernia, gejala, penyebab, & cara mengobati freepik.com

foto: freepik.com

Operasi penyakit hernia ini terbagi menjadi dua jenis yaitu, operasi hernia menggunakan jahitan, jala atau keduanya. Kemudian bekas luka bedah akan ditutup menggunakan jahitan, atau lem bedah. Sedangkan yang kedua yakni laparoskopi, yang memungkinkan sayatan yang lebih kecil pada dinding perut, sehingga pemulihan operasi dapat lebih cepat.

Hernia yang mengalami inkarserasi atau strangulasi membutuhkan penanganan segera. Biasanya dokter akan memijat hernia masuk ke dalam rongga perut. Bila tidak berhasil operasi, harus segera dilakukan.

Hernia umbilikalis pada bayi biasanya tidak dioperasi kecuali bayi sudah mencapai umur di atas 5 tahun, sangat besar dan menimbulkan gejala atau mengalami strangulasi. Hernia ini perlu dioperasi jika lubang yang dilalui hernia berdiameter lebih dari 2 cm.