Brilio.net - Tidak hanya orang dewasa, anak-anak dan balita pun bisa mengalami sesak napas. Meski tak punya riwayat keluarga yang mengidap asma, sesak napas bisa datang kapan saja. Ada banyak faktor yang menyebabkan anak bisa mengalami sesak napas. Mulai dari polusi udara, stres berlebihan, hingga alergi.

Sesak napas pada anak banyak ditakutkan oleh para orang tua. Sebab, berbeda dengan orang dewasa yang sudah paham dengan kondisi, anak-anak belum bisa menunjukkan bahwa ia sedang mengalami sesak napas. Karena itu setiap orang tua sebaiknya mulai mengenali lebih lanjut tentang gangguan pernapasan yang satu ini.

Tujuannya agar bisa lebih waspada dan menjaga kesehatan sang buah hati. Namun jika tiba-tiba anak mengalami sesak napas, kita sebaiknya sudah bisa memberikan pertolongan pertama untuknya. Berikut sembilan cara mengatasi sesak napas pada anak yang telah dirangkum brilio.net dari berbagai sumber pada Jumat (22/11).

1. Kenali gejala yang muncul pada anak.

Loading...

foto:freepik.com

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengenali gejala apa yang muncul pada anak. Usahakan untuk tetap tenang, sehingga bisa memperhatikan hal-hal apa saja yang terjadi pada anak. Beberapa gejala-gejala yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:
-Tarikan napas anak yang semakin cepat, namun tersengal-sengal
-Lubang hidung terbuka lebar saat bernapas
-Kulit antara tulang rusuk dan leher seperti ikut tertarik, saat anak menarik napas
-Terdengar suara napas anak seperti suara siulan atau ngik-ngik
-Jika anak menangis, suaranya terdengar serak

2. Tempatkan anak di tempat yang nyaman.

foto: freepik.com

Untuk memperlancar pernapasannya, segera bawa anak ke tempat yang nyaman. Usahakan tempat tersebut memiliki suhu udara atau suhu ruangan yang normal. Artinya tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas. Kamu bisa membawanya ke ruangan terbuka yang bebas kerumunan orang. Atau kamu bisa mengajaknya ke kamar tidur, tempatnya biasa beristirahat.

3. Atur posisi anak.

foto: freepik.com

Posisikan anak dan suruhlah ia untuk duduk tegak. Jika masih bayi, posisikan kepalanya untuk terus berada di atas. Caranya dengan menggendong dan membuatnya berdiri setengah duduk. Sandarkan kepalanya dibahu anda. Terus gendong anak dengan posisi demikian hingga pernapasannya mulai membaik. Hindari membaringkan anak saat sesak napas, sebab itu justru akan membuat saluran pernapasan mereka menjadi tersumbat.

4. Berikan anak pakaian yang longgar.

foto:freepik.com

Agar pernapasannya tidak terganggu, longgarkan pakaian anak. Jika menggunakan baju berkancing, lepaskan kancing dan biarkan terbuka. Jika anak memakai pakaian yang ketat, gantilah pakaiannya dengan yang lebih longgar dan nyaman.

5. Oleskan minyak kayu putih atau minyak telon di dada anak.

foto: freepik.com

Bagi anak-anak atau bayi, kita bisa mengoleskan minyak kayu dan minyak telon di dada. Fungsinya untuk menghangatkan badan dan melancarkan pernapasan. Biasanya aroma minyak kayu putih dan minyak telon akan membuat pernapasan anak menjadi lebih lega.

2 dari 2 halaman

6. Lakukan pijatan ringan.

foto:freepik.com

Lakukan pijatan ringan di bagian antara atas jempol kaki dengan telunjuk kaki. Area tersebut adalah letak syaraf paru-paru terhubung. Cukup pijat dengan perlahan dan lembut. Sambil memijat, hibur anak dengan mengatakan perkataan yang akan menenangkannya. Jangan bertanya dan meminta anak untuk menjawabnya, sebab ia akan kesusahan berbicara karena sesak napas.

7. Gunakan alat bantu pernapasan.

foto: freepik.com

Apabila pernapasan anak tak kunjung membaik, kamu bisa menggunakan alat pernapasan seperti inhaler dan nebulizer. Untuk anak, pilihlah nebulizer yang menghasilkan uap yang lebih kecil. Berikut cara menggunakan nebulizer:
-Cuci tangan terlebih dahulu sebelum menggunakan nebulizer
-Siapkan obat dan racik sesuai anjuran dokter
-Tuangkan obat ke dalam wadah obat dinebulizer
-Tambahakn cairan saline jika diperlukan
-Hubungkan wadah obat ke mesin seta masker dengan bagian atas wadah
-Pasangkan masker hingga menutupi hidung dan mulut anak, pastikan pinggiran masker tersegel baik dan menempel pada wajah anak
-Hidupkan mesin nebulizer
-Arahkan anak untuk menarik napas dengan hidung dan mengeluarkannya lewat mulut.
-Jika sudah tidak ada uap yang keluar, matikan mesin nebulizer.
-Gunakan nebulizer selama 15-20 menit

8. Berikan anak air putih hangat untuk diminum.

foto: freepik.com

Air putih hangat bisa melancarkan sirkulasi darah dan ampuh untuk membuang racun didalam tubuh. Karena itulah ketika anak mengalami flu, kita sering dianjurkan untuk memberikannya air hangat untuk diminum secara rutin. Namun dalam kasus sesak napas, fungsi dari air putih hangat ini adalah untuk menenangkan anak. Sebab, air putih hangat dipercaya bisa menenangkan sistem syaraf. Jadi jika pernapasan anak sudah membaik, minumkanlah air putih hangat agar ia merasa tenang.

9. Segera konsultasikan ke dokter.

foto: freepik.com

Langkah-langkah yang disebutkan sebelum ini adalah bentuk antisipasi bagi orang tua yang mendapati kondisi anak tiba-tiba sesak napas. Jadi meskipun pernapasan anak sudah membaik, ada baiknya untuk tetap mengkonsultasikannya pada dokter. Jelaskan semua gejala-gejala yang dialami anak pada dokter. Dengan demikian, kita bisa mengetahui penyebab anak mengalami sesak napas dan segera mengatasinya.

mgg: Deta Jauda