×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Fast food dan junk food ternyata berbeda, ini penjelasannya

View Image

0

BRILIO » Kesehatan

Fast food dan junk food ternyata berbeda, ini penjelasannya

foto: kpopherald.koreaherald.com

Pasti selama ini kamu mengira dua istilah itu sama. Hayo, ngaku?

09 / 08 / 2016

Brilio.net - Gaya hidup modern dan serba praktis bikin orang kerap sembrono dengan kesehatannya. Salah satu kebiasaan sembrono tersebut adalah makan makanan yang nggak sehat. Makanan yang nggak sehat itu apa? Pasti kamu menyebut fast food, ada pula yang bilang junk food.

Hmmm... Kamu sering mengira fast food adalah junk food, begitu pun sebaliknya, bukan? Ternyata ada beda di antara keduanya walaupun tipis.

Sebagaimana dilansir brilio.net dari itimes, Selasa (9/8), ada namanya fast food alami, yang mana tersedia di sekeliling kita dan nggak perlu dipersiapkan secara khusus. Misalnya aja susu, buah, salad, buah kering dan sejenisnya.

Ada pula namanya semi-fast food yang membutuhkan persiapan khusus untuk jangka waktu agak lama. Misalnya aja semacam yogurt, sereal panggang, nasi bakar, dan lain-lain. Kalau dari sisi minuman, minuman yang termasuk fast drink alami adalah air lemon.

Sekarang ini orang kerap menyebut fast food adalah junk food (fast food yang nggak alami) dan nggak sehat bagi jantung. Contohnya pizza, burger, potato chips, dan lain-lain.

Loading...

Nah, junk food inilah yang berisi campuran olahan karbohidrat glikemik tinggi dan lemak hewani jenuh. Olahan karbohidrat glikemik ini bisa menyebabkan insulin meninggi dan resistensi insulin bisa mengakibatkan sindrom metabolik yang membuat orang mengalami hipertensi, diabetes, kandungan kolesterol baik (HDL) merosot, permasalahan jantung, dan obesitas. Contoh dari olahan karbohidrat glikemik ini adalah gula putih dan beras putih.

Kelebihan lemak hewani jenuh bisa meningkatkan kolesterol jahat (LDL). Sebesar 1% aja peningkatan LDL, bisa meningkatkan risiko serangan jantung sebanyak 2%, dan turunnya kadar HDL sebesar 1% aja bisa meningkatkan risiko serangan jantung 3%. Bisa membayangkan guys, bahayanya?

Junk food sering disuguhkan dengan kandungan lemak trans. Lemak trans ini diperoleh dari proses hidrogenasi. Hidrogenasi adalah proses kimiawi untuk mengubah minyak dalam bentuk cair menjadi padat. Ada dua jenis proses hidrogenasi, yakni hidrogenasi sempurna dan hidrogenasi sebagian. Nah, jenis kedua inilah yang menghasilkan lemak berbahaya, disebut pula lemak trans. Lemak trans inilah yang berkontribusi meningkatkan LDL.

Selain itu junk food juga tinggi kandungan garam dan rendah karbohidrat kompleks. Akibatnya bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, gangguan jantung, dan bisa menyebabkan kanker.

Nah, dari ulasan yang dibuat oleh K K Aggarwal, seorang dokter ahli kesehatan jantung dari India di atas, disimpulkan bahwa fast food dibagi menjadi dua, fast food alami yang merupakan makanan sehat bagi jantung (rendah lemak jenuh dan tinggi karbohidrat kompleks) dan junk food atau fast food nggak alami yang justru memiliki kandungan sebaliknya.

Jadi, sekarang udah tahu perbedaannya kan, Sobat Brilio? Selalu jaga pola makan dan pola hidup sehat, ya. Kesehatanmu lho!







Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    40%

  • Ngakak!

    40%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    20%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more