×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Nggak bikin gemuk, ini 5 alasan sehat kudu makan lemak lebih banyak

View Image

0

BRILIO » Ilmiah

Nggak bikin gemuk, ini 5 alasan sehat kudu makan lemak lebih banyak

foto: thefunctionalbody.com

Kalau kamu diet rendah lemak, justru bikin otakmu nggak berfungsi maksimal, lho.

02 / 03 / 2016

Brilio.net - Setiap kali ditawarin makan makanan berlemak, kamu menolak. Dalihmu karena lemak bisa bikin gemuk, kolestrol jadi tinggi, dan berisiko penyakit jantung. Hmmm...sepertinya kepercayaan umum satu ini harus kamu singkirkan sekarang juga deh, sobat Brilio. Pasalnya, sebuah studi ilmiah menunjukkan adanya banyak manfaat mengonsumsi lebih banyak lemak.

David Perlmutter, seorang dokter, penulis buku, sekaligus ilmuwan dari Naples, Florida, Amerika Serikat, menjelaskan diet nenek moyang kita terdiri dari 75% lemak, 20% protein, dan 5% karbohidrat. Sementara diet zaman sekarang itu terdiri dari 60%  karbohidrat, 20% protein, dan 20% lemak. Padahal menurut Perlmutter, kondisi kesehatan saat ini, termasuk Alzheimer, ADHD, depresi, kecemasan, dan sakit kepala kronis terkait dengan peradangan dalam tubuh dan otak yang dipicu oleh karbohidrat.

Penelitian lain berkata senada. Epidemi obesitas, yang telah dua kali lipat dalam 50 tahun terakhir, bukan karena orang makan terlalu banyak lemak, namun karena banyak mengonsumsi karbohidrat dan gula, termasuk glukosa yang ditemukan dalam buah-buahan dan jus. Glukosa berlebihan dikonversi oleh tubuh dan disimpan sebagai lemak.

BACA JUGA: 13 Meme 'belahan' disensor ini sindir KPI lagi deh, bikin ngakak!

Nah, maka dari itu yuk, kenali manfaat makan lebih banyak lemak, sebagaimana dilansir brilio.net dari Lifehack, Rabu (2/3), berikut ini:

Loading...

1. Kesehatan otak

Apakah kamu tahu bahwa jaringan otak terdiri dari hampir 60% lemak? Fakta ini telah ditunjukkan dalam penelitian berjudul 'Essential fatty acids and human brain' tahun 2009. Jadi, kalau kamu diet rendah lemak, justru bikin otakmu nggak berfungsi maksimal, lho.

Lemak di sini bukan semata asam lemak esensial dan omega 3 (yang banyak ditemukan dalam makanan seperti salmon dan alpukat), tapi juga beberapa lemak jenuh yang justru selama ini dihindari, termasuk lemak hewan alami.

Perlu juga kamu ketahui, vitamin penting seperti A, D, E, dan K tidak larut dalam air sehingga butuh lemak dalam pengangkutan dan penyerapan di dalam tubuh. Vitamin ini juga penting bagi kesehatan otak dan banyak organ vital manusia. Untuk saat ini, vitamin D banyak disebut sebagai elemen penting dalam mengurangi kerentanan terhadap Alzheimer, Parkinson, depresi, dan gangguan otak lain. Sementara omega 3 disebut mempertajam fungsi kognitif serta memperbaiki mood.

2. Memaksimalkan kinerja paru-paru

Paru-parumu dilapisi sebuah zat yang hampir keseluruhannya terdiri dari lemak jenuh. Bayi prematur yang kekurangan zat ini diberi surfaktan untuk menjaga paru-paru berfungsi dengan baik.

Tanpa lemak jenuh, paru-paru bisa tak berfungsi optimal. Beberapa penelitian, termasuk berjudul 'Dietary fat and asthma: is there a connection?' pada tahun 1997, melihat hubungan antara konsumsi rendah lemak jenuh dengan asma sebagai hasil dari pemecahan lapisan lemak ini.

3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Michael dan Mary Eades menyatakan dalam buku 'Good Calories, Bad Calories' bahwa lemak jenuh yang ada pada mentega dan minyak kelapa berperan bagi kesehatan kekebalan tubuh. Hilangnya asam lemak jenuh yang cukup dalam sel darah putih menghambat kemampuan mengenali dan menghancurkan serangan asing, seperti virus, bakteri, dan jamur.

4. Menjaga kesehatan organ vital

Lemak membentuk sebagian besar membran sel dan kulit kamu terbentuk dari sejumlah besar sel. Tanpa konsumsi lemak yang tepat, kulit bisa menjadi kering dan pecah-pecah, yang bisa membuka jalur infeksi masuk ke dalam tubuh kamu.

5. Baik untuk jantung

Banyak penelitian telah dilakukan untuk meneliti manfaat dari makan makanan berlemak jenuh. Sebuah studi khusus berjudul 'Coconut oil consumption and coronary heart disease' tahun 1992, difokuskan pada populasi di Kepulauan Pasifik yang makan hingga 60% lemak dari diet mereka, dalam bentuk minyak kelapa jenuh. Studi ini menunjukkan hampir tak ada insiden penyakit jantung.

Lemak juga memberikan energi dua kali lipat ketimbang kalori karbohidrat (9:4 kalori per gram). Jadi, banyak makan lemak bukan hanya memberimu energi tahan lama, tapi juga makan lebih sedikit karena tubuh cepat kenyang.

Tapi, kamu wajib menjauhi lemak trans. Lemak trans merupakan monster jahat yang dibuat dengan penambahan atom hidrogen ke dalam lemak jenuh selama proses pemanasan. Manipulasi lemak ini tak ada manfaatnya, terkecuali menjadikan makanan awet di rak minimarket atau supermarket.





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    100%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more