×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Tak selamanya baik, ini risiko penyakit orang yang punya IQ tinggi

View Image

0

BRILIO » Ilmiah

Tak selamanya baik, ini risiko penyakit orang yang punya IQ tinggi

foto: Slash Film

Mungkin sudah tak terhitung jumlahnya film dan novel yang menceritakan sosok cerdas namun punya gangguan mental.

18 / 10 / 2017

Brilio.net - Jika kamu mengamati sosok dengan kecerdasan intelektual (IQ) tinggi, mereka biasanya mengalami masalah kejiwaan. Sebut saja Sherlock Holmes. Ia dikenal sebagai orang dengan kecerdasan tinggi yang mampu memecahkan kasus.

Namun di sisi lain, ia justru mengalami masalah dengan kecanduan dan disebut sebagai sosiopat (mengidap perasaan selalu bersalah). Demikian juga dengan Tony Stark. Meskipun kecerdasannya tak terbantahkan, ia juga mengalami masalah depresi yang sangat parah.

Mungkin sudah tak terhitung jumlahnya film dan novel yang menceritakan sosok cerdas namun punya gangguan mental.

Keterkaitan ini rupanya bukan isapan jempol semata. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa orang dengan IQ tinggi memang berisiko tinggi terkena penyakit kejiwaan dibanding orang dengan kecerdasan rata-rata.

Studi yang dipublikasikan dalam Science Direct itu meneliti anggota Mensa dengan skor IQ di atas 130. Hasilnya, mereka dengan IQ tinggi sangat rentan terkena kelainan psikis dan penyakit psikologi.

Loading...

Dikutip dari Iflscience, Rabu (18/10), studi tersebut menemukan bahwa gangguan kecemasan sangat umum terjadi di antara 3.715 anggota Mensa yang mereka survei. Dari jumlah tersebut, 20 persen memiliki gangguan kecemasan yang didiagnosis, jauh lebih tinggi daripada populasi umum, dimana lebih dari 10 persen didiagnosis menderita gangguan kecemasan.

Studi tersebut mengemukakan bahwa karena meningkatnya tingkat kesadaran yang dialami orang dengan IQ lebih tinggi, mereka bereaksi lebih terhadap stimulus dari lingkungan, menciptakan skenario hiper otak / hiper tubuh, di mana mereka menampilkan sistem saraf pusat yang hiperaktif.

Rangsangan kecil, seperti label pakaian yang bergesekan dengan badan atau suara aneh bahkan bisa "memicu respons stres kronis tingkat rendah yang kemudian mengaktifkan respons hiper tubuh," Dr. Nicole Tetreault, salah satu penulis studi tersebut.

Para penulis menekankan bahwa penelitian mereka menunjukkan korelasi dan bukan sebab akibat, dan meminta penyelidikan lebih lanjut, dan lebih fokus pada kesehatan mental orang dengan tingkat kecerdasan tinggi.







Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    43%

  • Ngakak!

    14%

  • Wow!

    29%

  • Sedih

    14%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more