Brilio.net - Otak adalah bagian yang luar biasa dari tubuh manusia. Saking pentingnya fungsi otak sampai-sampai dipercaya bahwa otak manusia dapat menghasilkan sekitar 23 watt daya listrik, cukup untuk menyalakan sebuah bola lampu kecil.

Kendati banyak fakta menakjubkan tentang otak manusia, namun masih banyak harus dipelajari dari organ tubuh ini. Sayangnya, informasi yang salah dari masa lalu telah memunculkan beberapa mitos tentang otak manusia. Berikut 8 mitos tentang otak manusia yang masih dipercaya hingga saat ini, yang dikutip dari berbagai sumber.

1. IQ tetap sama sepanjang hidup

8 Mitos otak manusia © 2021 brilio.nethss.caltech.edu

Masih banyak yang meyakini bahwa IQ seseorang akan selalu sama sepanjang hidupnya. Tapi faktanya, tingkat IQ manusia naik turun seiring bertambahnya usia.

Tahu nggak sih kalau kemampuan manusia untuk mengingat informasi akan mencapai puncaknya pada usia 18 tahun. Sementara kecerdasan emosional dapat meningkat hingga usia 30 tahun.

Beberapa penelitian menyebutkan pengalaman sekolah dapat mengubah cara kerja otak dan berkontribusi pada nilai IQ yang berfluktuasi. Nah menentukan IQ seseorang bukanlah ilmu pasti lho. Sebab, mengukur tingkat IQ adalah konsep yang relatif.

2. Otak manusia yang terbesar

8 Mitos otak manusia © 2021 brilio.netbiology.stack.exchange

Selama ini banyak yang percaya bahwa otak manusia adalah yang terbesar. Faktanya, otak manusia memiliki berat sekitar 1,3 Kg. Sementara otak paus sperma beratnya mencapai 9 Kg, merupakan yang terbesar dari semua spesies hewan.

3. Otak kiri dan kanan berbeda

8 Mitos otak manusia © 2021 brilio.netdeepakvraghavan.medium.com

Setiap orang memiliki bakat dan kepribadian yang berbeda, tetapi tidak ada bukti yang menunjukkan perbedaan tersebut disebabkan dominasi setengah otak. Sisi kanan dan kiri otak memang berspesialisasi dalam tugas yang berbeda. Sisi kanan lebih kreatif, sedangkan sisi kiri lebih analitis.

Sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Utah pada tahun 2013 tidak menemukan bukti bahwa orang memiliki sisi otak yang dominan. Jadi, tidak ada bukti ilmiah yang secara spesifik menyebutkan seseorang lebih dominan menggunakan otak sisi kiri atau kanan.

4. Games dapat meningkatkan memori dan keterampilan penalaran

8 Mitos otak manusia © 2021 brilio.netsci-news.com

Games memang menyenangkan untuk dimainkan. Tetapi hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan bahwa games dapat meningkatkan memori atau kecerdasan. Ada banyak perdebatan tentang apakah games bisa meningkatkan kekuatan otak seseorang.

Laporan konsensus Stanford Center on Longevity menyebutkan, hanya ada sedikit bukti antara bermain games dengan peningkatan kemampuan kognitif. Jadi anggapan games dapat meningkatkan memori otak hanyalah mitos.

5. Bayi yang mendengarkan musik klasik lebih cerdas

8 Mitos otak manusia © 2021 brilio.netlearningmind.com

Banyak yang percaya, ibu hamil jika mendengarkan musik klasik, khususnya karya-karya Mozart dapat meningkatkan kecerdasan si calon bayi. Nggak heran jika sebagian ibu hamil sering mendengarkan karya Mozart dengan keras atau menempelkan headphone mereka ke perutnya agar si bayi dapat mendengarnya.

Sayangnya, tidak ada bukti pasti untuk mendukung metode ini. Sebuah penelitian yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Penelitian Federal Jerman tidak menemukan bukti bahwa musik klasik dapat meningkatkan kecerdasan anak. Artinya, efek Mozart hanyalah mitos yang telah dipercaya selama bertahun-tahun.

6. Manusia hanya menggunakan 10% fungsi otak

8 Mitos otak manusia © 2021 brilio.netinformaticcoolstuff.wordpress.com

Mitos umum tentang otak adalah bahwa manusia hanya memanfaatkan sebagian kecil dari potensi otak. Padahal yang benar adalah bahwa manusia selalu menggunakan lebih dari 10% potensi otaknya.

Pandangan bahwa manusia hanya menggunakan sebagian kecil potensi otak, tidak lebih cuma sebuah legenda urban yang telah ada sejak awal 1900-an.

Sebab, berbagai penelitian menunjukkan bahwa hampir semua wilayah otak sangat aktif kecuali pada orang-orang yang menderita beberapa jenis kerusakan otak. Dipercaya bahwa otak menggunakan sekitar 20% energi tubuh.

7. Alkohol membunuh sel otak

8 Mitos otak manusia © 2021 brilio.netnm.org

Satu lagi mitos umum yang sangat diyakini adalah mengonsumsi alkohol dapat membunuh sel-sel otak. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa alkohol tidak membunuh sel-sel otak. Tapi alkohol dapat merusak fungsi otak dan menyebabkan masalah serius lainnya.

Pesta minuman keras atau mengonsumsi alkohol dalam waktu yang lama dapat merusak kemampuan neuron untuk mengirim pesan satu sama lain. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya memori, kurangnya koordinasi otot, dan amnesia.

8. Ukuran otak memengaruhi kecerdasan

8 Mitos otak manusia © 2021 brilio.netbigthink.com

Kecerdasan seseorang tidak ditentukan ukuran otaknya, melainkan oleh sinapsis, yaitu hubungan antar neuron di otak. Kecerdasan lebih terkait dengan volume lobus frontal dan volume materi abu-abu daripada hanya ukuran otak belaka.

Beberapa penelitian telah mencoba menghubungkan individu yang lebih tinggi dengan ukuran otak yang lebih besar. Data menunjukkan bahwa orang yang tubuhnya  lebih tinggi mungkin memiliki otak yang sedikit lebih besar daripada orang yang lebih pendek, tetapi itu tidak berarti bahwa orang yang tinggi lebih cerdas.

(brl/red)

(brl/red)