Brilio.net - Sebagai salah satu wadah untuk para milenial menuangkan ide kreatif dalam bentuk film, Lingkar Alumni Indie Movie atau La Indie Movie (LIAM) kembali digelar. Tak hanya membuat cerita pendek, ajang ini juga mengajak para generasi muda untuk menyelami proses produksi film dari hulu ke hilir, mulai dari tahap penulisan naskah cerita, penyutradaraan, pengambilan gambar, penyuntingan, hingga eksebisi dan distribusi.

Perwakilan dari LAzone.id, Novrizal mengatakan tahun ini LA Indie Movie mengangkat tema Your Movie Goes Digital. Pemilihan tema itu karena di era sekarang semua serba digital. "Program ini kita hadirkan untuk para sineas muda yang ingin mengembangkan bakatnya di dunia perfilman," kata Novrizal saat ditemui media di Jakarta, Selasa (26/2).

Acara itu akan berlangsung di tiga kota yakni, Yogyakarta pada 2 Maret 2019, Malang pada 9 Maret 2019, dan Jakarta pada 16 Maret 2019 yang masing-masing kota akan dihadiri 100 pegiat film Indonesia.

Ada banyak kegiatan yang bisa generasi muda nikmati seperti sharing bersama para filmmaker experts, story competition, filmmaker hunt dan masih banyak lagi.

Selain itu, nantinya tiga film terpilih dari kompetisi itu berkesempatan mengikuti festival film dalam dan luar negeri, serta akan ditayangkan di tiga platform OTT yakni HOOQ, Iflix dan Viddsee. "Kita buka jalan sineas mudah untuk menghasilkan suatu karya. Hasil filmnya bisa kita ikutkan di film fetival nasional dan internasional," ucap Rizal.

Loading...

Salah satu aktor Indonesia, Arifin Putra juga berkesempatan untuk menjadi pembicara di acara ini. Mendapat kesempatan menjadi pembicara di Jakarta, Arifin pun membocorkan mengenai materi yang akan ia sampaika di acara nanti.

"Di zaman serba canggih aset artis bukan cuma kemampuan akting tapi juga kecanggihan teknologi salah satunya adalah sosial media. Sosial media seperti instagram memiliki peran yang sangat besar," jelasnya.

Selain itu, ia juga akan menjelaskan mengenai kepopularitasan seorang artis tak bisa instan. Semua harus melalui proses yang panjang hingga menjadi seorang artis yang hebat. "Hal-hal sederhana seperti itu mereka harus paham. Karena banyak orang yang maunya instan padahal semua butuh proses," pungkasnya.