×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
6 Kebiasaan tidur dunia ini bikin kamu pulas, Indonesia juga punya lho

View Image

0

BRILIO » Serius

6 Kebiasaan tidur dunia ini bikin kamu pulas, Indonesia juga punya lho

foto: www.huffingtonpost.com

Kebiasaan tidur erat kaitannya dengan budaya.

02 / 03 / 2016

Brilio.net - Tidur merupakan kebutuhan setiap orang supaya bisa memperbarui energinya. Nah, tapi tak jarang orang yang mengalami gangguan tidur.

Setelah sebelumnya kamu tahu tipe-tipe posisi tidur yang mengartikan kepribadian kamu  dan jenis-jenis tidur dan risikonya, kini giliran tipe kebiasaan tidur di beberapa negara dunia, termasuk Indonesia.

Sebagaimana dilansir brilio.net dari Huffington Post, Kamis (3/3) berikut  kebiasaan tidur yang erat kaitannya dengan budaya dan tradisi:

1. Jepang: Tidur siang untuk meraih jenjang karier.

Loading...

6 Kebiasaan tidur dunia ini bikin kamu pulas, Indonesia juga punya lhofoto: huffingtonpost.com

Orang Jepang menyebut tradisi budaya tidur siang saat bekerja dengan istilah Inemuri, yang artinya "tidur untuk sesaat". Seperti kamu ketahui, tuntutan pekerjaan di Jepang itu tinggi sekali, membuat jatah waktu tidur mereka sedikit. Di sana, rata-rata orang tidur hanya enam jam dan 22 menit per malam. Lagi pula, tidur siang juga bisa membuat orang lebih bagus dalam pekerjaan. Studi menunjukkan tidur siang sejenak membuatmu lebih kreatif, waspada, dan fokus. Kamu bisa baca di sini.

2. Inggris: Tidur telanjang.

6 Kebiasaan tidur dunia ini bikin kamu pulas, Indonesia juga punya lho

Setidaknya sepertiga orang dari negeri Ratu Elizabeth tersebut melaporkan tidur telanjang, yang bermanfaat bagi kesehatan, termasuk pengaturan suhu yang lebih baik dan ikatan dengan pasangan. Kamu bisa baca di sini.

3. Australia: Tidur berkelompok.

6 Kebiasaan tidur dunia ini bikin kamu pulas, Indonesia juga punya lho

foto: huffingtonpost.com

Yasmine Musharbash, seorang antropolog di University of Sydney, Australia, melaporkan bahwa tidur adalah 'tanda preferensi budaya' dalam komunitas Aborigin, suku asli benua Australia.

"Orang-orang selalu tidur di tempat orang lain. Kamu akan tidur di deretan kasur," katanya kepada media Sydney's Child. Deretan ini sudah ditentukan posisinya, guna 'melindungi' orang lain.

Misalnya saja anak-anak dan orang tua, maka orang tua tidur di pinggir atau ujung mendampingi anak. Ini simbol dari pemberian rasa aman, nyaman, dan kebersamaan. Dengan begitu, orang tidur dengan pikiran tenang sehingga tidur pulas.

4. Meksiko: Tidur di hammocks.

6 Kebiasaan tidur dunia ini bikin kamu pulas, Indonesia juga punya lhofoto:huffingtonpost.com

Siapa yang nggak tahu hammocks? Ternyata tempat tidur gantung ini menjadi industri besar di Semenanjung Yucatan Meksiko sejak zaman kolonial. Banyak orang bersumpah tidur di hammocks daripada tempat tidur biasa.

Sayangnya, tak ada bukti nyata yang merujuk pada sumpah ini. Tapi kalau kamu sendiri, pasti terasa santai dan tenang saat tidur di hammocks, terlebih di alam terbuka, kan?

5. Republik Botswana dan Republik Zaire (Afrika): Tidur tanpa jadwal.

6 Kebiasaan tidur dunia ini bikin kamu pulas, Indonesia juga punya lhofoto: huffingtonpost.com

Menurut seorang antropolog Carol Worthman kepada Discover Magazine, dalam banyak suku pemburu-pengumpul modern, seperti Kung dari Botswana dan Efe dari Zaire, 'tidur itu kondisi fleksibel'.

"Mereka tidur kapan pun mereka mau, bisa siang hari, sore hari, malam hari, pokoknya tidak seperti kebanyakan masyarakat Barat," cetusnya.

Kalau dilihat dari sisi medis, para pakar menyatakan bahwa tidur ketika kamu sangat lelah merupakan cara yang baik untuk benar-benar tidur berkualitas dan mencegah terjadinya 'kecemasan tidur'.

6. Indonesia: 'Tidur khawatir/takut' (fear sleep)

6 Kebiasaan tidur dunia ini bikin kamu pulas, Indonesia juga punya lhofoto: huffingtonpost.com

Berdasarkan observasi Worthman, orang-orang Bali di Indonesia menunjukkan kebiasaan 'tidur khawatir/takut' atau 'todoet poeles'. Dalam situasi stres, mereka bisa jatuh tertidur nyenyak, sebuah bentuk nyata yang Worthman sebut sebagai 'akuisisi budaya' (cultural acquisition).

Masyarakat Bali percaya bahwa tidur dapat membantu mengurangi atau bahkan menghapus respons rasa takut, sebagaimana dilaporkan majalah Time.

Dari penjelasan enam poin di atas, tidur menunjukkan bukan semata fenomena biologis, tapi juga berakar dalam budaya, gaya hidup, dan kebiasaan. Sekarang sudah tahu, kan, guys? Tidurlah yang cukup dan selalu jaga kesehatan, ya!

Kantong lagi kering tapi pengen nonton JICOMFEST???

Daripada mencibir itu dosa, mending sobri ikut games MENCABIR alias Mencari Bibir. yang beruntung akan mendapat tiket JICOMFEST gratis !

ikut kuis!






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    33%

  • Ngakak!

    33%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    33%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more