Brilio.net - Gusdurian bekerja sama dengan Politic and Government (PolGov) UGM menyelenggarakan diskusi publik pada Kamis (18/1). Bertempat di auditorium Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, diskusi publik ini digelar sebagai salah satu rangkaian acara memperingati haul Kyai Haji Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang ke-14.

Dengan mengusung tajuk "Tantangan dan Masa Depan Demokrasi-Toleransi di Indonesia" diskusi ini membicarakan berbagai topik terkait situasi demokrasi dan toleransi di Indonesia. Narasumber yang hadir Okky Madasari, sastrawan dan akademisi, Amalinda Savirani sebagai kepala PolGov UGM, dan Jay Akhmad sebagai ketua seknas Gusdurian. Seminar dimoderatori oleh penulis, Sarah Monica.

Gusdurian dan PolGov UGM adakan diskusi publik Brilio

foto: brilio.net/Ikhlas Alfaridzi

Dalam diskusi ini, banyak hal disoroti soal masalah demokrasi di Indonesia. Salah satunya yang dikemukakan oleh Amalinda. Sebagai seorang peneliti di bidang politik, dirinya menemukan indeks demokrasi Indonesia cenderung menurun pada tahun 2023. Namun hal tersebut berkebalikan dengan pertumbuhan ekonomi yang cenderung stabil.

"Nah, hal ini yang kemudian jadi perdebatan. Mau demokrasinya dulu, atau ekonominya dulu? Tapi menurut saya, dua-duanya harus berjalan secara paralel," kata Amalinda, Kamis (18/1).