Brilio.net - Bagi pencinta wisata outdoor, gunung adalah tempat terindah untuk dikunjungi. Namun sayang tak semua orang memiliki kesempatan untuk bisa menjelajah keindahan gunung. Apalagi bila gunung tersebut dikenal sebagai gunung dengan jalur yang cukup ekstrem seperti Pegunungan Himalaya.

Namun demikian, beruntungnya presenter Darius Sinathrya bersama sang istri Donna Agnesia yang baru saja menyelesaikan perjalanannya menaklukkan jalur Himalaya, tepatnya berhasil mencapai Khardung La Pass, padwla Selasa (6/8) lalu.

DonnaDarius © 2019 brilio.net

DonnaDarius-© 2019 brilio.net/Syifa

Saat ditemui media, pasangan selebriti ini bercerita bahwa meskipun dengan kendaraan bermotor bukan hal yang mudah untuk bisa mencapai puncak. Banyak tantangan yang ia hadapi, bahkan Donna sempat mengalami sakit saat dalam perjalanan.

Loading...

"Aku sempat sakit, tapi beruntung pas menginap di tenda, Darius benar-benar ngurusin aku. Bawain makanan, kasih obat, terus kasih oksigen, padahal saat itu dia (Darius) ngalamin hal yang sama kaya aku" ungkap Donna saat ditemui media dalam Himalaya Series, Expedition Professional Adventure Equipment baru-baru ini.

Menurut Donna, melihat sang suami terlihat sangat peduli dengan kondisi yang sempat ia alami.

"Kelihatan sekali dia worry gitu. Tapi di situ, suamiku sangat peduli dan care banget sama aku di saat aku di kondisi yang begitu. Itu salah satu momen yang romantis ya," jelas Donna.

Sementara itu, menurut Darius kebersamaannya melakukan perjalanan ke Pegunungan Himalaya membuat hubungannya semakin erat dengan sang istri.

"Jadi semakin terasa dekat. Apalagi pas lagi di motor. Kalau dia udah mulai kelihatan lelah elus-elus dengkulnya. Kalau sudah mulai terlihat bosan dia (Donna) lihat-lihat kaca spion untuk mengalihkan lelahnya," tutur Darius.

Selain itu juga, dalam rangka perjalanan Darius dan Donna menaklukkan jalur Himalaya, produk jam tangan Expedition mengeluarkan produk unggulan terbarunya yaitu Himalaya series. Expedition telah merilis karya paling menarik dalam Himalaya series, jam tangan yang terkait dan didedikasikan untuk para riders saat melakukan perjalanan menjelajah.

DonnaDarius © 2019 brilio.net

DonnaDarius-© 2019 brilio.net/Syifa

Dua seri pertama diperkenalkan awal tahun ini. Yang terbaru yaitu E 6772, dengan sentuhan kompas kecil yang dapat membantu para riders ketika kehilangan signal GPS, dapat memudahkan membaca arah mata angin. Selain itu Himalaya series menghadirkan juga series couple E 6775 Titanium.

Himalaya  E 6772 didasarkan pada arloji racing riders dengan case full stainless steel berukuran 48mm dan bazel dial opening 36,5 mm. Konfigurasi kronograf 3-6-9 dalam koleksi Himalaya series ini bisa tahan air hingga 50 meter. E 6757 Titanium didedikasikan untuk pasangan yang mempunyai hobi riding.

DonnaDarius © 2019 brilio.net

DonnaDarius-© 2019 brilio.net/Syifa

Arloji racing riders ini mengaplikasikan titanium pada Himalaya E 6757, full titanium yang mempunyai kekuatan 30 persen lebih kuat dari besi atau baja, ditambah dengan keunggulan 50 persen lebih ringan.

Selain itu, titanium kuat terhadap unsur garam dan air garam tanpa takut terjadinya korosi. Himalaya titanium tidak akan terpengaruh oleh suhu ekstrem saat riding sehingga tetap nyaman bahkan ketika keadaan kulit sedang berkeringat.

“Jam tangan bukan hanya aksesoris yang hanya mengingatkan waktu, tetapi juga mampu menggambarkan identitas dan karakter dari pengguna," jelas Head of Brand Activation Expedition Himalaya, Kasih Rama.