Brilio.net - Kanker masih menjadi penyebab kematian ke-4 terbesar di Indonesia. Dan, kanker payudara masih menjadi jenis kanker terbanyak kedua setelah kanker paru.

Kanker payudara masih menjadi momok yang menakutkan bagi para perempuan. Pasalnya, kanker payudara banyak menyerang perempuan daripada laki-laki. Sebanyak 80% kasus kanker payudara baru ditemukan ketika berada pada stadium lanjut. Hal ini menyebabkan pengobatan kanker payudara lebih sulit dilakukan. Padahal kanker payudara dapat dengan mudah diobati dalam deteksi dini.

Namun kabar baiknya, vaksin payudara yang kini sedang dikembangkan di Amerika Serikat mulai memasuki tahap uji coba pada manusia. Pernyataan ini baru dirilis oleh mashable.com pada Jumat (19/10) lalu. Brilio.net kemudian merangkumnya dalam lima fakta vaksin kanker payudara pada Selasa (2/11).

1. Dikembangkan oleh Klinik Cleveland.

Vaksin ini dikembangkan oleh Klinik Cleveland, sebuah pusat medis akademik berbasis nirlaba di Amerika yang berada di Cleveland, Ohio. Klinik Cleveland menjadi salah satu rumah sakit terbaik di Amerika Serikat.

Vaksin kanker payudara yang dirancang ini untuk menargetkan protein spesifik yang biasa diproduksi oleh kanker payudara triple-negatif.

2. Menyasar pada jenis kanker payudara triple-negatif.

Kanker payudara jenis ini merupakan 15 persen dari semua kasus kanker payudara, dan mungkin sulit untuk diobati. Dinamakan triple-negatif karena kurangnya salah satu dari tiga karakteristik molekuler utama yang biasanya ditargetkan oleh metode pengobatan yang khas, membuatnya menjadi sangat menyakitkan.

Kanker jenis ini tidak merespons pengobatan obat dan terapi hormon. Satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan melakukan prosedur operasi untuk mengangkat seluruh jaringan payudara.

3. Menjadi target imunologis.

Dilansir dari mashable.com, G. Thomas Budd, peneliti utama dalam percobaan vaksin ini mengatakan bahwa "gagasan umum di balik vaksin kanker payudara ini adalah bahwa laktalbumin (protein pada payudara) bisa menjadi apa yang disebut dengan target imunologis, di mana kita dapat merangsang sistem kekebalan untuk menyerang sel-sel yang membuat protein (kanker) itu."

4. Mulai uji coba tahap pertama pada manusia.

Setelah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (DFA) untuk diklasifikasikan sebagai obat, vaksin ini sekarang akhirnya akan beralih uji klinis pada manusia. Tahap pertama uji coba akan menyasar pada 18 hingga 24 pasien yang telah menyelesaikan pengobatan untuk kanker payudara triple-negatif tahap awal dalam tiga tahun terakhir dan telah bebas tumor, namun juga memiliki resiko tinggi untuk kambuh.

5. Ditargetkan kepada perempuan yang sehat.

Untuk mencegah adanya individu lain mengidap kanker payudara, Thomas Budd selaku peneliti utama vaksin ini berharap dapat memberikan vaksin ini kepada para perempuan yang sehat untuk mencegah mengembangnya kanker payudara triple-negatif. Hal ini dia kemukakan sebagai rencana jangka panjang setelah penelitian vaksin kanker payudara ini selesai.

"Dalam jangka panjang, kami berharap ini bisa menjadi vaksin pencegahan sejati yang akan diberikan kepada perempuan sehat untuk mencegah mereka mengidap kanker payudara triple-negatif yang merupakan jenis kanker payudara dengan perawatan yang paling tidak efektif," ujar Thomas Budd dilansir dari mashable.com pada Senin (1/11). Sementara vaksin untuk kanker jenis lain juga sangat mungkin dikembangkan ketika vaksin kanker payudara ini berhasil.

(brl/tin)