Brilio.net - Hidroponik kini menjadi salah satu metode bercocok tanam paling banyak disukai orang. Pasalnya, hidroponik tidak membutuhkan lahan luas. Mengingat kondisi rumah kebanyakan orang yang minimalis dan lahan yang kecil, maka hidroponik menjadi pilihan tepat.

Secara umum, hidroponik berarti metode cocok tanam tanpa menggunakan media tanah. Sebagai gantinya, bisa menggunakan moss, sekam, arang, dan lain sebagainya.

Tak hanya itu saja, ada alasan lain mengapa orang memilih untuk bercocok tanam dengan cara hidroponik, yakni hemat air, sedikit hama yang bisa menyerang tanaman, irit tempat, tanaman cepat tumbuh, hasil panen lebih bersih dan lainnya.

Nah buat kamu yang sekarang ini ingin mencoba bertanam hidroponik cabai dan tomat, yuk coba simak langkah berikut inil.

Hidroponik cabai.

Cara menanam hidroponik cabe dan tomat freepik.com

Loading...

foto: freepik.com

1. Memilih bibit cabai.

Sebelum proses penanaman, kamu diharuskan untuk melakukan pemilihan jenis bibit cabai. Ada beberapa jenis cabai, mulai dari cabai lokal, hibrida, sampai cabai terpedas bisa kita jadikan opsi untuk hidroponik.

Ciri bibit cabai unggul ini tahan dari serangan hama dan juga penyakit, memiliki produktivitas yang tinggi, masa panen cepat.

Dilihat dari perawatannya, menanam cabai lokal tergolong lebih mudah dibandingkan dengan menanam cabai hibrida atau impor.

2. Teknik penyemaian.

Dalam teknik hidroponik, penyemaian dilakukan di media khusus tanaman hidroponik seperti rockwool, hidroton, atau arang sekam. Penyemaian dilakukan dengan tujuan agar cabai memiliki kesempatan untuk hidup dan berkembang yang lebih tinggi.

Contoh cara penyemaian dengan media tanam rockwool:

- Pilih tempat penyemaian. Dengan menggunakan rockwool, kamu dapat meletakkannya pada baki.

- Siapkan rockwool yang telah dipotong dengan ukuran 5x5 cm.

- Lalu, buat lubang pada rockwool sedalam 1 cm untuk menempatkan bibit.

- Letakkan bibit pada lubang-lubang yang telah dibuat, 1 lubang untuk menaruh 1 bibit.

- Setelah semua lubang terisi, tutup media tanam dengan plastik hitam dan simpan di tempat yang gelap selama 2-4 hari. Hal ini bertujuan untuk mempercepat perkecambahannya.

- Setelah 2-4 hari, pemindahan bibit ke tempat yang terkena sinar matahari secukupnya.

- Siram bibit cabai dua kali sehari, setiap pagi dan sore hari. Usahakan agar media tanam selalu dalam keadaan lembap.

3. Menyiapkan media tanam.

Terdapat berbagai macam media tanam hidroponik yang bisa kamu temukan, seperti menggunakan sistem sumbu (wick system), deep water culture, atau polybag. Media tanam yang bisa kamu gunakan dalam cara menanam cabai hidroponik adalah hidroton, arang sekam, atau pecahan genteng.

Fungsi media tanam hidroponik adalah sebagai penyangga atau penahan agar bibit tanaman dapat tumbuh dengan tegak. Kamu juga perlu mencoba sistem sirkulasi air guna mengecek kelancaran alirannya.

Kamu bisa mencoba dengan menggunakan botol air mineral atau potongan pipa. Potong botol air mineral secara horizontal sampai kamu mendapatkan 2 potongan.

Selanjutnya, masukkan campuran cocopeat dan arang sekam ke bagian bibir botol. Kemudian, masukkan pula air pada bagian bawah botol sebanyak 1/3 dari ukuran bawah botol.

4. Menanam bibit.

Tanam bibit ke tempat atau botol yang sudah disiapkan. Perlu kamu ketahui bibit tanaman cabai pada umumnya memiliki tunas ke-3 atau ke-4 setelah berusia 2 minggu. Pada usia ini tanaman siap dipindahkan ke sistem penanaman hidroponik.

Pemindahan bibit cabe harus benar benar bersih dari media semai. Oleh karena itu apabila kamu melakukan pemindahan bersamaan dengan media semai, kamu harus benar-benar membersihkan media semai dari bibit yang akan anda tanam.

Berikut cara-cara pemindahannya:

- Potong rockwool agar menjadi bagian yang terpisah antar benihnya.

- Pindahkan rockwool yang sudah dipotong-potong pada sistem hidroponik yang telah disiapkan dan beri penyangga supaya pohon cabe tetap berdiri tegak. Kamu bisa menggunakan penyangga hidroton atau pecahan genteng.

- Arahkan selang air nutrisi AB Mix dekat ke batang cabai. Hal ini bertujuan agar nutrisi yang diberikan cepat mengalir sampai ke akar.

- Tempatkan tanaman di area yang cukup mendapatkan sinar matahari.

5. Memberikan nutrisi.

Meskipun dengan menggunakan metode hidroponik, tanaman cabai ini tetap membutuhkan nutrisi yang cukup. Sehingga dapat berkembang secara maksimal dan panen sesuai harapan.

Pada awal pemindahan ke sistem hidroponik, nilai nutrisi yang diperlukan tanaman cabai adalah sebesar 600 ppm. Saat tanaman cabai mulai memiliki cukup banyak daun, kamu bisa menaikkan ppm nutrisinya menjadi 1.000 ppm. Tentu saja bertahap dilihat dari usia tanamnya, jika semakin besar maka nutrisi yang diberikan harus bertambah.

Gunakan TDS meter untuk melakukan pengecekan ppm secara lebih akurat. Suplai nutrisi pada tanam harus selalu diperhatikan secara berkala. Jangan sampai terjadi kekeringan dan kelembaban media tanam juga mempengaruhi proses pertumbuhan tanaman.

Hama dan penyakit bisa menyerang tanaman cabai hidroponik bila tidak terurus. Oleh karena itu kamu bisa menggunakan pestisida organik secara berkala pada tanaman cabai.

6. Pemanenan.

Terakhir yang kamu lakukan adalah memanen hasilnya. Umumnya tanaman cabai sudah dapat dipanen saat memasuki umur 80-90 hari.

Namun, agar hasil panen lebih berkualitas, kamu dapat menunggu sampai buah cabai berwarna merah dengan garis hijau. Waktu memanen cabai hidroponik yang baik adalah pagi dan sore hari.

Hidroponik tomat.

Cara menanam hidroponik cabe dan tomat freepik.com

foto: freepik.com

1. Pemilihan bibit.

Langkah awal yang perlu kamu lakukan adalah dengan memilih bibit unggulan. Kamu bisa mendapatkannya di toko pertanian. Kamu juga bisa mengambil biji tomat dari buahnya langsung.

Cara mendapatkan biji tomat unggulan:

- Rendam benih/bibit tomat yang telah kering selama 15-20 menit

- Selanjutnya akan terlihat, bibit ada yang mengapung dan terendam. Bibit yang baik adalah yang terendam.

2. Proses penyemaian.

Selanjutnya setelah kamu mendapatkan bibit unggulan, kamu perlu melakukan penyemaian.

Berikut cara penyemaian pada rockwool:

- Siapkan rockwool, kemudian potong dengan ukuran 2,5 x 2,5 x 2,5 cm.

- Lubangi masing-masing rockwool untuk memasukkan bibit. Pada proses ini pastikan rockwool tidak bolong

- Letakkan rockwool pada tray semai atau nampan

- Masukkan bibit pada lubang yang telah dibuat

- Siram rockwool dengan air hingga basah

- Tutup tray semai dengan plastic hitam agar cahaya tidak masuk dan simpan di tempat yang gelap selama 2×24 jam

- Setelah 2 hari akan terlihat proses pertumbuhan kecambah. Pada proses ini pindahkan tray semai ke tempat yang ada sinar matahari

Biasanya, proses ini berlangsung 21-28 hari.

- Selama proses ini berlangsung, kamu harus sering memantau kondisi tanaman tomatnya. Jika perlu tambahkan air agar kondisi rockwool lembap.

3. Pemindahan ke sistem hidroponik.

Langkah selanjutnya, setelah tunas sejati muncul (daunnya sudah lebih dari 2) maka bibit sudah bisa dipindahkan ke sistem hidroponik.

Proses pemindahan:

- Pindahkan ke rockwool lainnya

- Pada rockwool beri bantalan seperti kerikil, arang atau lainnya.

- Perhitungan kadar nutrisi untuk tomat sebelum berbunga sekitar 1.300 ppm. Nutrisi tersebut didapatkan dari nutrisi AB Mix yang bisa kamu beli di toko pertanian

4. Proses merawat tanaman hidroponik.

Setelah proses pemindahan, maka selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah perawatan.

- Usahakan air nutrisi berkisar pada angka 1.300 ppm. Bila kurang kamu harus menambahkannya

- Setelah tomat tumbuh tinggi, maka kamu harus memberi penopang, seperti tali atau apapun agar tumbuhnya tetap tegak dan tidak patah

- Saat tomat telah berbunga tingkatkan ppm air nutrisi menjadi 2.000 ppm. Ini perlu kamu perhatikan agar buah yang dihasilkan bisa maksimal.

- Tetap perhatikan pertumbuhan sampai buah benar-benar terlihat subur dan matang.

5. Memanen tomat.

Pada kisaran 80-90 hari tomat sudah mulai berbuah merah. Pada masa ini kamu sudah siap untuk memanennya.