Brilio.net - Menanam tanaman hidroponik masih jadi salah satu tren yang digemari banyak orang. Selain bisa menyalurkan hobi, merawat tanaman hidroponik juga jadi salah satu pelepas stres yang tepat.

Selain itu, tampilan rumahmu pun juga akan semakin tampak segar dan asri. Apalagi, ada banyak jenis tanaman yang bisa kamu tanam dengan metode hidroponik. Mulai dari bayam, tomat, selada, sawi hijau, seledri sampai dengan kucai. Bahkan dengan lahan yang nggak luas, kamu bisa memanen tanaman tersebut dalam waktu singkat.

Tapi sebelum memilih jenis tanaman apa yang akan kamu rawat, kamu juga harus memahami bagaimana langkah perawatannya. Dengan melakukan perawatan yang tepat, kamu justru bisa meraup keuntungan dalam metode hidroponik ini.

Pasalnya, nggak perlu menggunakan peralatan yang bikin ribet, kamu bisa memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitarmu. Selain itu, cara merawat tanaman hidroponik pun juga mudah dilakukan lho. Penasaran seperti apa dan bagaimana teknisnya?

Dirangkum brilio.net dari berbagai sumber pada Rabu (27/1), berikut 5 alat untuk menanam dengan metode hidroponik, lengkap dengan caranya.

Loading...

1. Menanam tanaman hidroponik dengan botol plastik.

Alat untuk menanam dengan metode hidroponik © freepik.com

foto: freepik.com

Bahan bekas pertama yang bisa kamu manfaatkan adalah botol plastik. Yaps, daripada menumpuk jadi sampah, pergunakan botol plastik untuk memperindah rumahmu. Disarankan, untuk menggunakan botol yang berukuran 1.5 Liter untuk wadah tanamnya.

Selain itu kamu hanya perlu mempersiapkan gunting, tanah, bibit tanaman dan juga air. Simak langkah-langkah berikut ini untuk penjelasan lebih lengkap.

Bahan:

- Gunting atau pisau

- Tanah dengan campuran kompos perbandingan 1:1

- Bibit tanaman hidroponik

- Air

- Botol plastik

Cara membuat:

- Potong botol plastik dengan gunting atau pisau menjadi dua bagian, atas dan bawah.

- Buat beberapa lubang di bagian tutup botol untuk tempat keluarnya air.

- Masukkan bagian botol yang memiliki bibir dan tutup botol ke dalam badan botol sisi satunya.

- Tempatkan tanah campuran kompos ke wadah hidroponik.

- Letakkan bibit tanaman hidroponik.

- Siram tanaman hidroponik dengan air sedikit demi sedikit hingga seluruh bagian tersiram air.

2. Menanam tanaman hidroponik dengan gelas plastik.

Alat untuk menanam dengan metode hidroponik © freepik.com

foto: freepik.com

Gelas plastik bisa juga nih, kamu pergunakan sebagai alat untuk menanam tanaman hidroponik. Cara ini nggak juga praktis untuk dilakukan seperti penggunaan botol plastik. Dengan wadahnya yang lebih kecil, kamu bisa menanam tanamanmu menjadi lebih banyak. Simak yuk, cara memanfaatkannya.

Bahan:

- Pisau

- Tanah campuran kompos

- Bibit tanaman hidroponik

- Air

- 2 gelas plastik

Cara membuat:

- Pertama, lubangi 1 buah gelas plastik dan biarkan gelas lainnya tanpa lubang.

- Lalu isi gelas plastik yang tidak dilubangi dengan air.

- Masukkan gelas berlubang ke dalam gelas tidak berlubang yang berisi air

- Namun perhatikan, pastikan air tetap terisi, tetapi jangan sampai air melewati lubang gelas.

- Masukkan tanah campuran kompos.

- Letakkan bibit tanaman hidroponik.

- Siram tanah sedikit demi sedikit

- Dan lakukan tahapan di atas untuk tanaman selanjutnya.

3. Menanam tanaman hidroponik dengan botol kaca.

Alat untuk menanam dengan metode hidroponik © freepik.com

foto: freepik.com

Nah, botol kaca biasanya dimanfaatkan para pecinta estetika nih. Dengan tampilannya yang transparan, akan memberikan kesejukan mata saat memandangnya. Untuk mendapatkan botol kaca juga nggak sulit kok. Begitu juga dengan cara menanamnya. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Bahan:

- Botol kaca

- Air yang telah diberi nutrisi tanaman atau pupuk cair

- Bibit tanaman hidroponik

Cara membuat:

- Siapkan botol kaca.

- Masukkan air yang telah diberi nutrisi tanaman atau pupuk cair.

- Masukkan bibit tanaman hidroponik ke dalam botol.

- Taruh di lokasi dengan cahaya matahari yang cukup.

4. Menanam tanaman hidroponik dengan baskom.

Alat untuk menanam dengan metode hidroponik © freepik.com

foto: freepik.com

Kamu nggak punya botol atau gelas plastik bekas? Nggak perlu khawatir, karena kamu bisa mempergunakan alat-alat sederhana yang ada di rumahmu. Seperti halnya dengan baskom.

Alat ini bisa jadi media untuk menanam dengan metode hidroponik. Nah, kalau kamu tertarik, coba siapkan 2 buah baskom sebelum memulainya. Ketika sudah siap, lakukan langkah-langkah seperti penjelasan berikut ini.

Bahan:

- 2 buah baskom

- Air

- Bibit tanaman hidroponik

- Rockwool

Cara membuat:

- Pertama, lubangi salah satu baskom.

- Masukkan air pada baskom yang tidak memiliki lubang.

- Letakkan baskom berlubang di atas baskom yang berisi air.

- Masukkan rockwool.

- Kemudian masukkan bibit tanaman pada rockwool dengan cara sedikit di lubangi dengan pisau atau cutter.

5. Menanam tanaman hidroponik pipa bekas.

Alat untuk menanam dengan metode hidroponik © freepik.com

foto: freepik.com

Dan yang nggak kalah menarik untuk dicoba adalah menanam tanaman hidroponik dengan memanfaatkan pipa bekas. Cara ini cocok banget untuk kamu yang ingin memperindah kebun. Selain cantik, susunan tanaman pun akan tampak lebih rapi.

Ditambah lagi salah satu keuntungan dengan menggunakan pipa bekas adalah kemampuannya untuk menampung lebih banyak tanaman. Selain itu, dalam mengaliri air bernutrisi ke tanaman juga lebih mudah. Mau tahu caranya? Coba yuk, tahapan-tahapan berikut ini.

Bahan:

- Pipa bekas

- Alat untuk melubangi pipa

- Gelas plastik bekas

- Rockwool

- Air dengan campuran nutrisi tanaman

- Ember

Cara membuat:

- Lubangi terlebih dahulu pipa bekas seukuran gelas plastik. Hal ini bertujuan sebagai tempat dari gelas plastik tersebut.

- Lalu beri jarak antar lubang sekitar 20 cm.

- Tutup pada bagian lubang ujung pipa dengan penutup pipa.

- Selanjutnya lubangi gelas plastik pada bagian bawahnya.

- Masukkan bibit hidroponik ke dalam gelas plastik.

- Masukkan rockwool hingga gelas penuh.

- Kemudian gantung pipa di dinding atau dapat diberi tempat untuk menyangga.

- Jangan lupa, beri jalur air dua arah di setiap ujung pipa menggunakan pipa atau selang kecil.

- Terakhir, tuangkan air yang telah dicampur dengan nutrisi ke dalam pipa.