Brilio.net - Umat muslim di seluruh dunia tengah merayakan hari kemenangan, Hari Raya Idul Fitri. Meskipun telah melewatkan bulan Ramadhan, umat muslim masih berkesempatan meningkatkan ibadahnya.

Seseorang tetap dapat meningkatkan keimanan dan ibadah pada bulan Syawal yang juga dikenal sebagai bulan penuh berkah. Bahkan terdapat berbagai amalan sunnah yang dapat dilakukan selama bulan Syawal.

Salah satu amalan yang biasanya dilakukan di bulan Syawal adalah puasa Syawal yang dijalankan selama enam hari. Akan tetapi, amalan sunnah yang bisa dilakukan di bulan syawal tidak hanya puasa Syawal saja, masih ada beberapa amalan sunnah lainnya.

Nah, berikut brilio.net rangkum dari berbagai sumber, inilah amalan sunnah yang dapat dilakukan di bulan Syawal pada Jumat (14/5).

1. Puasa selama enam hari.

Sebagaimana disinggung sebelumnya, puasa Syawal merupakan amalan sunnah di bulan Syawal yang paling banyak dilakukan. Puasa ini dilakukan setelah hari raya Idul Fitri sebagai penyempurna atau pelengkap puasa Ramadhan di bulan sebelumnya.

Waktu terbaik untuk menjalani puasa Syawal ini adalah awal-awal bulan Syawal. Namun, apabila belum bisa menjalaninya di awal bulan Syawal, berpuasa di akhir bulan Syawal pun tidak ada masalah.

Keutamaan dari puasa Syawal ini disampaikan oleh Rasulullah SAW, "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di Bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR Muslim).

Dengan demikian, dapat diketahui bahwa Allah memberikan ganjaran yang besar berupa pahala kepada hamba-Nya yang menjalankan puasa di bulan Syawal.

Berikut niat puasa syawal, Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ. Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

Berbeda dari puasa wajib yang harus menjalankan niat di malam hari, niat puasa syawal boleh dilakukan di pagi hari. Berikut niat puasa syawal yang dilakukan di pagi hari.

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘ala. Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT."

2. Menikah.

Tak sedikit dari umat muslim yang menjalankan proses pernikahan di bulan Syawal. Ternyata menikah di bulan Syawal memiliki kebaikan tersendiri.

Sebagaimana dikisahkan dalam hadits dari Aisyah RA, “Rasulullah SAW menikahiku saat Bulan Syawal dan mengadakan malam pertama dengan aku di Bulan Syawal. Manakah istri beliau yang lebih mendapatkan perhatian selain aku?” (HR. Muslim, An Nasa’i).

3. Silaturahmi.

Sebagaimana tradisi silaturahmi setelah Lebaran pada umumnya, amalan ini memang baik dilakukan pada bulan Syawal.

Allah SWT menjadikan bulan Syawal sebagai bulan yang penuh ampunan, sehingga penting untuk menjalankan silaturahmi sekaligus saling memaafkan di bulan Syawal.

4. I'tikaf.

I'tikaf merupakan berdiam diri di masjid maupun rumah dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah. Selama beri'tikaf seseorang tidak hanya berdiam diri saja, tetapi juga berdzikir, menunaikan sholat lima waktu dan sunnah, serta membaca Alquran.

Banyak umat muslim yang menjalankan i'tikaf selama bulan Ramadhan, terutama di 10 hari terakhir Ramadhan. Kebiasaan untuk i'tikaf ini juga dapat dilanjutkan selama bulan Syawal sebagai penyempurna atau pengganyi ibadah i'tikaf di bulan Ramadhan.

5. Sholat malam.

Kebiasaan menjalankan ibadah sunnah selama Ramadhan seperti sholat malam sebaiknya dilanjutkan pada bulan Syawal.

Mengamalkan sholat malam setelah menunaikan sholat wajib akan mendapatkan banyak pahala dari Allah SWT, serta bisa menyempurnakan atau menutupi kesalahan yang terjadi selama sholat wajib.

6. Bersedekah.

Banyak umat muslim yang berlomba-lomba untuk menyedekahkan hartanya di bulan Ramadhan. Kebiasaan untuk bersedekah ini dapat dilanjutkan di bulan Syawal karena bersedekah dapat meningkatkan rasa empati, meningkatkan rasa syukur, membuat harta lebIh barokah, dan membantu sesama.

(brl/far)

(brl/far)