Brilio.net - Kematian suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila meninggalkan duka mendalam bagi rakyat Indonesia. Haringga menghembuskan napas terakhir pada Minggu (23/9) setelah dikeroyok beberapa orang di area Stadion Gelora Bandung lautan Api (GBLA). Detik-detik kematiannya terekam dalam sebuah video yang viral di dunia maya dan mengundang amarah warganet.

Menanggapi hal ini, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi mendesak Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk menghentikan Liga 1. Dilansir dari Liputan6.com, Rabu (26/9), Imam Nahrawi meminta PSSI bertindak tegas. "Di saat penghentian, kita minta kepada PSSI dan operator untuk lakukan hal luar biasa, tegas, berani, dan tegakkan regulasi. Tidak hanya bentuk dana kepada siapa pun," ungkap Imam Nahrawi.

Ridwan Kamil juga turut memberikan komentar. "Kalau saya tidak dalam kapasitas tupoksi olahraga, saya serahkan pada PSSI, saya serahkan pada Kemenpora, kami di bawah mengawal sesuai aturan," ujar Ridwan kamil dilansir dari kutipan video Liputan.6.com,Rabu (26/9).

Kecaman juga datang dari Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI). Selasa (25/9) APPI merilis pernyataan sikap melalui akun Instagram @appi_info. Pernyataan sikap tersebut ditandatangani oleh 19 perwakilan pesepakbola Liga-1 2018. Salah satu poin dalam pernyataan sikap tersebut ialah menghentikan Liga 1 sementara waktu.

Berikut isi pernyataan sikap APPI.

Loading...

1. Mengecam segala bentuk kekerasan yang terjadi terlebih merenggut nyawa yang seharusnya sepakbola menjadi sebuah olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas

2. Meminta pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini hingga tuntas dengan memberikan hukuman sesuai hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan memberikan efek jera tidak hanya bagi pelaku tapi bagi seluruh suporter di Indonesia agar hal ini menjadi yang terakhir kalinya

3. Mendesak kepada Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk juga dapat memberikan hukuman yang adil yang dapat memberikan efek jera bagi pihak-pihak yang terkait dengan insiden ini, dikarenakan insiden ini telah berulang kali terjadi namun hukuman yang diberikan tidak memberikan dampak bagi pihak-pihak yang terkait tersebut

4. Meminta kepada seluruh suporter tim Liga 1 khususnya dan tim Liga-2 untuk membuat Nota Damai atau kesepakatan bersama untuk memastikan insiden ini tidak terulang kembali, karena Sepakbola Indonesia akan terancam jika insiden ini kembali berulang

5. Nota Damai tersebut akan disinergikan dengan stakeholder Sepakbola Indonesia yaitu PSSI, LIB, Kepolisian, dan juga Pemerintah baik Pusat maupun Daerah

6. Kami Pesepakbola yang tergabung di Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) dan mewakili dari tiap-tiap klub peserta Liga-l tahun 2018 sebagai bentuk belasungkawa atas insiden yang terjadi, dan juga sebagai bentuk desakan kepada suporter, kami sepakat untuk tidak bermain di pekan 24 Liga-l tahun 2018 hingga tercapainya Nota Damai Suporter tersebut.