Brilio.net - Apakah kamu termasuk orang yang merasa belum afdol kalau setelah gosok gigi masih berkumur dengan obat kumur? Obat kumur ini digunakan untuk membersihkan sisa-sisa makanan di gigi dan mulut, mengurangi bakteri mulut, juga membuat napas jadi lebih segar. Namun, ternyata para ahli tidak menyarankan penggunaan cairan yang mengandung antiseptik ini terlalu sering lho. Bahkan menurut sebuah penelitian mengungkapkan bahwa terlalu sering menggunakan obat kumur meningkatkan risiko timbulnya kanker mulut. Waduh!

"Kami telah menemukan bahwa menggunakan obat kumur berlebihan, tiga kali atau lebih dalam sehari dapat meningkatkan risiko kanker," ujar dokter sekaligus pemimpin penelitian, David Conway dari University of Glasgow seperti dilansir brilio.net dari Mirror.co.uk, Senin (27/7).

David mengatakan, sejumlah obat kumur mengandung alkohol. Seringkali digunakan oleh perokok atau orang yang minum alkohol untuk menghilangkan bau mulut. Tapi tetap saja agar tidak menggunakan obat kumur secara berlebihan. Menurut David, tak semua orang perlu menggunakan obat kumur. Penggunaan obat kumur juga bisa diresepkan oleh dokter gigi pada pasien dengan kondisi tertentu. Misalnya karena pasien yang memiliki aliran saliva rendah.

Peneliti tak melihat dampak buruk yang signifikan jika hanya menggunakan obat kumur satu atau dua kali sehari. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Oral Oncology.

Menurut peneliti, alkohol dalam obat kumur dapat membantu zat penyebab kanker seperti nikotin, menembus lapisan mulut. Hal ini juga dapat menghasilkan zat yang disebut acetaldehyde, karsinogen, yang bisa menumpuk di sekitar mulut.

Loading...

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Australian Dental Journal pada tahun 2009 pun menemukan bahwa penggunaan obat kumur meningkatkan risiko kanker mulut sembilan kali lipat pada perokok. Para profesional kesehatan juga tidak merekomendasikan penggunaan jangka panjang obat kumur berbasis alkohol.

David menambahkan, untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut cukup dengan rutin menyikat gigi dengan pasta gigi fluoride sekaligus membersihkan sela-sela gigi. Selain itu, rutin cek kesehatan gigi ke dokter gigi. Perawatan gigi yang buruk dan jarang menyikat gigi juga berisiko kanker.