Brilio.net - Batik tumbuh dan terus berkembang seiring zaman yang hingga kini menjadi salah satu warisan budaya bangsa ini. Konsep dan ide penciptaan juga mengalami aneka perkembangan. Bermula dari motif batik klasik seperti sekar jagat, kawung, truntum, atau parang berkembang menjadi motif kontemporer yang juga tersimpan makna filosofi.

Salah satu motif kontemporer yang baru saja dikeluarkan adalah Jaziratul Muluk. Motif batik yang bercerita tentang Sejarah Nusantara dan Islam dunia ini adalah produk dari Sogan Batik. Koleksi ini memadukan unsur tenun motif Maluku, batik tulis warna cokelat dengan lurik khas Jawa.

"Saya berkomitmen untuk tak hanya sekedar menyuguhkan sebuah karya batik, namun juga menarasikan pesan sejarah Nusantara dan sejarah Islam dunia di balik setiap motif batik. Nilai-nilai inilah yang dijadikan pakem utama dalam mengembangkan motif. Sogan Batik sendiri memiliki motif-motif unik nan eksotik," kata Co-Owner Fashion & Pattern Sogan Batik, Iffah M Dewi, ketika ditemui brilio.net beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Iffah menuturkan tentang Ibnu Batita, seorang pengelana muslim dari Maroko pada abad ke-13. Ia tiba di suatu pulau yang kaya akan rempah-rempah dan menyebutnya sebagai Jaziratul Muluk (jazirah para Malik/Raja). Ada empat kerajaan Islam di tempat yang ternyata bernama Maluku itu, yakni Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan.

Sogan Batik © 2016 brilio.net

Sogan Batik-© 2016 brilio.net/ Ismarlina Mokodompit

Cengkeh dan lada, kata dia, menjadi komoditas utama daerah kepulauan ini, sehingga menarik para pedagang Nusantara maupun asing. Karena itu, dua jenis rempah-rempah ini menjadi hiasan dekoratif (isen-isen) dalam motif batik tulis yang digunakan.

Wanita kelahiran 29 April 1982 ini ini kemudian menceritakan bahwa Kerajaan Ternate mengalami kemunduran yang disebabkan adu domba oleh bangsa asing dengan Kerajaan Tidore. Kemudian Ternate Tidore bersatu dan berhasil mengusir penjajah.

Namun kemenangan tersebut tidak bertahan lama, sebab kongsi dagang Belanda, yakni VOC, berhasil menaklukkan Ternate dengan strategi dan manajemen organisasi yang maju. Maka dari peristiwa inilah Iffah ingin menggambarkan betapa Indonesia diberikan kekayaan alam dan budaya yang luar biasa sehingga ia tuangkan dalam motif batiknya.

Pesona jaziratul muluk akan ditampilkan dalam 10 desain. Setiap desain berurutan dan memiliki kisahnya sendiri, layaknya paragraf demi paragraf dalam sebuah cerita sejarah.

Di sisi lain, Iffah juga menceritakan bahwa setiap proses produksi batik mulai dari desain, pola, pembatikan, pewarnaan, penjahitan, sampai dengan selesai selalu diiringi dengan zikir.

"Kebiasaan ini di tempat produksi Sogan Batik dinamakan dengan batik berzikir," ujar Iffah.

Taufik Abdurrahman SE, selaku CEO dari Sogan Batik mengatakan sebuah kehormatan dan sekaligus tantangan bagi insan pecinta batik untuk berusaha memberi manfaat kepada sekitar melalui batik.

Sogan Batik akan menampilkan karyanya di panggung Jogja Fashion Week (JFW) 2016 pada Rabu (24/8) malam. Usaha yang sudah berdiri sejak 2001 ini kini memiliki 50 orang pekerja dengan produk batik tulis dan cap serta koleksi busana muslim.

(brl/gib)