Setiap tim di Liga Primer Inggris diwajibkan mendaftar 25 pemain di atas usia 21 tahun yang akan berlaga selama setengah musim ke depan. Jumlah tersebut harus memenuhi syarat minimal 8 pemain Homegrown Player atau pemain yang berlatih sejak usia muda di negara Inggris, bisa pemain asli Inggris, atau pemain asing yang hijrah sejak kecil. Selain 25 orang tersebut, klub EPL juga membuat daftar tambahan dan bisa menambah pemain berusia di bawah 21 tahun untuk tampil di pertandingan. Tak ada batas jumlah pemain di bawah usia 21 tahun yang bisa didaftarkan.

Makan gaji buta, pemain mahal ini tak bisa main di EPL hingga Januari


Karena peraturan tersebut, ada beberapa tim yang kelebihan kuota 25 orang, sehingga terdapat beberapa pemain yang tidak bisa didaftarkan. Jika pemain tersebut levelnya biasa saja, mereka masih bisa berlatih dengan dimasukkan ke tim U-23 atau di bawahnya. Tapi jika mereka pemain yang dibeli dengan harga mahal, atau pemain terkenal yang telah menjadi favorit fans, hal ini merupakan suatu pemborosan karena klub tetap harus membayar gaji. Selain karena skuad telah penuh, beberapa pemain tidak didaftarkan karena masih mengalami cedera. Kini coba kita lihat siapa saja pemain yang masuk kategori tersebut.


1. Vincent Janssen (Belanda, Tottenham Hotspur)

Makan gaji buta, pemain mahal ini tak bisa main di EPL hingga Januari
Pemain timnas Belanda ini dibeli Tottenham Hotspur dari AZ Alkmaar dengan harga 17 juta pada tahun 2015. Musim lalu pemain ini dipinjamkan ke klub Turki Fenerbahce, dan kemudian kembali ke Spurs. Sayangnya dia menderita cedera kaki selama latihan pramusim dan harus menghadapi meja operasi. Diperkirakan Janssen tak dapat bermain hingga bulan Januari, oleh karena itu dia tidak didaftarkan di skuad Tottenham Hotspur saat ini.


2. Andy King (Wales, Leicester)

Makan gaji buta, pemain mahal ini tak bisa main di EPL hingga Januari
Gelandang Leicester City ini termasuk pahlawan dan menjadi favorit penggemar, dia adalah pemain yang mengikuti klub sejak masih berlaga di divisi 1 dan promosi ke EPL. Dia memang sudah ingin pindah sejak musim lalu, dan sempat dipinjamkan ke klub Swansea selama setengah musim. Sayangnya musim ini Andy King tak dapat menemukan klub baru hingga masa transfer ditutup, padahal kontraknya di Leicester masih berlaku hingga tahun 2020.


3. Lazar Markovic (Serbia, Liverpool)

Makan gaji buta, pemain mahal ini tak bisa main di EPL hingga Januari
Lazar Markovic digadang-gadang sebagai pemain muda bertalenta tinggi saat dibeli Liverpool dari Benfica dengan harga 20 juta pada tahun 2014. Sayangnya dia tidak bisa memuaskan hati Jurgen Klopp sehingga jarang ditampilkan. Sudah 4 klub yang meminjamnya selama ini, mereka adalah Fenerbahce, Sporting Lisbon, Hull City dan Anderlecht. Di di musim ini, dia berencana pindah ke klub Belgia Anderlecht, tapi gagal mencapai kata sepakat hingga batas waktu berakhir. Karena skuad Liverpool telah penuh, Markovic tidak ikut didaftarkan, padahal dia masih mendapat gaji sebesar 35 ribu poundsterling per minggu.


4. Younes Kaboul (Prancis, Watford)

Makan gaji buta, pemain mahal ini tak bisa main di EPL hingga Januari
Pemain asal Prancis ini mengalami cedera metatarsal sejak musim lalu sehingga tak bisa bermain untuk Watford. Sebelum pindah ke klub ini, dia sempat bermain di Tottenham Hotspur, Portsmouth dan Sunderland.


5. Lee Tomlin (Inggris, Cardiff City)

Makan gaji buta, pemain mahal ini tak bisa main di EPL hingga Januari
Lee Tomlin tak dimasukkan ke daftar pemain Cardiff City karena sudah penuh.


6. Anthony Pilkington (Inggris, Cardiff City)

Makan gaji buta, pemain mahal ini tak bisa main di EPL hingga Januari
Sama seperti Lee Tomlin, Andy Pilkington juga tidak didaftarkan oleh Cardiff City.


7. Yohan Benalouane (Prancis, Leicester City)
Makan gaji buta, pemain mahal ini tak bisa main di EPL hingga Januari

8. Rolando Aarons (Inggris, Newcastle United)
Makan gaji buta, pemain mahal ini tak bisa main di EPL hingga Januari