×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
5 Fakta The Handmaiden, film kontroversial yang dibintangi Kim Tae Ri

0

Film

5 Fakta The Handmaiden, film kontroversial yang dibintangi Kim Tae Ri

Sebelum jadi atlet anggar di Twenty Five Twenty One, Kim Tae Ri pernah membintangi sebuah film bergenre erotic psychological-thriller.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Aldila Kristiawati

29 / 03 / 2022 17:05

Banyak orang mengenal nama Kim Tae Ri dari karakter yang dimainkannya yaitu Na Hee Do, dalam drama Twenty Five Twenty One. Namun, tahukah kamu kalau aktris kelahiran tahun 1990 ini pernah membintangi salah satu film Korea yang kontroversial berjudul The Handmaiden sebagai seorang pelayan bernama Nam Sook Hee.

The Handmaiden mengisahkan tentang seorang putri bangsawan Jepang bernama Hideko yang hidup hanya dengan sang paman dan para pelayannya. Lalu datanglah Pangeran Fujiwara yang ingin menikahi Putri Hideko, namun ternyata dia hanyalah seorang penipu yang berniat merampas semua hartanya. Di tengah rencana penipuan yang sedang berlangsung, muncullah alur yang tidak terduga yaitu kisah percintaan sesama jenis antara Putri Hideko dengan pelayan pribadinya. Dengan kata lain, film ini tak hanya soal mencuri harta, namun juga kisah cinta sesama wanita yang mengandung plot twist berlapis.

The Handmaiden yang rilis pada tahun 2016 sempat menuai kontroversi dan menjadi perbincangan di kalangan penikmat film terutama untuk masyarakat Korea Selatan sendiri. Mengingat masa lalu Korea dan Jepang yang pernah memiliki sejarah panjang, film yang berlatar tahun 1930-an saat Korea masih dalam masa penjajahan Jepang ini seperti membuka luka lama bagi sebagian orang.

Selain mengambil latar waktu penjajahan Jepang di Korea, berikut deretan fakta lain mengenai film The Handmaiden.

1. The Handmaiden digarap oleh sutradara Park Chan Wook.

Nama Park Chan Wook sebelumnya telah dikenal melalui salah satu film terlaris bergenre thriller yang disutradarainya yaitu Oldboy (2003). Sebagai sutradara yang terkenal dengan genre thriller dan crime, The Handmaiden tentu tak luput dari adegan-adegan kekerasan dan erotis yang kurang lazim di mata masyarakat awam.

Loading...

Melalui film ini Park Chan Wook sekali lagi menunjukkan ketertarikannya dalam mengeksplorasi isi kepala manusia yang tergolong tidak rasional. Inilah alasan mengapa The Handmaiden termasuk dalam genre film erotic psychological-triller. 

2. Adaptasi dari novel karya Sarah Waters.

Film The Handmaiden merupakan cerita adaptasi dari novel berjudul Fingersmith yang ditulis oleh Sarah Waters. Jika dalam novelnya mengambil latar waktu dan tempat di Inggris tahun 1800-an atau era Victorian British, The Handmaiden berlatar tempat di Korea tahun 1930-an saat Jepang masih menguasai dataran Korea.

Baik novel maupun film berhasil menyuguhkan alur yang menarik dan di sinilah plot twist terjadi. Penyajian cerita dibagi menjadi tiga bagian, bagian pertama adalah cerita dari sudut pandang Si Pelayan, dilanjutkan bagian kedua bercerita dari sudut pandang Si Putri Bangsawan, bagian terakhir adalah cerita berdasarkan sudut pandang kedua tokoh utama.

3. Dikategorikan dalam film dewasa.

Ki Tae Ri dan Kim Min Hee berhasil memukau para penonton dengan chemistry yang mereka tunjukkan melalui aktingnya saat harus beradegan panas. Dalam film ini banyak menampilkan adegan erotis dan kekerasan yang tidak akan nyaman bila disaksikan oleh penonton di bawah umur.

4. Dilarang tayang di beberapa negara.

Karena menampilkan banyak adegan eksplisit mengenai isu tabu hubungan sesama jenis, The Handmaiden tidak mengantongi izin untuk tayang di negara-negara penganut budaya ketimuran, termasuk Indonesia.

5. Film yang menjadi ajang debut akting Kim Tae Ri.

Sebelum terjun ke dunia seni peran, Kim Tae Ri sudah lebih dulu memulai kariernya di bidang modeling dan membintangi beberapa iklan televisi. Kemudian setelah lulus dari Universitas Kyung Hee, ia mulai berakting dalam music video berjudul Spring is Coming dan beberapa MV lainnya. Ia juga menunjukkan bakat aktingnya dalam film pendek Citizen Zombie. Hingga akhirnya Kim Tae Ri untuk pertama kalinya muncul dalam film layar lebar The Handmaiden mengalahkan sekitar 1500 peserta audisi untuk memerankan karakter Sook Hee.

Salah satu film garapan Park Chan Wook ini memang tergolong kontroversial. Meskipun begitu The Handmaiden berhasil menjadi film pertama dari Korea Selatan yang memenangkan piala BAFTA Awards untuk kategori Best Film Not in the English Language. Hebatnya lagi, dalam kategori tersebut, The Handmaiden mampu mengalahkan film karya Angelina Jolie yang berjudul First They Killed My Father.

Source






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red