×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Kuil Asakusa, kokohnya tradisi yang bertahan di tengah modernisasi

0

Jalan-Jalan

Kuil Asakusa, kokohnya tradisi yang bertahan di tengah modernisasi

Kuil Asakusa adalah kuil yang berdiri sejak abad ke-16 dan memiliki atraksi wisata yang menarik.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

MP tama

15 / 05 / 2019 13:15

Tokyo merupakan Ibu kota Jepang yang unik. Di kota ini kita dapat menemukan sisi kontradiktif antara aspek tradisi dan historis yang bertemu dengan kemutakhiran teknologi. Kuil Sensoji, yang juga disebut Kuil Asakusa terletak di tengah Kota Tokyo. Kuil ini menjadi wisata sejarah yang lestari hingga sekarang. Di sini kita bisa menikmati suasana tradisional Jepang di tengah modernisasi Tokyo yang keren.

Sensoji Temple merupakan kuil Budha tertua di Tokyo yang dibangun pada tahun 1649 oleh Tokugawa Lemitsu. Sejarah kuil ini cukup menarik. Dikisahkan oleh legenda setempat, ada dua orang nelayan bersaudara bernama Hinokuma Hamanari dan Hinokuma Takenari. Mereka menemukan patung emas Kannon ‘The Merciful Nirvana Achiever’ di Sungai Sumida.

Kepala desa setempat mengakui kesucian patung tersebut dan berusaha mengabadikannya. Caranya adalah membuat rumahnya sendiri menjadi sebuah kuil kecil. Tujuannya adalah untuk tempat penduduk desa memuja Kannon.

Salah satu yang paling menarik di sini adalah keberadaan lampion raksasa yang menyambut kita di pintu masuk kuil. Lampion raksasa ini dikenal sebagai simbol Asakusa Temple. Ketika berkunjung ke sini, jangan lupa berfoto di depan lampion raksasa dengan pose sekeren mungkin. Bagi yang ingin berfoto dengan kimono khas Jepang juga dapat menyewa kimono yang tersedia di sudut kuil.

Setelah pintu masuk kita akan melewati Kaminarimon dan Guntur Gate. Pengunjung akan melewati spot surga belanja dan oleh-oleh di Nakamise Shopping Street. Di sini terdapat berbagai oleh-oleh khas Jepang, mulai dari souvenir khas Jepang seperti Yukata. Kita juga bisa menemukan beragam makanan ringan tradisional Jepang.

Loading...

Bagi kalian yang tidak fasih berbahasa Jepang, tidak perlu terlampau takut belanja di sini karena sebagaian besar penjual oleh-oleh cukup lancar berbahasa Inggris standar. Selain itu, harga barang dan makanan yang dijual di Nakamise tidaklah mahal, rata-rata berkisar 100-200 yen. Tentu jauh lebih murah dibandingkan berbelanja di pusat perbelanjaan lain di sekitar Kota Tokyo.

Setelah Guntur Gate, selanjutnya Honzomon Gate akan menanti kedatangan kita karena di dekatnya ada aula utama kuil ini. Strukturnya cantik dan bisa kita lihat juga Pagoda bertingkat yang diberi nama Asakusa Shrine. Di bagian dalam kuil kita bisa menemukan taman kontemplatif yang dibuat dengan gaya khas Jepang yang super kental. Bila datang di waktu jam sembahyang, maka pengunjung dapat melihat dari luar kuil prosesi sembahyang agama Shinto.

Sementara itu terdapat kepercayaan yang masih diyakini benar oleh penduduk setempat, yaitu bagi pengunjung yang menyempatkan diri mengusap-usap kepalanya dengan asap dari dupa di depan kuil, maka akan menjadi lebih pintar. Wow, semudah itukah? Patut dicoba nih. Tapi harus tetap giat belajar dan berusaha ya.

Ada beberapa jalur kereta yang bisa dipilih menuju Stasiun Asakusa, yaitu Toei Asakusa Line, Tokyo Metro Ginza Line, Tokyo Skytree Line, dan Tsukuba Express. Dari Stasiun Asakusa kita hanya perlu berjalan kaki 5 menit menuju Sensoji Temple.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera jalan-jalan ke Tokyo dan kunjungi Kuil Asakusa yang legendaris. Jangan lupa membeli oleh-oleh di sini ya guys. Arigato Gozaimasu.





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red