×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Ini 5 gangguan psikologis yang dapat terjadi akibat kemajuan teknologi

0

Kepribadian

Ini 5 gangguan psikologis yang dapat terjadi akibat kemajuan teknologi

Keterkaitan antara pengaruh kemajuan teknologi dan media sosial bisa membentuk situasi penyimpangan psikologis manusia.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Nana

18 / 09 / 2018 10:49

Perkembangan teknologi dan media sosial saat ini sangat pesat. Banyak sekali manfaat yang kita rasakan dari hal tersebut. Seperti kemudahan dalam berkomunikasi, kemajuan ekonomi secara global, interaksi sosial yang lebih luas, dan segala kemudahan lainnya.

Namun segala sesuatu yang berkembang pasti memiliki efek negatif, jika kita tidak bijak dalam memanfaatkan segala kemudahan tersebut. Terlalu berlebihan dalam menggunakan teknologi dan media sosial dapat memicu gangguan psikologis. Hal tersebut diakibatkan oleh pengaruh pergaulan sosial yang berubah, maupun penggunaan teknologi tanpa membatasi diri. Teknologi dan media sosial juga bisa menjadi penyebab memburuknya gangguan-gangguan psikologis yang memang sudah dialami seseorang.

Berikut ini adalah 5 gangguan psikologis yang bisa diakibatkan kemajuan teknologi dan media sosial.

1. Antisosial.

Dalam ilmu kejiwaan, antisosial disebut juga dengan schizoid, yang mana memiliki pengertian yang luas. Namun jika dikaitkan dengan pengaruh teknologi dan media sosial, dapat diartikan dengan gangguan kepribadian yang cenderung kepada menghindari hubungan dengan orang lain.

Loading...

Jika seseorang memiliki kecenderungan antisosial, maka kecanduan terhadap media sosial dapat memperparah kondisi psikologisnya. Penderitanya akan lebih sering berinteraksi di dunia maya dan kontak sosial dalam masyarakat akan semakin berkurang. Penderitanya akan lebih nyaman untuk menyendiri. Hal tersebut tentulah akan mengakibatkan kesulitan dalam interaksi langsung, dan akan mengganggu kehidupan sosial mereka.

2. Anoreksia dan Bulimia Nervosa.

Keduanya merupakan gangguan perilaku makan, namun memiliki perbedaan dalam gejalanya. Jika bulimia lebih menginginkan bentuk tubuh yang normal, maka anoreksia lebih terobsesi pada bentuk tubuh yang terlalu kurus. Penderita bulimia cenderung memiliki bentuk tubuh lebih normal dibandingkan anoreksia. Namun hal itu dilakukan dengan cara makan sangat sedikit, atau makan banyak tapi kemudian memuntahkan kembali makanan itu.

Maraknya body shaming di media sosial, bisa menjadi pemicu seseorang mengalami gangguan tersebut. Karena seseorang akan cenderung terpengaruh pada komentar orang lain terhadap diri penderitanya. Sugesti terhadap bentuk tubuh ideal itulah yang menyebabkan seseorang terobsesi. Hal tersebut tentu bukan hanya tidak baik bagi psikologis tapi juga kesehatan fisik penderitanya.

3. Megalomania.

Megalomania adalah obsesi yang berlebihan terhadap diri sendiri. Penderita gangguan ini merasa menjadi seseorang yang hebat dan selalu ingin menjadi pusat perhatian. Penderitanya sangat menginginkan rasa hormat dan pujian dari orang lain, dan cenderung meremehkan orang lain.

Media sosial dapat menjadi tempat bagi seseorang unjuk diri. Dan megalomania merupakan manifestasi ekstrem dari sindrom narsisme, yang bisa diperparah karena penggunaan media sosial yang berlebihan. Seseorang akan lebih terobsesi pada penilaian orang lain dan bisa mengakibatkan depresi jika penderitanya tidak mendapatkan penilaian yang mereka inginkan.

4. Nomophobia.

Nomophobia merupakan singkatan dari No Mobilephone Phobia, yakni penyimpangan psikologi yang dipengaruhi oleh ketergantungan seseorang terhadap gadget. Penderitanya akan merasakan kecemasan yang berlebihan jika mereka terpisah dari gadget yang mereka miliki. Fenomena nomophobia pertama kali teridentifikasi tahun 2008. Hal ini tentu merupakan pengaruh dari kemajuan teknologi.

Bahaya dari nomophobia sendiri yaitu penderitanya akan lebih banyak menghabiskan waktu mereka dengan gadget sehingga waktu sosial mereka akan tersita. Hal tersebut tentu mengganggu hubungan sosial dan juga waktu produktif penderitanya.

5. Gaming Disorder.

Kecanduan bermain game atau disebut dengan gaming disorder, memiliki gejala utama, yaitu memprioritaskan bermain game di atas aktivitas lainnya. Dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan intensitas sering. Efek negatif yang bisa dialami oleh pecandu game yaitu kesehatan fisik yang terganggu dan juga kehilangan waktu untuk interaksi sosial.

Ada beberapa kasus kematian yang disebabkan karena terlalu lama bermain game. Hal tersebut bisa diakibatkan oleh pembekuan darah, maupun kurang gizi karena sering terlambat makan dan juga kelelahan.

Bijak dan cerdas dalam menggunakan teknologi dan media sosial serta tidak berlebihan, akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi kehidupan kita. Pengaruh positif maupun negatifnya, semua kembali pada diri kita masing-masing.






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red