Bulan September lalu dunia dikejutkan dengan penangkapan sepasang suami istri yang menjalankan praktik kanibalisme. Keduanya bernama Dmitry Baksheev yang berumur 35 tahun dan istrinya, Natalia berumur 42 tahun, keduanya sama-sama berasal dari Rusia. Aksi mereka telah berjalan selama beberapa tahun, tepatnya semenjak tahun 1999.

Pasangan kanibal ini telah memangsa puluhan orang, kejam!

Menurut pihak kepolisian seperti yang dilansir dari Washington Post, penangkapan keduanya diawali saat seorang warga bernama Roman Khomyakovpenemuan ponsel yang di dalamnya berisi potongan tubuh korban. Kemudian ponsel tersebut dibawa ke kantor polisi hingga akhirnya polisi dapat menangkap Baksheev dan istrinya.

Pasangan kanibal ini telah memangsa puluhan orang, kejam!

Menurut pihak kepolisian, mereka melumpuhkan korbannya dengan obat penenang, lalu mengulitikorbannya hidup-hidup. Setelah itu mereka memakan bagian dari korban mereka, kemudian sisanya dibekukan ataudikemas dalam botol yang diisi dengan larutan garam. Mereka juga mengaku kerap mengolah daging korbannya menjadi berbagai makanan dan menjualnya.

Hingga kini mereka mengaku telah membunuh sekitar 30 orang dan jumlah tersebut kemungkinan masih terus bertambah mengingat penyidikan masih berlangsung.

Dikutip media Rusia RT, pasangan suami-istri tersebut tinggal di asrama akademi militer kota Krasnodar sebagai staf. Di tempat tinggal tersangka, para petugas menemukan potongan-potongan tubuh manusia yang direndam dalam larutan garam. Hal itu membuat mereka dijuluki sebagai pasangan kanibal paling kejam di dunia.

Pasangan kanibal ini telah memangsa puluhan orang, kejam!

Para petugas mengatakan bahwa mereka telah menemukan satu foto yang bertanggal 28 Desember 1999, foto tersebut menunjukkan kepala manusia yang terpotong-potong yang diletakan pada piring saji. Mereka juga menambahkan bahwa Baksheeva dan suaminya mencari korban melalui situs pencarian jodoh.

Sejauh ini, Baksheev dan istrinya telah dituntut dengan tuduhan pembunuhan, namun hingga kini masih ada kemungkinan korban akan terus bertambah mengingat penyidikan masih tetap dilanjutkan.