Brilio.net - Sosok Ir. Soekarno sudah terkenal hingga ke seluruh penjuru dunia. Presiden pertama Republik Indonesia tersebut dikenal dengan nama Bung Karno Sang Proklamator. Ia bahkan menjadi salah satu tokoh penting dalam proses kemerdekaan bangsa Indonesia.

Saat masa penjajahan Belanda dan Jepang, Bung Karno terkenal dengan kecerdasan, kewibawaan, dan kepandaiannya dalam berorasi. Hal itu ia lakukan bersama kawan-kawannya demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari jajahan bangsa asing. Selain piawai dalam berorasi, Bung Karno juga aktif menulis dan menghasilkan banyak karya.

Berkat karyanya tersebut, ia dikenal sebagai tokoh nasionalis. Kala itu, sebagai seorang pemimpin bangsa yang baru saja merdeka Soekarno bisa dikatakan sebagai seorang pemberani. Ia sering kali berorasi di depan masyarakat Indonesia dan lihai dalam persoalan retorika.

Maka tak heran jika pidato-pidatonya memuat kata-kata quote bijak yang dapat memotivasi bagi masyarakat luas. Terutama untuk para anak muda. Seperti yang telah brilio.net rangkum dari berbagai sumber pada Kamis (11/11), berikut 101 kata-kata quote bijak Bung Karno yang bisa bangkitkan semangat anak muda.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Kata-kata quote bijak Bung Karno tentang kepemimpinan dan kebangsaan.

Kata-kata quote bijak Bung Karno © berbagai sumber

foto: Instagram/@irawandjajaagung

Jika rasa nasionalisme mulai pudar, kata-kata quote Bung Karno ini mampu membakar semangatmu untuk selalu cinta pada bangsa Indonesia ini. Sebagai sosok patriotik ia memiliki kata-kata quote bijak mengenai kepemimpinan yang bisa dicontoh anak muda.

1. "Barang siapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam."

2. "Jika kita memiliki keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu membahu mewujudkannya."

3. "Bebek berjalan berbondong-bondong, akan tetapi burung elang terbang sendirian."

4. "Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian bahwa kekuasaan seorang Presiden sekali pun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanya kekuasaan rakyat. Dan di atas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa."

5. "Seribu orang tua hanya bisa bermimpi, tapi seorang pemuda mampu mengubah dunia!"

6. "Nasionalisme tidak bisa berbunga jika tidak tumbuh di taman internasionalisme."

7. "Itulah konsep nasionalisme yang didirikan Indonesia. Bukan orang Jawa, bukan orang Sumatra, bukan orang Kalimantan, Sulawesi, Bali atau lainnya, tapi orang Indonesia, yang bersama-sama menjadi fondasi satu kesatuan nasional."

8. "Bunga mawar tidak pernah mempropagandakan harumnya, namun keharumannya sendiri menyebar melalui sekitarnya."

9. "Menaklukkan ribuan manusia mungkin tidak disebut pemenang, tapi bisa menaklukkan diri sendiri disebut penakluk yang brilian!"

10. "Revolusi hanya benar-benar revolusi jika ini adalah perjuangan terus-menerus – bukan hanya perjuangan eksternal melawan musuh, tapi perjuangan batin, berjuang dan menundukkan semua aspek negatif yang menghambat atau merusak jalannya revolusi. Dalam pencerahan ini, revolusi adalah … sebuah simfoni kemenangan atas musuh dan diri sendiri."

11. "Di mana perbudakan berada, di sana tidak ada kebebasan; dan di mana kebebasan berada, perbudakan pun tidak ada."

12. "Tidak ada satu negara yang benar-benar hidup jika tidak ada seperti kuali yang mendidih dan terbakar, dan jika tidak ada benturan keyakinan di dalamnya."

13. "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya."

14. "Jikalau aku misalnya diberikan dua hidup oleh Tuhan, dua hidup ini pun akan aku persembahkan kepada tanah air dan bangsa."

15. "Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuat."

16. "Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia."

17. "Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan."

18. "Perjuangan-perjuangan membawa kesulitan-kesulitan. Perjuangan besar tidak hanya menuntut pengalaman tetapi juga menuntut keberanian."

19. "Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka."

20. "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."

21. "Negara ini, Republik Indonesia, bukan milik kelompok mana pun, juga agama, atau kelompok etnis manapun, atau kelompok dengan adat dan tradisi apa pun, tapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!”

22. "Tetapi kecuali dari pada itu maka peristiwa menjadi merdekanya sesuatu bangsa yang tadinya dijajah oleh imperialisme bangsa lain, merdeka, betul-betul merdeka, dan bukan merdeka boneka."

23. "Maka aku sekarang berkata kepada para teknisi, kepada seluruh rakyat Indonesia, mari kita kerjakan kita punya tugas, tanpa meghitung-hitung apa yang nanti terjadi dengan kita."

24. "Menurut keyakinan kami, hilangnya pemerintah asing dari Indonesia, belum tentu juga dibarengi oleh hilangnya imperialisme asing sama sekali."

25. “Jangan pernah melupakan sejarah. Ini akan membuat dan mengubah siapa diri kita.”

26. "Saya terpesona oleh revolusi. Saya benar-benar terserap olehnya. Saya gila, terobsesi oleh romantisme… Revolusi melonjak, berkedip, guntur hampir di setiap penjuru bumi… Saudara-saudara, teruslah mengipasi kobaran api (tetap semangat)… Mari kita menjadi kayu bakar yang memberi makan api (semangat) revolusi."

27. "Kalau pemuda sudah berumur 21-22 tahun sama sekali tidak berjuang, tak bercita-cita, tak bergiat untuk tanah air dan bangsa, pemuda begini baiknya digunduli saja kepalanya.”

28. "Entah bagaimana tercapainya persatuan itu, entah bagaimana rupanya persatuan itu, akan tetapi kapal yang membawa kita ke Indonesia Merdeka itulah Kapal Persatuan adanya.”

29. "Engkau telah sering mendengar mengenai diriku, bahwa aku ini sejak umur 16 tahun telah mencemplungkan diri dalam gerakan untuk tanah air, bangsa, dan cita-cita.”

30. "Berpedomanlah pada harapan dan ketetapan hati. Berpedomanlah pada cita-cita, berpedomanlah pada impian dan angan-angan."

31. "Perbaikan nasib ini hanya bisa datang seratus persen, bilamana masyarakat sudah tidak ada kapitalisme dan imperialisme."

32. "Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tapi budak."

33. "Dalam pidatoku, 'Sekali Merdeka tetap Merdeka!" Kucetus semboyan: 'Kita cinta damai, tetapi kita lebih cinta kemerdekaan'."

34. "Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba. Jadi tetaplah bersemangat elang rajawali."

35. "Aku ini bukan apa-apa kalau tanpa rakyat. Aku besar karena rakyat, berjuang karena rakyat, dan aku penyambung lidah rakyat.”

Kata-kata quote bijak Bung Karno untuk motivasi diri.

Kata-kata quote bijak Bung Karno © berbagai sumber

foto: Instagram/@meeshoindonesia

Kata-kata Bung Karno juga bisa kamu baca untuk memotivasi diri sendiri. Misalnya saja tentang perjuangan belajar dan meraih cita-cita.

36. "Halaman-halaman dari revolusi Indonesia akan ditulis dengan darah Sukarno. Sejarahlah yang akan membersihkan namaku."

37. "Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang."

38. "Belajar tanpa berpikir tidak ada gunanya, tapi berpikir tanpa belajar sangat berbahaya!"

39. "Lakukan kebaikan untuk orang lain, bahkan ketika mereka tidak melakukan kebaikan bagi kamu; orang lain tentu akan berbuat baik kepada kamu. Jika masih ada rasa malu dan takut di hati seseorang untuk berbuat baik, pasti tidak akan ada kemajuan sama sekali."

40. "Menaklukkan ribuan manusia mungkin tidak disebut pemenang, tapi bisa menaklukkan diri sendiri disebut penakluk yang brilian!"

41. "Jika kita memiliki keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu membahu mewujudkannya."

42. "Apabila dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun."

43. "Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang."

44. "Pengalaman adalah guru, adalah pedoman, adalah kemudi yang sangat berharga. Pengalaman yang tidak di perhatikan akan menghantam roboh kita sendiri."

45. "Hidup bukanlah 'Aku Bisa Saja', namun tentang 'Aku Mencoba'. Jangan pikirkan tentang kegagalan, itu adalah pelajaran."

46. "Saatnya telah tiba untuk meyakinkan dunia bahwa aku bukan boneka Jepang.”

47. "Rakyat padang pasir bisa hidup, masa kita tidak bisa hidup!”

48. "Aku lebih suka lukisan samudra yang gelombangnya menggebu-gebu daripada lukisan sawah yang adem ayem tentram.”

49. "Kalau perempuan itu baik, maka jayalah negara. Tetapi kalau perempuan itu buruk, maka runtuhlah negara."

50. "Orang tidak bisa mengabdi kepada Tuhan dengan tidak mengabdi kepada sesama manusia.. Tuhan bersemayam di gubuknya si miskin."

Kata-kata quote bijak Bung Karno inspiratif.

Kata-kata quote bijak Bung Karno © berbagai sumber

foto: Instagram/@youbayat_komintan

Bung Karno banyak memiliki kata-kata quote bijak hasil dari pemikirannya yang bisa dijadikan pelajaran dan inspirasi.

51. "Aku menjebloskan musuh-musuh negara ke belakang jerajak besi. Namun demikian aku tidak sampai hati membiarkan burung terkurung di dalam sangkar."

52. "Jangan kamu pernah merasakan bahwa cinta yang kamu rasakan itu membuatmu derita, sungguh Tuhan memberikan cinta dalam hatimu adalah anugerah dan itu harus kamu syukuri."

53. "Nasionalisme yang sejati, nasionalismenya itu bukan semata-mata copy atas tiruan dari Nasionalisme Barat, akan tetapi timbul dari rasa cinta akan manusia dan kemanusiaan."

54. "Jikalau ingin menjadi satu bangsa yang besar, ingin menjadi bangsa yang mempunyai kehendak untuk bekerja, perlu pula mempunyai imagination!"

55. "Untuk membangun negara yang demokratis, maka satu ekonomi yang merdeka harus dibangun."

56. "Kita hidup dalam dunia ketakutan. Kehidupan manusia saat ini berkarat dan terasa pahit karena ketakutan akan masa depan, takut akan bom hidrogen, takut akan ideologi. Mungkin ketakutan ini adalah bahaya yang lebih besar daripada bahaya itu sendiri, karena ketakutanlah yang mendorong manusia untuk bertindak bodoh untuk bertindak tanpa berpikir, untuk bertindak berbahaya."

57. "Kalau kita tidak bisa menyelenggarakan sandang, pangan di tanah air yang kaya ini, maka sebenarnya kita sendiri yang tolol, kita sendiri yang maha tolol."

58. "Negeri kita kaya, kaya, kaya-raya, Saudara-Saudara. Berjiwa besarlah, ber-imagination. Gali! Bekerja! Gali! Bekerja! Kita adalah satu tanah air yang paling cantik di dunia."

59. "Suatu bangsa hanyalah menjadi kuat kalau patriotismenya meliputi patriotisme ekonomi. Ini memang jalan yang benar ke arah kekuatan bangsa, jalan yang jujur, jalan yang tepat.

60. "Sungguh Tuhan hanya memberi hidup satu kepadaku, tidak ada manusia mempunyai hidup dua atau tiga."

61. "Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya."

62. "Bangsa yang terdiri dari kaum buruh belaka dan menjadi buruh antara bangsa-bangsa. Tuan-tuan hakim itu bukan nyaman. Tidaklah karenanya wajib tiap-tiap nasional mencegah keadaan itu dengan seberat-beratnya?"

63. "Aku tinggalkan kekayaan alam Indonesia, biar semua negara besar dunia iri dengan Indonesia, dan aku tinggalkan hingga bangsa Indonesia sendiri yang mengolahnya."

64. "Suatu bangsa hanyalah menjadi kuat kalau patriotismenya meliputi patriotisme ekonomi. Ini memang jalan yang benar ke arah kekuatan bangsa, jalan yang jujur, jalan yang tepat."

65. "Wadah yang bernama Negara Republik Indonesia yang terdiri dari berbagai agama, suku, adat istiadat ini supaya utuh tidak retak."

66. "Aku tidak mengatakan, bahwa aku menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami, tradisi-tradisi kami sendiri, dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah."

67. "Apa yang sudah disepakati secara politik, jangan pernah diperdebatkan secara estetis."

68. "Jangan sekali-kali melupakan sejarah."

69. "Aku akan memuji apa yang baik, tak pandang sesuatu itu datangnya dari seorang komunis, islam, atau seorang Hopi Indian."

70. "Sekalipun di bawah pengawasan polisi rahasia dengan senjata di tangannya, aku tahu apa yang harus aku lakukan."

71. "Kasihan burung itu, birakan dia mencari makan di alam bebas. Kamu orang belum pernah mengalami bagaimana susahnya orang ditahan, dipenjarakan tanpa ada kesalahan. Maka jangan ada pengawal saya memenjarakan burung dalam sangkar, sekalipin sangkarnya dari emas."

72. "Apakah kelemahan kita adalah kurang percaya diri sebaga bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri dan kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah rakyat gotong royong."

73. "Untuk membangun negara yang demokratis, maka satu ekonomi yang merdeka harus dibangun."

74. "Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit."

75. "Dari sudut positif kita tidak bisa membangunkan kultur kepribadian kita dengan sebaik-baiknya kalau tidak ada rasa kebangsaaan yang sehat."

Kata-kata quote bijak Bung Karno tentang cinta.

Kata-kata quote bijak Bung Karno © berbagai sumber

foto: Instagram/@misaljija

75. "Kita ingin mendirikan suatu negara, semua buat semua, bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi kita mendirikan negara, semua buat semua."

76. "Dua sifat yang berlawanan. Aku bisa lunak dan aku bisa cerewet. Aku bisa keras dan laksana baja dan aku bisa lembut berirama.”

77. "Kita orang Jawa mempunyai satu kepercayaan bahwa orang yang dilahirkan di saat matahari terbit nasibnya telah ditakdirkan terlebih dahulu. Jangan lupakan itu."

78. “Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya."

79. “Bangsa adalah segerombolan manusia yang keras, ia punya keinginan bersatu dan mempunyai persamaan watak yang berdiam di atas satu geopolitik yang nyata satu persatuan.”

80. “Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apa pun untuk dimakan.”

81. "Jikalau aku menghirup udara ini, aku tidak lagi menghirup udara. Aku menghirup Indonesia."

82. “Orang tidak bisa mengabdi kepada Tuhan dengan tidak mengabdi kepada sesama manusia. Tuhan bersemayam di gubuknya si miskin.”

83. “Sebelum Anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.”

84. “Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.”

85. “Jika kita mempunyai keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu-membahu mewujudkannya.”

86. "Pembawaanku adalah paduan dari pada pikiran sehat dan getaran perasaan."

87. "Aku seorang yang suka memaafkan, akan tetapi aku pun seorang yang keras kepala."

88. “Kamu orang ini betul-betul tidak mempunyai rasa kasihan kepada sesama hidup. Apa salahnya kijang itu kamu tembak? Bagaimana kalau kijang yang kamu tembak itu masih mempunyai anak kecil yang memerlukan pertolongan induknya? Apakah kamu orang di sini kekurangan makan?”

89. “Dan tidak ada gunanya bagiku melepaskan beban dari dalam hatiku kepada setiap pemuda yang datang kemari. Aku telah mengorbankan untuk tanah ini.”

90. "Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat."

91. "Jikalau orang Indonesia berjumpa dengan orang Indonesia, warga negara Republik Indonesia berjumpa dengan warga negara Republik Indonesia, pendek kata jikalau orang Indonesia bertemu dengan orang Indonesia, selalu memekikkan pekik merdeka! jangankan di surga, di dalam neraka pun!"

92. "Tiap-tiap bangsa mempunyai cara berjuang sendiri, mempunyai karakteristik beograd. Oleh karena pada hakekatnya bangsa sebagai individu mempunyai kepribadian sendiri."

93. "Indonesia merdeka hanyalah suatu jembatan walaupun jembatan emas di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa, satu ke dunia sama ratap sama tangis."

94. "Maka karena itu jikalau kita memang betul-betul mengerti, mengingat dan mencintai rakyat Indonesia, marilah kita terima prinsip hal sociale rechvaardig heid ini, yaitu bukan saja persamaan politik, harus mengadakan persamaan, artinya kesejahteraan bersama."

95. "Laki-laki dan perempuan sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya: jika patah satu dari dua sayap itu, maka tak dapat terbang burung itu sama sekali."

96. "Jikalau aku melihat sawah-sawah yang menguning-menghijau. Aku tidak melihat lagi batang-batang padi yang menguning menghijau. Aku melihat Indonesia."

97. "Keadaan kami terlalu ketiadaan. Satu-satunya orang yang menghadapi itu ialah seorang kawan dari keluarga kami seorang kakek yang sudah terlalu amat tua. Dialah, dan tak ada orang lain selain orang tua itu yang menyambutku menginjak dunia ini."

98. "Kita bangsa yang cinta damai, tetapi lebih cinta kemerdekaan."

99. "Boleh jadi ini secara kebetulan bersamaan boleh jadi juga pertanda lain. Akan tetapi kedua belahan dari watakku itu menjadikanku seorang yang merangkul semuanya."

100. "Dalam sebuah revolusi, bapak makan anak itu adalah hal yang lumrah."

101. "Ibu katakan kepadamu, kelak engkau akan menjadi orang yang mulia, engkau akan menjadi pemimpin dari rakyat kita."

(brl/guf)