Brilio.net - Bisnis miniatur musik Marlinda Craft yang menembus pasar internasional tidak lepas dari tangan dingin Elang Handayana (34). Berpusat di Yogyakarta, Marlinda Craft menjadi salah satu contoh perkembangan ekonomi kreatif Indonesia yang patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, karya yang awalnya hanya berasal dari bisnis rumahan ini kini telah mendunia dan menjadi salah satu kerajinan yang banyak dicari mulai dari kolektor miniatur alat musik hingga masyarakat umum.

"Awalnya saya tidak pernah berpikir bahwa craft ini jadi usaha yang akhirnya saya geluti, sebelum ini saya pernah jualan tas hingga batik dan apapun saya lakukan, yang pasti saya ingin menjadi pengusaha. Saya tidak ingin tergantung dengan orang, walaupun kenyataannya memang tidak mudah, kadang rugi tapi ya itu adalah resiko," cerita Elang kepada brilio.net beberapa hari lalu.

Marlinda craft © 2016 brilio.net

Meski mengantongi ijazah sarjana teknik mesin dari Universitas Proklamasi Yogyakarta, suami dari Eva Marlinda ini tetap membulatkan tekad untuk memiliki usaha sendiri. Sempat bekerja di berbagai perusahaan, namun Elang tidak pernah mengubur impiannya untuk menjadi pengusaha. Akhirnya dia memilih untuk meninggalkan pekerjaannya dan menjalani pilihan mewujudkan impiannya memiliki usaha sendiri.

"Saya yakinkan istri saya, ayo kita mulai usaha craft ini yang pasarnya masih sedikit di Indonesia. Istri saya yakin dan kami memulai bisnis ini bersama-sama," terang dia.

Loading...

Marlinda craft © 2016 brilio.net

Tahun 2008, usaha miniatur alat musik Elang mencetak hasil yang diinginkan. Melalui kemampuannya dalam menguasai teknologi, akhirnya kerajinan tangan yang dibuatnya diterima pasar. Kini barang-barang karya Marlinda Craft diminati pecinta miniatur dunia seperti Italia, Portugal, Inggris dan Timur Tengah. Bahkan jangan heran jika kamu sedang melancong ke luar negeri dan menemukan produk asli Indonesia ini dijual dengan harga berkisar USD 20 atau senilai dengan Rp 265.000.

"Jangan takut ambil risiko, sekali gagal lakukan lagi, karena prinsip saya orang tidak akan mati karena hanya sehari tidak makan, lakukan lagi, Tuhan pasti bukan jalan. Jalani saja dulu usaha tentunya dengan penuh perhitungan dan ketekunan," ujarnya.

Marlinda craft © 2016 brilio.net

Usaha yang ditekuni Elang memang tidak selamanya berjalan mulus. Tapi kesadaran akan berbagai hal menjanjikan dari bisnis ini membuat Elang tetap bertahan. Begitu pun dukungan dari keluarga khususnya dari sang istri membuatnya semakin yakin untuk berada dalam industri tersebut bersama pegawainya yang kini telah mencapai 20-35 orang.