Brilio.net - Selandia Baru kini tengah menjadi perhatian dunia setelah aksi penembakan brutal yang dilakukan Brenton Tarrant di dua masjid di kota Christchurch dan Linwood pada Jumat (15/3) lalu. Aksi teror yang terjadi saat salat Jumat tersebut menewaskan 50 orang.

Aksi tersebut semakin mendapat kecaman dari berbagai pihak, lantaran sang pelaku mengabadikan aksi kejinya dalam siaran Live di Facebook selama 16 menit. Tak perlu waktu lama, pemerintah Selandia Baru langsung mengambil langkah tegas untuk menangkap empat tersangka penembakan.

Pihak keamanan Selandia Baru langsung membekuk empat orang tersangka, termasuk pelaku utama penembakan di lokasi kejadian. Tak hanya itu, melalui instruksi Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern Selandia Baru juga meningkatkan keamanan bagi seluruh warga kota Christchurch dan Linwood.

Sikap tegas dan cepat yang dilakukan Jacinda Ardern dalam menangani aksi penembakan brutal di Masjid Al-Noor di Christchurch dan Linwood Islamic Center menuai beragam simpati dunia. Perdana menteri berusia 38 tahun ini menuai pujian dari berbagai pihak karena berdiri langsung mendampingi komunitas muslim di negaranya.

Tak hanya itu, beberapa pernyataan tegas yang dilontarkan Jacinda Ardern mengenai insiden penembakan tersebut. Dilansir brilio.net dari berbagai sumber pada Rabu (20/3), berikut enam aksi mengagumkan PM Selandia Baru, Jacinda Ardern yang tuai simpati dunia.

Loading...

1. Memakai kerudung.

aksi Jacinda Ardern  © 2019 brilio.net

foto: Twitter/@ShaykhAzhar

Sehari setelah insiden penembakan brutal yang menewaskan 50 orang, tepatnya pada Sabtu (16/3), Jacinda Ardern memimpin sebuah kelompok multiparti untuk mengunjungi keluarga-keluarga yang berduka dan anggota muslim. Pada kunjungannya tersebut, Jacinda Ardern menuai pujian dunia karena penampilannya saat bertemu keluarga korban penembakan.

Jacinda Ardern tampil dalam balutan busana serba hitam. Ia menutupi rambutnya dengan kerudung warna senada. Kehadiran ibu satu anak tersebut dalam balutan kerudung meninggalkan makna mendalam bagi para keluarga korban.

"Perdana menteri, ketika dia datang mengenakan jilbabnya, itu besar bagi kami," kata Dalia Mohamed, salah satu anggota keluarga korban yang kehilangan ayah mertuanya seperti dikutip brilio.net dari laman washingtonpost.com.

2. Mengunjungi langsung keluarga korban penembakan.

aksi Jacinda Ardern  © 2019 brilio.net

foto: Twitter/@mso_rajasthan

Kunjungan Jacinda Ardern kepada keluarga para korban penembakan bentuk dukungan langsung yang diberikan Ardern. Pada momen kunjungannya tersebut, Ardern tak segan memberikan pelukan hangat bagi para anggota keluarga yang kehilangan orang terkasih.

Ardern juga menjadi pendengar yang baik saat para anggota keluarga korban menyampaikan perasaannya setelah insiden penembakan Jumat lalu. Tak hanya itu, perdana menteri termuda di Selandia Baru tersebut juga bertemu dengan masyarakat di Masjid Kilbirnie Wellington untuk mengenang korban serangan Christchurch.

3. Tolak sebut nama penembak.

aksi Jacinda Ardern  © 2019 brilio.net

foto: independent.co.uk

Jacinda Ardern juga menjadi orang pertama yang menyebutkan dengan tegas bahwa insiden penembakan tersebut merupakan serangan teror. Dalam pidatonya, Jacinda Ardern mengutuk keras aksi teror tersebut dan enggan menyebut nama pelaku penembakan.

"Dia mencari banyak hal dari aksi terornya, salah satunya adalah ketenaran. Itulah sebabnya anda semua tak akan pernah mendengar saya menyebut namanya. Dia adalah teroris. Dia penjahat. Dia ektremis. Namun dia, saat saya berbicara, (dia) akan menjadi orang tanpa nama," ungkat Jacinda Ardern dikutip brilio.net dari The Guardian.

4. Langsung ubah UU senjata dalam 10 hari.

aksi Jacinda Ardern  © 2019 brilio.net

foto: NZ Herald

Setelah insiden penembakan tersebut, Jacinda Ardern juga mengambil tindakan tegas dengan mengumumkan akan ada perubahan undang-undang mengenai senjata dalam 10 hari mendatang. Rencana perubahan tersebut disampaikan Ardern pada Senin (18/3) waktu setempat.

"Apa yang bisa saya katakan saat ini adalah undang-undang mengenai senjata di negara ini akan berubah," kata Ardern seperti dilansir dari lama Kyodo News.

Sebelumnya, undang-undang persenjataan di Selandia Baru mengizinkan seseorang di atas usia 16 tahun untuk memiliki sejumlah senjata jenis senapan umum. Seperti diketahui, Brenton Tarrant memiliki lima senjata api di Selandia Baru, termasuk dua senapan semi-otomatis dan senapan serbu yang sering digunakan pasukan militer.

5. Sebut pelaku penembakan sebagai teroris.

aksi Jacinda Ardern  © 2019 brilio.net

foto: stuff.co.nz

Seperti disinggung sebelumnya, Jacinda Ardern dengan tegas menyebutkan bahwa insiden penembakan yang terjadi di Masjid Al-Noor di Christchurch dan Linwood Islamic Center merupakan serangan teror. Ia juga menyebut pelaku dengan sebutan teroris, berbeda dengan beberapa media internasional yang masih menyebut pelaku penembakan dengan 'gunman' atau pria bersenjata.

6. Bawa anak saat rapat PBB.

aksi Jacinda Ardern  © 2019 brilio.net

foto: The Guardian

Jauh sebelum aksi teror terjadi, Jacinda Ardern juga kerap menuai pujian dari dunia karena gaya kepemimpinannya. Ia dipuji sebagai bagian dari gelombang baru para pemimpin muda yang progresif. Meskipun disibukkan dengan statusnya sebagai pemimpin negara, Jacinda Ardern tak melupakan perannya sebagai ibu.

Seperti diketahui, Jacinda Ardern resmi menyandang status sebagai ibu setelah melahirkan putri pertamanya di usia 37 tahun pada Juni 2018 lalu. Saat kembali bekerja, Ardern mencuri perhatian dunia lantaran membawa sang putri yang berusia tiga bulan dalam pertemuan Sidang Umum PBB pada September 2018 lalu.

Setelah memiliki seorang putri, Ardern memang berkomitmen untuk memberikan asi secara eksklusif. Itulah yang membuat Ardern membawa sang putri saat dirinya tugas ke luar negeri.