Brilio.net - Masjid di Kawasan Daan Mogot, Jakarta, menjadi buah bibir hangat di masyarakat Indonesia. Masjid yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada Sabtu (15/2) lalu ini salah satu bagiannya (pintu) disebut mempunyai bentuk menyerupai bentuk salib. Masjid yang diberi nama KH Hasyim Asy'ari ini sontak menjadi perbincangan di kalangan netizen.

Pemberitaan masjid yang diklaim mirip salib ini pun menjadi viral. Hal tersebut pun sampai di telinga perancangnya yang bernama Adhi Moersid. Laki-laki paruh baya ini merupakan seorang arsitek yang merancang Masjid KH Hasyim Asyari, Daan Mogot, Jakarta Barat. Ia pun membantah secara tegas mengenai isu tersebut.

Adhi Moersid menyatakan dengan tegas bahwa isu yang beredar tersebut adalah tidak benar (hoax). Masjid yang dibangun di atas tanah seluas 17 hektar ini masih dalam tahap perampungan. Sang arsitektur menyebutkan bahwa masjid ini dibuat dengan mengambil nilai-nilai lokalitas betawi. Bukan hanya itu, masjid tersebut dibangun dengan penuh filosofi dan makna.

Berikut video lengkap penuturan dan klarifikasi dari Adhi Moersid, arsitek perancang masjid KH. Hasyim Asy'ari dilansir dari akun Twitter @edwin_stevanus, Senin (17/4).

Masjid ini akan menjadi masjid hijau yang diharapkan menjadi salah satu contoh di Indonesia. Masjid ini pada rencananya akan ditanami banyak pohon di sekeliling masjid.

Kawasan tersebut akan menjadi asri seperti hutan. Kendati demikian, Adhi menambahkan, "Hutan itu bukan sekadar hutan, tapi hutan tumpang sari. Di antara pohon-pohon yang ditanami itu ada tanaman-tanaman guna apakah kopi atau apapun, sehingga seluruh kebun ini menjadi bagian pada pertaniannya masjid," terang sang arsitek.

Adhi Moersid © 2017 brilio.net

foto: archnet.org

Melalui tangan dingin sang arsitek, Masjid KH Hasyim Asy'ari ini akan menjadi masjid pertama yang menerapkan urban argriculture. Adhi Moersid sendiri merupakan salah satu arsitek Indonesia yang telah malang melintang di dunia arsitektur.

Banyak karya yang telah diciptakan oleh Adhi. Karya-karya tersebut pun telah dibukukan dengan judul 'KAGUNAN: Karya Arsitektur Adhi Moersid'. Ia juga pernah menjadi seorang ketua kehormatan dalam Ikatan Arsitek Indonesia sejak tahun 1989. Selain itu, Adhi juga menjadi wakil ketua Arsitek Regional Council Asia (ARCASIA) tahun 1987-1989.

Dia juga sempat menjadi seorang pengajar di Institut Kesenian Jakarta dan penguji eksternal untuk beberapa sekolah arsitektur di Indonesia. Prestasi dan keahliannya pun diapresiasi. Pada 1986, Adhi Moersid mendapat gelar kehormatan dari Aga Khan Award untuk arsitektur Masjid Said Naum di Jakarta.

Adhi Moersid menjadi salah satu arsitek yang mampu memberikan pengaruh bagi perkembangan Indonesia. Ia juga memiliki biro arsitek terbesar di tahun 1970-an bernama Atelier 6. Banyak orang mengagumi karya-karya dari Adhi Moersid.