1. BRILIO.NET
  2. »
  3. News
Joshua Riwu Kaho 11 Agustus 2015 02:32

Kenapa donor darah gratis, tapi yang butuh darah malah harus bayar?

Di Indonesia, jumlah kebutuhan akan darah bisa mencapai lima juta kantung setiap tahunnya.

Brilio.net - Darah sangat berperan penting dalam tubuh manusia. Bahkan kebutuhan pasokan darah manusia tiap harinya bisa mencapai ribuan bahkan jutaan kantung setiap harinya. Makanya sekarang ini sering banget diadakan donor darah untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Tapi pernah nggak sih, kamu berpikir kenapa donor darah itu gratis alias tidak dibayar, tapi setiap orang yang membutuhkan darah harus membayar sejumlah biaya?

Kebutuhan darah di Indonesia itu tinggi banget. Dari mulai penggunaannya untuk menolong persalinan, mengobati penyakit, dan juga penanganan ketika terjadi suatu kecelakaan yang mengakibatkan korban kehilangan banyak darah. Dan untuk mendapatkan transfusi darah, terkadang pasien harus merogoh kantungnya dalam-dalam.

Harga setiap kantung darah yang bisa mencapai Rp 360.000 bahkan lebih ini kadang membuat kita bertanya-tanya, kenapa mahal sekali harga yang harus dikeluarkan untuk membeli satu kantung darah?

Menurut Pengurus Pusat (Palang Merah Indonesia) PMI Bidang Kesehatan, Bantuan Sosial, Donor Darah dan Rumah Sakit PMI, Farid, kepada brilio.net belum lama ini, semua darah yang diperoleh dari PMI itu gratis, tidak dipungut biaya untuk mendapatkannya. Tapi, memang ada biaya yang harus dikeluarkan sebagai biaya pemrosesan darah atau yang disingkat BPD. Hal ini disebabkan karena darah tak bisa langsung disalurkan pendonor kepada penerima. Jadi biaya yang selama ini dikeluarkan bukan untuk membayar darah.

Proses pengambilan darah dari pendonor, melalui beberapa tahapan yang bisa memakan waktu hingga enam jam lamanya. Setelah melalui proses panjang itu, barulah darah bisa diberikan. Proses yang harus dilalui antara lain adalah uji kelayakan bebas dari penyakit HIV, Malaria dan Hepatitis. Kualitas darah pun menjadi prioritas penelitian. Harga kantong darah yang masih diimpor pun menjadi salah satu faktor melambungnya harga.

Di Indonesia sendiri jumlah kebutuhan akan kantung darah bisa mencapai lima juta kantung setiap tahunnya, dan untuk Jakarta sendiri per harinya, kebutuhan akan kantung darah berkisar antara delapan ratus sampai dengan seribu kantung setiap hari.

Biaya yang dikeluarkan bagi yang membutuhkan darah adalah biaya pemeliharaan dan pengolahan darah, perekrutan donor, pengadaan kantung, bahan pakai modis dan non medis, pemeriksaan Hb, uji saring penyakit, uji cocok serasi, penggantian alat, pemeliharaan, dan biaya penunjang lainnya. Jadi jangan salah sangka lagi ya?

BRILIO VIDEO

Pria Beruntung, Lolos Dari Tabrakan Maut
Duh, hampir saja ketabrak.

(brl/tis)

YOU MAY ALSO LIKE

Deretan Coffee Shop InstaGenic di Jogja
Deretan Coffee shop di Jogja yang keren ini bisa jadi rekomendasi buat kamu. -SUBSCRIBE- http://bit.ly/1S5PBgw -WEBSITE- http://brilio.net -FACEBOOK- http://bit.ly/1Uicrop -TWITTER- https://twitter.com/brilionet?lang=id -INSTAGRAM- https://www.instagram.com/brilionet/?...
Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

Share This Article

To:

Cc:

Subject:

Kenapa donor darah gratis, tapi yang butuh darah malah harus bayar?.
Di Indonesia, jumlah kebutuhan akan darah bisa mencapai lima juta kantung setiap tahunnya.
https://www.brilio.net/news/kenapa-donor-darah-gratis-tapi-yang-butuh-darah-malah-harus-bayar-150810l.html
SEND

WHAT DO YOU THINK

MORE STORIES


Show More Stories


Jangan cuma disimpen sendiri,
Posting karyamu dan menangin uang tunai
di platform baru, Brilio Creator!

Ikutan Di Sini
TOP

Would you like to switch to the English Version?