Brilio.net - Sekali waktu kamu pasti mengalami sakit perut. Gangguan ini tentu sangat mengganggu karena bisa datang kapan saja. Ya kan?

Nah, tapi apakah selama ini kamu sudah tahu penyebab sakit perut itu? Murni keracunan makanan? Yakin?

Dilansir brilio.net dari POPSUGAR, Selasa (28/7), ada beberapa hal yang perlu kamu tahu untuk membedakan sakit perut akibat keracunan makanan atau virus.

1. Sakit perut akibat virus

Penyebab sakit perut ini adalah virus yang menyerang usus. Bisa saja kamu baru saja kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau benda-benda yang terinfeksi virus. Virus ini juga bisa ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi.

Loading...

Gejala sakit perut akibat virus antara lain:

- Diare

- Mual dan atau muntah

- Kram perut

- Demam

- Nyeri otot

- Sakit kepala

Gejala-gejala tersebut muncul satu sampai dua hari setelah terpapar virus. Biasanya berlangsung satu sampai dua hari tapi dapat bertahan hingga 10 hari. Komplikasi yang biasanya terjadi adalah dehidrasi, yang disebabkan oleh muntah berlebihan dan diare.

Jika ditengok dari metode diagnosis, seorang dokter akan menanyakan tentang gejala atau mengambil sampel tinja. Jika mereka melihat bakteri, kemungkinan besar banteri itu tentu bukan bakteri biasa.

Cara mengobati

- Istirahat

- Minum air putih berkualitas untuk menggantikan cairan yang hilang

- Secara bertahap mulai makan hambar seperti roti, nasi, dan kentang

- Hindari produk susu, kafein, makanan pedas, dan makanan berlemak

Cara mencegah

- Hindari kontak dengan orang yang terinfeksi atau menyentuh benda-benda berbakteri dan bervirus (atau yang habis dipegang orang yang terinfeksi)

- Mencuci tangan setiap sebelum makan, setelah dari kamar mandi, maupun habis menyentuh benda-benda yang dipakai secara umum

- Jangan berbagi barang pribadi seperti cangkir, peralatan makan, maupun handuk

2. Sakit perut akibat keracunan makanan

Kamu terkena sakit perut jenis ini karena mengonsumsi makanan yang terkontaminasi organisme menular, seperti bakteri (seperti E. coli), virus, atau parasit.

Gejala sakit perut akibat keracunan makan antara lain:

- Nyeri perut cukup parah

- Kehilangan selera makan

- Diare

- Mual dan atau muntah

- Demam

- Kelelahan

Gejala dapat muncul beberapa jam setelah makan makanan yang terkontaminasi, tapi paparan kontaminan tertentu mungkin tidak menimbulkan gejala sampai beberapa minggu kemudian. Penyakit ini bisa berlangsung dari satu sampai 10 hari.

Komplikasi yang ditunjukan sakit perut ini antara lain:

- Dehidrasi, disebabkan oleh muntah berlebihan dan diare

- Paparan beberapa jenis bakteri dapat berakibat fatal bagi bayi yang belum lahir

- Bakteri tertentu seperti E. coli dapat menyebabkan gagal ginjal

Metode diagnosisnya, dokter akan bertanya tentang makanan yang kamu makan dan bagaimana gejala yang kamu alami, kemudian melakukan tes seperti memeriksa darah dan tinja. Mereka juga akan memeriksa ada tidaknya parasit.

Cara mengobati

- Minum air putih berkualitas yang cukup untuk menggantikan cairan yang hilang

- Kalau gejala semakin parah, lebih baik periksa ke dokter untuk mendapatkan resep obat

Cara mencegah

- Jauhkan tanganmu dari benda-benda yang terjangkit organisme menular tadi dengan menjaga kebersihan, termasuk mencuci tangan

- Olah makanan dengan tepat dan higienis

- Perhatikan masa berlaku makanan

Nah, sudah paham kan bedanya sakit perut akibat keracunan atau terkena virus? Jaga baik kebersihan ya, agar kamu selalu terhindar dari berbagai macam penyakit. Kesehatanmu lho!