×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Vaksin Covid-19: Cara kerja, efek samping, dan jenisnya

0

Kesehatan

Vaksin Covid-19: Cara kerja, efek samping, dan jenisnya

Vaksin Covid-19 adalah harapan terbaik untuk menekan penularan virus Corona.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

kemal nuralamsyah

17 / 07 / 2021 16:35

Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis virus Corona yang baru ditemukan. Virus ini adalah virus baru dan penyakit yang tidak dikenal sebelum terjadinya wabah di Wuhan, Cina, pada bulan Desember 2019. Dan saat ini di Indonesia sedang melakukan vaksinasi massal untuk masyarakat Indonesia.

Vaksin Covid-19 adalah harapan terbaik untuk menekan penularan virus Corona. Namun, mungkin masih banyak masyarakat awam yang masih mempertanyakan manfaat vaksin Covid-19, cara kerjanya, atau efeknya. Infeksi Covid-19 pun dapat menyebabkan komplikasi medis yang parah dan menyebabkan kematian.

Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention: USA), ada tiga jenis vaksin Covid-19 yang dikembangkan.

- Vaksin mRNA: Mengandung bahan dari virus yang menyebabkan Covid-19 dan memberikan petunjuk kepada sel tubuh kita tentang cara membuat protein tidak berbahaya yang unik untuk virus. Setelah sel tubuh kita membuat salinan protein, mereka menghancurkan materi genetik dari vaksin.

- Vaksin Subunit Protein: Termasuk potongan (protein) virus yang tidak berbahaya yang menyebabkan Covid-19, bukan seluruhnya. Setelah divaksinasi, jika tubuh kita terinfeksi di kemudian hari, sel memori akan mengenali dan melawan virus.

Loading...

- Vaksin Vektor: Mengandung versi yang dilemahkan dari virus hidup; virus yang berbeda dari virus yang menyebabkan Covid-19—memiliki materi genetik dari virus penyebab Covid-19 yang dimasukkan di dalamnya (ini disebut vektor virus). Begitu vektor virus berada di dalam sel tubuh kita.

Bagaimana cara kerja vaksin?

Secara umum, vaksin bekerja dengan merangsang pembentukan kekebalan tubuh secara spesifik terhadap bakteri/virus penyebab penyakit tertentu. Apabila terpapar, seseorang akan bisa terhindar dari penularan ataupun sakit berat akibat penyakit tersebut.

Apakah terdapat efek samping dari pemberian vaksin?

Secara umum, efek samping yang timbul dapat beragam, pada umumnya ringan dan bersifat sementara, dan tidak selalu ada, serta bergantung pada kondisi tubuh. Efek samping ringan seperti demam dan nyeri otot atau ruam-ruam pada bekas suntikan adalah hal yang wajar namun tetap harus dimonitor. Efek samping yang berat dapat terlebih dahulu terdeteksi sehingga dapat dievaluasi lebih lanjut. Manfaat vaksin jauh lebih besar dibandingkan risiko sakit karena terinfeksi bila tidak divaksin.

Seberapa ampuh vaksin Covid-19 melindungi kita dari penularan?

Dampak vaksin Covid-19 terhadap pandemi akan tergantung pada beberapa faktor. Ini termasuk faktor-faktor seperti efektivitas vaksin, seperti seberapa cepat mereka disetujui, diproduksi, dan dikirim, dan berapa banyak target jumlah orang yang akan divaksin. Pemerintah menargetkan setidaknya 60% penduduk Indonesia secara bertahap akan mendapatkan vaksin Covid-19.

Vaksin yang akan digunakan di Indonesia.

1. PFIZER.

Negara asal: Amerika Serikat

Tahap uji klinis: Sudah melewati uji klinis fase 3 dan mendapatkan Izin Penggunaan Darurat   (UEA) dari U.S. Food & Drug Administration (FDA)

Efek samping: Nyeri di lokasi penyuntikan, rasa lelah, sakit kepala.

2. Sinovac.

Negara asal: Cina

Tahap uji klinis: Sudah melewati uji klinis fase 3 dan mendapatkan Izin Penggunaan Darurat (EUA) dari BPOM.

Efek samping: Nyeri otot, demam, dan sakit kepala.

3. MODERNA.

Negara asal: Amerika Serikat

Tahap uji klinis: Sudah melewati uji klinis fase 3 dan mendapatkan Izin Penggunaan Darurat (EUA) dari U.S. Food & Drug Administration (FDA)

Efek samping: Nyeri, rasa lelah, sakit kepala, serta mual dan muntah.

4. OXFORD/ASTRAZENECA.

Negara asal: Inggris

Tahap uji klinis: Sudah melewati uji klinis fase 3 dan mendapatka Izin Penggunaan Darurat dari  Otoritas Inggris

Efek samping: Nyeri di lokasi penyuntikan, rasa lelah, sakit kepala, mengigil, yeri sendi dan demam.

5. NOVAVAX.

Negara asal: Amerika Serikat

Tahap uji klinis: Sudah selesai uji klinis fase 3 di Inggris, Meksiko, Amerika Serikat, dan Afrika Selatan

Efek samping: Efek samping serius seperti reaksi alergi terhadap vaksin anafilaksis sangat jarang terjadi.

6. SINOHARM.

Negara asal: Cina

Tahap uji klinis: Sudah melewati uji klinis fase 3 dan mendapatkan Izin penggunaan dari otoritas Kesehatan Cina

Efek samping: Umumnya bersifat ringan, seperti demam, nyeri serta sakit kepala.

7. SPUTNIK V.

Negara asal: Russia

Tahap uji klinis: Sudah melewati fase 3

Efek samping: Nyeri di tempat suntikan, flu, demam, sakit kepala, dan kelelahan.

Source





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red