Mary Sueadalah salah satu bentuk penokohan yang bisa dibuat seorang penulis dalam membuat karakter dalam ceritanya.

Uniknya, karakterMary Suebiasanya mencerminkan sang penulis sendiri, dengan dibumbui hal-hal yang lebih indah dan ideal dari kenyataannya. Tujuannya adalah untuk tempat di mana keinginan-keinginan terpendam sang penulis bisa tersalurkan. Yuk, kita coba buat contohnya!

Budi adalah seorang anak muda yang kutu buku. Seperti tipikal kutu buku yang kita tahu, dia lebih sering menghabiskan waktunya untuk belajar dibanding bersosialisasi. Suatu hari, guru Budi yang paling asyik dan tampan, Pak Bagas, menugaskan kelasnya membuat cerita fiksi bebas. Maka, Budi membuat draf cerita sebagai berikut:

Randy, seorang anak yang selalu dapat peringkat satu di kelasnya, jago olahraga, dan menjadi idam-idaman para teman perempuannya, diam-diam menyukai Margareth, teman sekelasnya. Suatu kali ia melihat Margareth diculik di depan sekolahnya. Polisi telah dihubungi, namun penculiknya sudah hilang. Berbekal kepintarannya, Randy memecahkan kasus ini dan mengejar sang penculik, sekaligus membebaskan perempuan yang ia taksir.


Sudah jelas, karakter Randy adalah Budi, yang sama-sama pintar. Kemudian, karakter ini diwarnai dengan semua hal indah, sehingga karakter Randy menjadi sangat ideal. Randy adalahMary Sue.

Contoh karakterMary Suelain bisa dilihat dari karakter-karakter wanita utama di novel-novelyoung adultseperti Bella Swann, Katniss Everdeen, dan Beatrice Prior. Mereka semua digambarkan sebagai perempuan biasa saja, namun didekati banyak pria, apalagi jago berkelahi pula dan bisa menggunakan senjata dengan baik. Mereka pintar dan karismatik, bisa menjadi pemimpin yang baik. Lengkap deh paketnya. Kalau boleh berspekulasi, mungkin para penulisnya adalah perempuan-perempuan biasa saja yang memasukkan diri mereka dalam karakter itu, tapi berangan-angan punya kehebatan seperti karakter yang mereka ciptakan.

Contoh Indonesianya? Tonton saja sinetron pada umumnya, maka semua tokoh utamanya yang sangat baik, sabar, pintar, ganteng, cantik, soleh, ikhlas, dll itulahMary Sue.

Untuk menjaring fans, cara ini cocok sekali. Kita lihat lagi Randy. Pasti anak-anak yang tergolong pintar mau membaca ceritanya karena Randy itu merekabangettapi lebih hebat. Bagaimana dengan anak-anak yang bukan tergolong pintar tapi lebih senang main bola? Randy pun cocok dengan mereka, karena Randy juga jago olahraga. KarakterMary Suememuaskan semua jenis pembaca karena semua jadi bisa mengaitkan dirinya pada karakter itu, dan itulah salah satu cara menjaring pembaca: buat karakter yang bisa direlasikan pembaca.

Sayangnya, kalau digunakan berlebihan, karakterMary Suemalah merusak cerita. Masa sih ada orang yang sudah dijahati tapi terus-terusan baik, ikhlas, soleh? Dinamika karakter menjadi tidak ada dan yang ada malah karakter yang datar. Tidak masuk akal pula. Semua jadi mudah ditebak. Coba kalau karakter sinetron tiba-tiba merasa muak ditekan, lalu membalas dengan cara yang pintar, pasti ceritanya akan lebih seru dan ada elemen kejutannya.

Contoh untuk artis terkenal yang memerankan tokoh "Mary Sue"dan saya beri untuk Thumbnail diatas adalah Iqbal ramadan alias Dilan dan DIan Sastrowardoyo. Siapa sih yang tidak kenal mereka berdua? Selain Pintar, Baik , Cantik dan Ganteng. Kehidupannya sempurna tanpa cacat cela intinya semua yang bagus bagus menumpuk pada mereka.