×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Satu daerah di Selandia Baru akan melarang warganya memelihara Kucing

0

News

Satu daerah di Selandia Baru akan melarang warganya memelihara Kucing

Jika ingin memelihara kucing, pemilik harus mendaftarkan dan mengebirinya terlebih dahulu.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Maryadi

30 / 08 / 2018 17:05

Para penyuka kucing di Omaui tidak diperbolehkan untuk kembali memelihara hewan berbulu tersebut. Dr Peter Marra, Kepala Pusat Migrasi Burung Smithsonian berkata, kucing telah bertanggung jawab atas kematian jutaan burung dan mamalia setiap tahunnya. Dia bersikeras kalau dirinya bukanlah seorang anti-kucing maupun menghalangi seseorang untuk memeliharanya. Dia menyebut kucing sebagai hewan peliharaan yang mengagumkan. Namun, kucing dilarang untuk berkeliaran di luar. Anjing bisa kita ajari, sudah saatnya kita melakukannya juga pada kucing.

Satu daerah di Selandia Baru akan melarang warganya memelihara Kucing

BBC melaporkan, ilmuwan konservasi sudah lama memperingatkan dampak kucing yang berkeliaran di luar dengan ekosistem global. Marra menjelaskan, 63 spesies punah di seluruh dunia disebabkan oleh melonjaknya populasi kucing. Salah satunya di Amerika Serikat (AS) yang setidaknya terdapat 86 juta kucing peliharaan, atau rata-rata satu ekor di tiga rumah. Kucing-kucing tersebut dilaporkan membunuh empat miliar burung dan 22 miliar mamalia di AS setiap tahunnya.

Sementara di Inggris, organisasi Mammal Society memberikan data bahwa 55 juta burung menjadi korban kucing per tahun. "Fakta ini bukanlah kesalahan kucing. Melainkan manusia. Saya percaya para penyuka kucing harus punya perspektif sedikit berbeda," terang Marra. Adapun di Omaui, kamera pengawas memperlihatkan gambar bahwa kucing yang berkeliaran sering memangsa burung, serangga, hingga reptil. Ketua Omaui Landcare Charitable Trust menuturkan, peraturan itu dibuat untuk melindungi keberagaman alam di desa mereka.

Satu daerah di Selandia Baru akan melarang warganya memelihara Kucing

Loading...

"Kami tidak membenci kucing. Kami hanya berusaha untuk menjaga di lingkungan kami terdapat kehidupan alam liar yang kaya," tegas dia. Peraturan tersebut sontak menimbulkan protes dari warga. Salah satunya Nico Jarvis yang memelihara tiga ekor kucing di rumahnya. Dia mengaku terkejut dengan larangan tersebut, dan berniat untuk melakukan penolakan bersama komunitas penyuka kucing lainnya. Sementara penyuka kucing di grup Facebook menyebut racun dan polusi seharusnya juga menjadi penyebab kerusakan alam di Omaui.

Source





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

-->
MORE
Wave red