×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Kalau kamu nemu 20 tanda ini pada pasanganmu, waspada dia ngajak putus

0

Cinta

Kalau kamu nemu 20 tanda ini pada pasanganmu, waspada dia ngajak putus

Coba cek ke pacarmu sekarang juga.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Aleks Xapinos

03 / 03 / 2018 13:34

Girls, mungkin kamu tidak mau mengakuinya, tapi pasti kamu pernah merasa bahwa pacarmu mulai menunjukkan tanda bahwa sebentar lagi dia akan meninggalkanmu.

Jika kamu pernah merasa begitu, berarti dugaanmu benar. Sebenarnya, para pria sudah punya rencana untuk mengakhiri hubungannya, jauh sebelum terjadi ‘masalah.’ Daripada berbicara langsung tentang perasaannya, pria justru lebih cenderung untuk mundur perlahan dari ikatan cintanya.

Ada beberapa tanda yang akan ditunjukkan pria ketika dia mau putus denganmu yang harus kamu tahu. Inilah tanda-tandanya.

20. Secara Perlahan Dia Akan Menjauh

Mengambil jarak  adalah hal pertama yang dilakukan pria ketika mereka mulai mempertanyakan hubungan cintanya – sambil mengintip kemungkinan untuk mengakhirinya. Perlahan dia mulai tidak punya waktu untuk sekedar bertemu denganmu dan bahkan tidak mengusahakan pertemuan.

Loading...

19. Setiap Keluar, Tidak Pernah Berdua. Satu Geng!

Tanda selanjutnya, kencan romantis kalian berdua mulai berubah menjadi kumpul-kumpul biasa dengan teman satu geng. Kebenaran terburuknya adalah, dia menggunakan orang lain sebagai tameng. Maksudnya: dia mulai tidak nyaman berada di dekatmu.

18. Dia Tidak Lagi Ada Untukmu Secara Emosional

Secara umum para pria tidak pernah terbuka tentang perasaannya. Dia akan menolak untuk membicarakan isi hatinya. Dalam hati terdalamnya, priamu ingin (atau bahkan sudah siap) untuk mengakhiri hubungan. Tapi kamu belum sepenuhnya sadar ada bahaya besar sedang berkembang dalam hubungan kalian.

17. Kamu Bukan Lagi Prioritasnya

Setelah mulai memainkan jarak darimu, pada akhirnya dia akan menjadikanmu bukan sebagai prioritasnya. Dia akan menempatkan pekerjaan, teman, keluarga atau apapun yang bisa menjadi alasan, untuk menghindar darimu. Kamu bukan prioritas utamanya sebagaimana kamu adalah proritasnya dulu.

16. Hilangnya Kemesraan

Kemesraan yang intim, baik itu secara fisik, psikis maupun mental membutuhkan kemistri yang kuat antar kedua belah pasangan. Ketika ada satu yang hilang kemistri, semuanya berhenti seketika. Coba perhatikan, seberapa sering kamu bermesraan dengan pasanganmu. Waspadalah jika percakapan kalian hanyalah percakapan kecil yang membosankan dan terasa semakin asing.

15. Dia ‘Menghantu’ - Berhenti Menjawab Pesan-pesanmu

Ketika dia semakin berubah, perlahan dia akan menjawab pesanmu secara lambat dan singkat, sampai kemudian kamu terbiasa dan dia merasa aman untuk tidak segera membalas pesanmu. Meskipun dia tidak bertujuan untuk mengabaikanmu atau menyakitimu – dia hanya mulai tidak tertarik untuk berkomunikasi denganmu – tetap saja hal itu semakin membuat pikiranmu terganggu.

14. Dia Berhenti Menceritakan Kehidupannya

Ketika kamu baru sadar bahwa komunikasimu dengan dia sudah semakin buruk, kamu harus dihadapkan pada fakta lain: dia berhenti menceritakan kehidupan sehari-harinya padamu. Dia tidak menceritakan tentang kesialan pagi harinya, promosi kerjanya yang tiba-tiba, kendaraannya yang macet atau hal-hal spesifik seputar kehidupan sehari-harinya.

13. Jawabannya Terkesan Menggantung

Kemudian kamu memberanikan diri bertanya tentang kejelasan hubungan kalian. Bukannya jujur dan terus terang, jawabannya justru bias, ambigu dan menggantung. Mungkin dia mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja. Tapi kemudian jika kamu merencanakan sesuatu dengannya, dia kembali membalas dengan bias, ‘kita lihat saja nanti’.

12. Dia Mulai Mempertanyakan Kejelasan Hubungan

Pertanyaan tentang kejelasan hubungan adalah pancingan yang dia berikan untuk mengetahui sejauh mana kamu merasakan hubungan kalian. Jika kamu menjawab sesuai kemauannya, maka dia mempunyai alasan meyakinkan untuk segera meninggalkanmu. Namun jika kamu masih berusaha untuk mempertahankan hubungan, meskipun sedang renggang dan jelas-jelas tidak baik saja, maka priamu akan semakin bingung langkah apa yang akan dia lakukan.

11. Dia Mulai Bicara Dengan Wanita Lain

Ketika rasa kebingungan semakin membubung tinggi dalam pikirannya, maka secara alamiah dia akan ‘berkonsultasi’ dengan wanita lain dengan tujuan mempelajari perspektif perempuan dalam sebuah hubungan dan berkeluh kesah tentang perasaannya kepada ‘psikolog dadakannya’ yang entah kenapa terlihat cantik.

10. Dia Tidak Cemburu

Kamu memang tahu batas antara cemburu yang sehat dan cemburu yang tidak sehat. Tentu kekasihmu haruslah seorang yang mempercayaimu sepenuhnya. Namun jika dia tidak menanyakan siapa pria yang baru saja kau temui, kau tukar-pesan, atau kamu ajak keluar, itu tandanya dia sama sekali tidak mempedulikanmu. Dia tidak khawatir kamu akan meninggalkannya. Lebih menyakitkan lagi, dia justru berharap kamu melakukannya.

9. Perubahan Dalam Media Sosialnya

Dia akan memulai gerilyanya dengan berhenti memposting hal-hal yang menunjukkan bahwa dia mempunyai kekasih – kamu. Dia juga mengganti photo profilnya. Dia akan menggantinya dengan gambar yang menarik dan memperlihatkan bahwa dia ‘tersedia’. Itu artinya, kamu tidak akan bersamanya dalam dunia maya.

8. Dia Berencana Untuk Mengubah Kehidupannya

Ketika pria ingin keluar dari sebuh hubungan, mereka akan mencari cara untuk kabur. Istirahat dari sebuah hubungan mengartikan bahwa dia butuh suatu aktivitas untuk membuatnya tetap sibuk. Dia akan memulai dengan rencana-rencana baru seputar pekerjaan, atau pindah ke tempat baru. Parahnya, kamu tidak masuk dalam rencana barunya.

7. Dia Mulai Tidak Nyaman Dengan ‘Masa Depan’

Karena komunikasi yang semakin kembang kempis, maka pembicaran tentang masa depan adalah hal paling penting yang harus segera mengudara namun dia tidak pernah mau membicarakannya. Jika menjawab pun dia masih akan samar-samar. Seandainya dia masih ingin melanjutkan hubungan maka dia akan menginisiasi pembicaraan. Namun faktanya berlawanan dan menunjukkan bahwa tidak ada masa depan untuk kalian berdua.

6. Dia Meminta Ruang

Ketika dia meminta ‘ruang’ darimu, tandanya dia sama sekali tidak tahu cara untuk mengakhiri hubungan tanpa menyakitimu. Sebuah alarm bahaya untuk hubungan kalian karena dia tidak mencintaimu lagi dan sedang mencari jalan keluar dari hubungan kalian.

5. Dia Akan Menjadi ‘Moody’

Bukan karena kamu yang tidak disukainya – dia masih berpikir bahwa kamu adalah wanita yang dikaguminya ; hubungan kalianlah yang dia kurang idolai. Dia yang tidak bahagia dengan hubungan kalian kemudian menumpahkan perasaannya lewat sikap yang angin-anginan. Dia sadar ini bukan salahmu. Tapi tetap saja dia akan menjadi ‘moody’ dan mudah kesal terhadap hal-hal sepele.

4. Dia Merasa Kamu Terlalu Mengganggu

Ada sebuah ujar-ujar, suatu hal yang dulu kamu sukai terhadap seseorang ketika pertama kali bersama akan menjadi hal yang paling kamu benci pada akhirnya. Inilah hal yang sedang dirasakannya padamu. Rasa frustasi karena hubungan yang tidak membahagiakan akan mengarah pada dia yang akan gampang kesal padamu bahkan ketika kamu hanya sekedar ‘menghembuskan napas’.

3. Akhirnya Tanduknya Mulai Keluar

Karena sudah merasa kesal padamu akhirnya pertengkaran adalah hal yang tak terelakkan. Mulai dari perdebatan kecil, dia kemudian akan mencari-cari alasan untuk memutuskan hubungan. Pertengkaran pun semakin sering terjadi dan kamu semakin sadar bahwa kisah cinta kalian akan mendekati hari kiamat.

2. Semua Kesalahan Adalah Salahmu

Pertama, dia akan berkata bahwa kamu terlalu insecure ketika kamu menanyakan kejelasan hubungan. Lalu dia akan menumpahkan segala kesalahan padamu daripada menyalahkan diri sendiri karena tidak mempunyai niatan untuk memperbaiki hubungan. Titik ini biasanya disebut ‘Permainan Siapa Yang Salah’. Dia tidak mau menjadi orang yang bersalah karena mengakhiri hubungan. Maka dia akan menyalahkanmu.

1.      Dia Akan Membuatmu Menjadi Orang Yang Mengajak Putus

Ketika dia ingin putus maka hal paling pungkas yang dia lakukan adalah mencoba untuk membuatmu yang mengakhirinya duluan. Segala argumentasinya, perdebatan, caranya menyalahkanmu bertujuan untuk memaksamu   menjadi pihak yang mengajak putus lebih dahulu. Dia bahkan melakukan hal-hal yang tidak kau sukai demi membuatmu tidak nyaman. Pria tidak pernah mau menjadi orang yang buruk. Dia bahkan tidak pernah berpikir untuk menyakitimu. Bagi mereka lebih mudah ketika kamu juga punya keinginan untuk mengakhiri hubungan. Akhirnya dia menang, dan kamulah pihak yang memutuskan hubungan. Kamulah yang bersalah.

 

Sangat menyebalkan bukan? Maka dari itu, girls, segera antisipasi setiap gerak-gerik mencurigakan yang dilakukan pacarmu. Jangan sampai kamu yang tersakiti melulu.

Source





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    100%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red