×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Mengenal lebih dalam tentang impulsive buying dan cara mencegahnya

0

Ekonomi

Mengenal lebih dalam tentang impulsive buying dan cara mencegahnya

Selama pandemi, angka pengguna e-commerce meningkat. Inilah informasi yang harus kamu ketahui mengenai impulsive buying dan cara mencegahnya.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Yasmine Alya Monique Calista

05 / 01 / 2021 14:55

Selama pandemi ini kamu pasti lebih sering membuka online shop, toko daring yang hanya membutuhkan jari-jemarimu untuk sekadar melihat-lihat berbagai produk. Kebijakan pemerintah yang meminta untuk menjaga jarak dan mengurangi pembayaran tunai membuat transaksi online shop meningkat. Berdasarkan data dari Kemenkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika), tercatat bahwa aktivitas belanja secara daring mengalami peningkatan 400 persen selama pandemi. Hal ini menyebabkan meningkatnya jual beli daring, termasuk transaksi daring yang dapat memicu impulsive buying.

Impulsive buying merupakan sebuah perilaku di mana pelanggan cenderung membeli produk atau barang secara spontan dan dadakan tanpa berpikir panjang sebelumnya. Pelanggan yang membeli produk secara impulsive cenderung tidak dapat mengendalikan hasrat dirinya dan merasa bahwa ia harus membeli produk secepatnya. Impusive buyer juga percaya bahwa apa yang mereka lakukan dan rasakan merupakan hal umum yang kerap terjadi.

Mengapa impulsive buyer tidak berpikir panjang akan keputusannya?

Terdapat beberapa faktor yang mendorong impulsive buyer, yaitu kondisi toko yang memberikan kesan menarik bagi konsumen. Ada pepatah yang mengatakan bahwa "Janganlah kita menilai sesuatu/seseorang dari luarnya". Hal ini berlaku sebaliknya bagi dunia jual-beli. Semakin menarik keadaan toko, maka akan semakin menarik konsumen. Hal ini juga berlaku pada bentuk dan jenis produk. Semakin kreatif dan unik suatu produk, semakin tinggi pula permintaan produknya.

Untuk mendatangi toko dan membeli produk yang diinginkan tentunya membutuhkan uang. Jumlah uang atau anggaran yang harus dikeluarkan oleh konsumen akan sangat memengaruhi tingkat keimpulsifannya. Banyaknya waktu kosong juga merupakan salah satu faktor pendorong impulsive buyer. Konsumen yang memiliki lebih banyak waktu cenderung akan melakukan pencarian dan mengeksplorasi lebih dalam e-commerce.

Lalu, bagaimana kita, sebagai impulsive buyer, mengurangi keterdesakan membeli suatu produk?

- Buatlah daftar atau skala prioritas.

Loading...

- Tulislah atau pikirkanlah hal apa saja yang sangat penting dan sangat dibutuhkan.

- Tanyakanlah juga pada dirimu sendiri “Apakah ini benar yang sangat aku butuhkan?”

- Jauhkan dirimu dari kemungkinan-kemungkinan yang dapat membuatmu teringat untuk berbelanja.

- Kurangi anggaran belanjamu untuk mengurangi kesempatan kamu berbelanja lebih banyak.

- Apabila masih kesusahan dalam mengatasi impulsive buying, kamu dapat menghentikan segala hal yang berbau jual-beli daring untuk sementara waktu.

Mengapa kamu harus mulai mengurangi impulsive buying?

Dengan teknologinya yang sangat canggih, manusia saat ini hampir dapat melakukan segala hal kecuali memprediksi masa depan setiap individu. Dengan menghemat dan menabung akan mempermudah kondisi finansial masa depanmu. Sampah-sampah pun turut berkurang karena penggunaan bungkus yang berlebih juga turut berkurang.

Cobalah tonton film yang berjudul Confessions of A Shopaholic yang diperankan oleh Isla Fischer dan Hugh Dancy untuk memahami lebih dalam mengenai impulsive buying dan dampak-dampaknya.

Source






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red