×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Menelisik makna kidung Lingsir Wengi ciptaan Sunan Kalijaga

0

Musik

Menelisik makna kidung Lingsir Wengi ciptaan Sunan Kalijaga

Bukan sebagai pemanggil makhluk astral, kidung Lingsir Wengi punya tujuan baik.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Dyah Peni Wulandari

20 / 09 / 2019 17:26

Saat mendengar kidung Jawa ini pasti yang terbesit dalam benak kita adalah sosok makhluk tak kasat mata. Ini karena tembang Lingsir Wengi yang diputar sering kali diidentikkan dengan persoalan mistis dan akan membuat bulu kuduk berdiri.

Apa sih kidung itu?

Mungkin beberapa masyarakat masih asing mendengar kata kidung Jawa atau lebih dikenal dengan tembang. Kidung adalah kosakata Jawa tengahan yang dapat diartikan sebagai nyanyian. Namun, biasanya kidung diiringi dengan alunan musik khas Jawa.

Apa sebenarnya makna kidung Lingsir Wengi?

Lingsir wengi dalam bahasa Jawa sendiri memiliki makna lingsir (berganti) dan wengi (malam). Jadi lingsir wengi dapat diartikan proses pergantian dari sore hari ke malam hari dan pada pergantian ini, para orang tua zaman dahulu menasihati anak-anak mereka untuk segera pulang dari bermain karena dipercayai bahwa inilah waktu bagi makhluk tak kasat mata keluar dari persembunyiannya. Hal ini pun masih dipercayai sampai sekarang.

Loading...

Untuk kidung Lingsir Wengi sendiri populer sejak menjadi soundtrack film horor Indonesia Kuntilanak (2006). Dalam adegan film horor tersebut, kidung Lingsir Wengi digunakan untuk memanggil makhluk astral tersebut. Lirik berbahasa Jawa yang khas serta alunan gamelan yang mengiringi membuat masyarakat menghindari memutar atau hanya mendengar alunan kidung ini.

Namun sebenarnya kidung Lingsir Wengi dalam film horor Kuntilanak ini berbeda dari kidung Lingsir Wengi yang asli dibuat oleh Sunan Kalijaga. Mungkin inilah yang membuat asumsi baru masyarakat mengenai kidung ini.

Sunan Kalijaga yang bernama asli Raden Said. Ia adalah putra dari Adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta. Sunan Kalijaga merupakan salah satu wali songo yang berperan utama dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa.

Lingsir Wengi diciptakan oleh Sunan Kalijaga sebagai penolak bala, menjauhkan dari gangguan jin, dan biasanya dinyanyikan setelah salat malam. Inilah lirik Lingsir Wengi asli yang diciptakan Sunan Kalijaga.

Lingsir wengi (Saat menjelang tengah malam)

Sepi durung biso nendro (Sepi tidak bisa tidur)

Kagodho mring wewayang (Tergoda bayanganmu)

Kang ngreridhu ati (Di dalam hatiku)

Kawitane (Permulaannya)

Mung sembrono njur kulino (Hanya bercanda kemudian biasa)

Ra ngiro yen bakal nuwuhke tresno (Tidak mengira akan jadi cinta)

Nanging duh tibane aku dewe kang nemahi (Kalau sudah saatnya akan terjadi pada diriku)

Nandang bronto (Menderita kasmaran/jatuh cinta)

Kadung loro (Telanjur sakit)

Sambat-sambat sopo (Aku harus mengeluh kepada siapa)

Rino wengi (Siang dan malam)

Sing tak puji ojo lali (Yang kupuja jangan lupakan)

Janjine mugo biso tak ugemi (Janjinya kuharap tak diingkari)

Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan ketika kidung Lingsir Wengi ini diputar, bahkan Sunan Kalijaga yang menciptakannya pun membuat kidung ini dengan tujuan yang baik, bukan untuk pemanggil makhluk astral.

 





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Tags

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red