×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Ketahui informasi ini sebelum mengunjungi Biak, Papua

0

Jalan-Jalan

Ketahui informasi ini sebelum mengunjungi Biak, Papua

Kunjungan kamu ke Biak bakal makin seru setelah mengetahui informasi berikut ini.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Alvin Talentino

23 / 08 / 2021 17:11

Apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar kata Biak? Yap, kota yang terletak di ujung timur Indonesia dan berada di Teluk Cendrawasih Papua ini pastinya terkenal akan keindahan alamnya karena dikelilingi banyak sekali pantai yang mengelilingi pulau. Biasanya yang paling mencolok dan teringat oleh banyak orang adalah Biak terkenal dengan wisata diving dan punya banyak spot menarik serta dikenal sebagai tempat wisata sejarah Perang Dunia ke-2.

Tapi tahukah kamu kalau gak cuma itu saja yang menarik di Biak. Beberapa informasi ini juga bakal menambah wawasan dan pastinya akan membuat kamu pengin banget pergi ke sana.

Destinasi wisata favorit.

Bisa dibilang ada banyak sekali tempat yang bisa kamu kunjungi untuk berwisata ketika berada di Biak. Tempatnya pun beragam. Nah, inilah beberapa rekomendasi tempat yang harus kamu kunjungi saat berada di Biak.

1. Catalina Point (Pesawat Catalina).

Sumber : nationalgeographic.grid.id

Loading...

Foto: nationalgeographic.grid.id

Bagi para pencinta diving, tempat ini sangat spesial karena di kedalaman 21-30 meter di bawah laut terdapat bangkai pesawat bekas Perang Dunia Ke-2. Berbeda dengan kebanyakan bangkai pesawat lain yang terjatuh di laut, Pesawat Catalina masih terlihat utuh dan cantik. Sangat menarik jika kamu abadikan dalam foto sebagai kenangan yang akan mengingatkanmu pada Biak. Lokasinya berada di selatan Pulau Biak, tepatnya sebelah barat Distrik Biak Kota.

2. Wundi Cave (Gua Wundi).

Sumber : Picuki.com

Foto: Picuki.com

Tempat satu ini merupakan titik penyelaman gua bawah laut yang tentunya menarik perhatian para wisatawan diving yang terletak di Pulau Wundi, Padaido. Berada di sebelah tenggara Pulau Biak besar, dengan menempuh jarak 1.5 jam menggunakan kapal motor dari Biak Kota kamu bisa menemukan lokasinya dengan mudah.

Penyelaman di sini akan sangat menarik sebab dikelilingi oleh barisan karang meja dan karang kipas merah yang sangat indah. Jangan lupa untuk mengabadikan momenmu ketika menyelam di sini.

3. Samberpasi Beach (Pantai Samberpasi).

Sumber : BiakElok 2019

Foto: KKN Biak 2019

Pantai Samberpasi terletak di sebelah tenggara Biak Kota yang berada di kumpulan pulau kecil Distrik Padaido, Biak. Kamu membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam menggunakan speedboat untuk bisa sampai ke sana.

Pantai ini menyimpan banyak keindahan di dalamnya. Salah satunya kamu bisa menikmati jernihnya air kristal dengan suasana pantai berangin yang pastinya bikin damai dan ketagihan. Banyak warga lokal yang bisa kamu ajak berinteraksi karena warga di sini sangat ramah terhadap pendatang.

4. Air Terjun Warsafak.

Sumber : Tripadvisor

Foto: Tripadvisor.co.id

Selain pantai dan spot diving, terdapat air terjun alami yang sangat menarik terletak di sebelah utara Pulau Biak. Untuk menuju ke sana, kamu dapat menempuh perjalanan selama 1.5 jam dari Biak Kota.

Keindahan alamnya sangat cocok untuk kamu yang ingin bersantai menikmati suasana alam yang indah dan sejuk di sini. Jangan lupa untuk mengabadikannya dalam foto agar menjadi suatu peninggalan berkesan.

Nuansa alami bisa kamu rasakan di tempat ini, apalagi dikelilingi dengan pepohonan yang rindang. Sangat disayangkan di masa pandemi Covid-19 ini tempat wisata terpaksa tutup sampai waktu yang belum ditentukan.

5. Ancient Cemetery Padwa (Kuburan Tua Padwa).

Sumber : suarapapua.com

Foto: suarapapua.com

Kuburan Tua Padwa merupakan dua tebing karang dengan ceruk yang dimanfaatkan sebagai tempat pemakaman pada masa lampau. Lokasi ini dapat ditempuh dengan durasi 30 menit dari Biak Kota, sangat cocok bagi kamu yang menyukai sejarah akan masa lampau. Uniknya, karena berada di antara dua tanjung maka ketika terjadi pasang air laut, Desa Padwa ini akan terkurung.

6. Telaga Biru Samares.

Sumber : Merdeka.com

Foto: Merdeka.com

Tidak kalah menarik dari tempat wisata lainnya, tempat ini terletak di Distrik Biak Timur. Sesuai dengan namanya tempat ini merupakan sebuah telaga luas yang airnya berwarna biru karena kejernihannya.

Letaknya di tengah hutan dan akses menuju tempatnya harus melewati jalan naik turun. Tetapi dengan tujuan yang akan kamu capai, ibarat naik gunung kamu akan terasa capek dan lelah di perjalanan tetapi bakal disuguhkan pemandangan sangat menarik ketika sampai di puncak.

Biasanya wisatawan menghabiskan waktu di sini untuk sekedar berenang, snorkeling, hingga diving. Punya kedalaman 14 meter tentunya akan menjadi cerita tersendiri ketika berenang di sini.

7. Japanese Cave (Gua Jepang).

Ketahui informasi ini sebelum mengunjungi Biak, Papua

Foto: Donny Irawan - 0811487929

Gua ini dulunya merupakan tempat pesembunyian tentara Jepang pada masa Perang Dunia II yang jelas menjadi saksi sejarah bahwa peperangan tersebut terjadi di Biak. Gua ini terletak di Kampung Sumberker, Distrik Samofa. Lokasinya hanya 15 menit dari Biak Kota. Di sini masih banyak pajangan dan peninggalan zaman peperangan yang bisa memberikan kamu gambaran kondisi terdahulu.

8. The Second World War Monument (Monumen Perang Dunia 2).

Sumber : travel.kompas.com

Foto: travel.kompas.com

Berjarak sejauh 15 menit dari Biak Kota dan terletak di Kampung Parai terdapat sebuah monumen menarik yang dibuat sebagai peringatan akan perdamaian oleh pemerintahan Jepang. Uniknya dari tempat ini, terdapat tempat khusus untuk menyimpan tulang belulang tentara Jepang yang menjadi korban Perang Pasifik.

Kuliner menarik.

Ketika berbicara mengenai suatu tempat, kurang pas rasanya jika tidak berbicara soal makanan khasnya. Biak selain terkenal dengan wisata alamnya juga memiliki makanan yang enak dan memanfaatkan beberapa bahan lokal, mulai dari sagu hingga hasil laut yang hanya ada di tanah Papua.

Nah, berikut ini merupakan beberapa makanan yang wajib kamu cicipi ketika berkunjung ke Biak.

1. Papeda dan ikan kuah kuning.

Sumber : beritapapua.id

Foto: instagram.com/lilyselanno

Bicara tentang Papua, pasti makanan yang langsung teringat dalam kepala adalah papeda. Berbahan utama sagu, papeda punya tekstur lengket dan sangat lembut. Papeda akan terasa makin nikmat saat kamu santap bersama dengan ikan kuah kuning bening yang memiliki rasa segar.

Bukan hanya di Biak, sebenarnya papeda merupakan makanan khas Papua secara keseluruhan. Pembedanya ialah rempah dan cara meraciknya.

Sedikit tips, kamu direkomendasikan untuk menyantap papeda selagi hangat dengan mengambil kuah kuning terlebih dahulu agar Papeda tidak lengket di piring. Kamu pun bisa mengambil papeda dengan garpu agar lebih mudah. Setelah itu papeda pun siap disantap. 

2. Keladi tumbuk.

Sumber : cookpad.com

Foto: cookpad.com/@cook_8375629

Kebanyakan orang hanya merebus dan menghidangkan keladi atau talas dengan begitu saja. Berbeda dengan masyarakat Biak, di sini keladi ditumbuk hingga halus untuk bisa diolah kembali. Setelah ditumbuk kemudian akan dicampur dengan kelapa parut, garam, serta gula. Setelah dibumbui maka keladi siap disajikan bersama ikan bakar yang memiliki cita rasa gurih.

Hidangan ini biasanya ditemui ketika ada acara keluarga, adat, syukuran, atau perayaan besar. Sehingga makanan ini cukup spesial karena hanya bisa ditemui di beberapa kesempatan tertentu. Keunikan tersebut tentu tak boleh kamu lewatkan.

3. Martabak sagu.

Ketahui informasi ini sebelum mengunjungi Biak, Papua

Foto: Facebook.com @ayhu.biak

Jika berada di wilayah Papua, kamu akan sering mendengar dan mencicipi makanan yang berasal dari sagu. Sebab sagu menjadi makanan utama masyarakat, terutama bagian timur.

Nah, martabak ini terbuat dari sagu dan diolah dengan cara yang unik. Sagu yang sudah dihaluskan akan dicampur dengan gula aren. Lalu bentuk adonan seperti martabak, dengan begitu tekstur dan cita rasanya akan sama dengan martabak pada umumnya.

Biasanya martabak sagu digunakan sebagai suguhan untuk tamu dan sering ditemui di rumah penduduk lokal. Jika beruntung, ketika menghampiri rumah warga lokal kamu mungkin akan menemukan makanan ini. 

4. Kue lontar.

Sumber : tandaseru.id

Foto: tandaseru.id/Creator/Ajeng Talitha

Kue ini juga menjadi salah satu makanan khas Papua dengan tekstur unik serta rasa yang nikmat. Sekilas tampilannya menyerupai pie susu. Rasanya pun tidak kalah menarik seperti pie susu.

Penamaan lontar ini diambil dari bahasa Belanda yaitu londtart yang berarti kue bundar. Hal ini sesuai dengan bentuknya yang bundar dengan tekstur berbeda di bagian dalam dan luarnya. Jika ke Papua, kue ini sangat cocok kamu jadikan oleh-oleh.

5. Sate ulat sagu.

Sumber : wowkeren.com

Foto: wowkeren.com

Makanan ini terbilang yang paling unik dan sangat jarang ditemukan di tempat lain selain di wilayah Indonesia bagian timur. Masyarakat lokal sering menyantapnya karena tanaman sagu di hutan Papua cukup melimpah. Hal ini menyebabkan populasi ulat sagu pun cukup banyak.

Ulat sagu memiliki bentuk tubuh yang gemuk dan sangat nikmat kala disantap. Uniknya beberapa masyarakat di sini menyukai ulat sagu bila dimakan mentah setelah diambil langsung dari pohon.

Namun untuk para wisatawan biasanya akan ulat sagu dibuat sate dengan bumbu yang sederhana. Ulat akan ditusuk di sebatang lidi yang kemudian dibakar hingga sedikit kecokelatan hingga aromanya melekat.

Festival Biak Munara Wampasi.

Sumber : eljohnnews.com

Foto: eljohnnews.com

Sekitar bulan Juli setiap tahunnya selalu diadakan suatu festival besar yang sangat menarik bernama Festival Biak Munara Wampasi (FBMW). Acara yang sudah diselenggarakan sejak 2014 ini memiliki beberapa sub acara yang kental akan budaya Biak. Dalam festival ini juga terdapat acara yang menjadi daya tarik, yaitu adanya Parade Wor dan Yosim Pancar yang kental akan tradisi Biak yang dilakukan dengan rute sekitar tiga kilometer dan menjadi pesan pembawa perdamaian dan persaudaraan bagi para penontonnya.

Selain adanya parade, pengunjung dalam festival ini juga bisa melakukan snorkeling untuk mengamati biota laut dan terumbu karang, mengingat Biak adalah salah satu destinasi wisata bahari terbaik dengan segala keindahan alamnya. Festival ini sekaligus promosi akan daya tarik pariwisata Biak, salah satunya wisata bahari.

Pengunjung pun bisa ikut berpartisipasi dalam lomba foto bawah laut. Bagi wisatawan yang tertarik sekaligus bisa mempromosikan Biak pada masyarakat luas.

Tidak hanya lomba fotografi, penyelenggara festival juga masih mengadakan agenda yang berhubungan dengan wisata maritim seperti lomba memancing dan diving di Samudra Pasifik, serta masih banyak kegiatan lainnya yang tentunya menambah antusias acara yang diadakan satu tahun sekali itu.

Festival ini berlangsung selama beberapa hari dan setiap harinya memiliki jadwal menarik. Ada juga konser musik lokal, pameran, keliling kepulauan Aimando Padaido di Biak, dan gerak jalan bahasa Biak. Tentunya akan banyak sekali keseruan dalam acara ini. Kunjunganmu pun akan lebih berkesan dan kamu bisa mengenal Biak lebih dalam. Jika festival masih kurang memuaskan rasa penasaranmu akan Biak, masih ada banyak spot menarik lainnya untuk kamu kunjungi dan bisa jadi alternatif bagi para wisatawan.

Sangat disayangkan karena adanya pandemi Covid-19 maka terpaksa festival ini ditunda. Semoga pandemi cepat usai sehingga festival yang paling di nanti di Biak ini bisa terlaksana kembali.

Kebudayaan Biak.

Bicara tentang budaya yang ada di Biak, tentunya ada hal menarik yang perlu kamu tahu. Masih ada sebuah tradisi unik yang masih dijalankan oleh masyarakat Biak bernama Tradisi Wor. Secara kolektif dalam bahasa Biak dikenal dengan istilah munsasu dan maidofa (take and give) merupakan sebuah upacara dan nyanyian adat dalam budaya orang Biak. Tradisi ini melambangkan hubungan manusia dengan Sang Pencipta yang terselenggara sebagai puncak kompleksitas dan rangkaian pesta adat yang mengikuti lingkaran atau daur hidup seseorang.

Wor sendiri memiliki fungsi sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan, mengatasi krisis, pengendalian sosial, mempererat hubungan sosial, dan meningkatkan solidaritas. Tradisi ini nantinya terdiri dari pesta atau upacara akbar yang dibarengi dengan acara jamuan makan, bernyanyi, menari, dan diakhiri dengan transaksi ekonomi masyarakat. Di dalam Wor nantinya akan dijumpai hakikat dan arti makna hidup seutuhnya melalui terselenggaranya upacara ritual bagi suku Biak.

Selain Tradisi Wor yang kental dan bentuknya adalah upacara, ada juga tradisi lain bernama Yosim Pancar (Yospan) yang merupakan sebuah tarian yang melambangkan semangat para muda-mudi Biak dalam menjalani dan menatap masa depan hidup mereka. Yospan merupakan gabungan dari dua tarian Yosim dan Pancar. Yosim adalah tarian yang mirip poloneis dari dansa barat. Sementara Pancar adalah tari yang berkembang di Biak Numfor dan Manokwari pada awal tahun 1960-an. Tarian ini biasanya sering ditampilkan di beberapa kesempatan tertentu seperti acara adat, penyambutan, festival seni budaya yang pastinya menjadi kesempatan bagus untuk melihatnya ketika berkunjung ke Biak.

Oleh: Divisi Pariwisata KKN PPM UGM Biak Elok 2021

Source





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red